Kenapa kata tersembunyi harus gue tulis ‘tersembunyi’; dengan tanda petik? Karena seakan-akan menjadi kiasan, bahwasanya keadaan yang sebenarnya adalah tidak sungguh-sungguh tersembunyi.

Hari ini dengan segala kepenatan, kesibukan, dan banyak hal yang gue lalui, kadang gue merasa bahwa terlalu banyak waktu yang gue lewati begitu aja.

Semua hal menjadi bagian dari perjalanan hidup gue, itu betul. Tapi banyak hal seringkali hadir dalam bentuk yang ‘standar’, ‘biasa’, bahkan menjadi beban. Hidup memang harus dilalui-apapun bentuknya. Tapi, minimal harusnya gue punya pilihan untuk melaluinya dengan cara yang paling asik; dan salah satu langkah awalnya adalah dengan mencari dan menemukan yang ‘tersembunyi’ itu!

______________________________________________

Kadang memang, kelelahan, kepenatan, kurangnya waktu untuk memanjakan diri, banyaknya tuntutan, serta banyak hal-hal yang ‘memberatkan’ membuat hidup gue seakan berjalan seakan-akan bagaikan kendaraan yang membawa banyak muatan. Tersendat-sendat, walau untung aja nggak sampe oleng karena tidak mampu menjaga keseimbangan…

Kadang gue bangun pagi dengan segala banyak rencana ataupun gambaran yang kadang nggak bisa membangkitkan antusiasme gue. Walaupun ada saatnya ketika gue udah menjalani sebagian hari, gue udah mulai bisa juga mendapatkan semangat untuk menjalani sisa hari. Tapi memang, saat-saat itu bisa dihitung pake jari deh…

Gue memang harus mulai mencari lagi banyak hal yang ‘tersembunyi’ itu tadi. Hal-hal yang sebenarnya menyenangkan, tapi nggak kelihatan karena ‘tertutup’ sama banyaknya hal yang seringkali gue sebut ‘beban’.

Yang udah-udah, gue selalu aja komplain. Soal pekerjaan yang nggak ada habisnya, waktu yang berjalan cepet banget setiap hari (sehingga gue kadang nggak sempet nikmatin), sampe ke masalah relasi gue sama temen, pacar, ataupun keluarga.

Padahal dibalik itu semua, kalau gue mau sedikit meluangkan waktu untuk mencari yang ‘tersembunyi’ itu, banyak juga hal luar biasa yang terjadi dalam hidup gue. Ini mungkin ada kaitannya sama ‘kesadaran’, atau awareness. Tapi mungkin jauh lebih dalam dari itu, ini adalah soal bagaimana gue mau melihat hidup gue dengan cara pandang yang selalu baru. Dan ini nggak hanya menyangkut hal yang saat ini terjadi, tapi juga meliputi banyak hal yang terjadi kemarin, seminggu ini, sampe satu bulan terakhir.

Gue harus mulai terbiasa untuk menjalani proses menemukan yang ‘tersembunyi’, agar gue juga makin bisa lebih bersyukur sehingga pada akhirnya satu demi satu hal yang membahagiakan bermunculan dalam otak gue dan menjadi ‘point of interest’ di benak dan pemikiran gue.

Gue harus bisa merubah kebiasaan yang sering terjadi; ketika gue fokus pada satu hal yang nggak menyenangkan, gue nggak melihat  hal-hal lain yang sebenarnya bisa bikin hati gue jadi seneng tiba-tiba. Padahal, rasanya seperti seorang anak kecil yang menemukan kado natal di pagi hari saat terbangun. (eh, udah ngomongin natal aja, padahal masih sebulan lagi, hehehe)

Dengan berusaha menyadari kehadiran yang ‘tersembunyi’ itu, ternyata gue bisa mendapatkan subsidi energi dan semangat yang berkali-kali lipat. Dan walau gue nggak mesti menjadi ‘hysteria’, tapi minimal setiap hari selalu ada alasan buat gue untuk tersenyum.

Beban pikiran tetep ada. Tantangan dalam hidup masih juga pada ngantri. Tapi kesenangan, kebahagiaan, berkah, kemudahan, keuntungan, buah kebaikan, dan masih banyak lagi,  ternyata juga hadir pada saat yang bersamaan. Dan ketika kesemua itu ‘dikonfrontir’ jadi satu (istilah yang aneh! hehehe) ternyata gue jadi sadar kalo hidup itu (emang aslinya)  indah. (bukan damai aja yang indah… hehehe)

Oke, ungkapan ‘hidup itu indah’ mungkin klise. Tapi kalo dihadapkan pada banyak hal tadi, – baik yang nggak enak maupun yang enak; suka atau nggak suka dan mau atau nggak mau, gue harus berkata jujur: hidup emang indah! Tinggal sejauh mana gue mau untuk mencari banyak hal-hal baik yang tadinya ‘tersembunyi’ menjadi kelihatan satu demi satu.

Jadi kalo saat ini, gue sering mengeluh kalo waktu gue seakan makin terbatas untuk menikmati hidup karena berbagai kesibukan karena pekerjaan, di sisi lain gue udah mulai bisa menikmati prosesnya karena gue udah bisa menemukan banyak hal lain yang terjadi di saat yang bersamaan: pacar gue selalu support, orang tua selalu bikin ayem kalo di rumah, gue masih bisa makan cukup tiap hari, rejeki ada aja tiap saat, dan masih banyak lagi.

Dan akhirnya gue pun bisa meneriakkan jargon yang sering diucapkan oleh Bruce ‘the Almighty’: “It’s Gooodd!”

Hell yeah! Have a nice day, guys!