Judul di atas gue simpulkan setelah gue melihat salah satu sticker di bagian belakang sebuah motor di sebuah perempatan jalan ketika gue lagi menunggu lampu hijau menyala. Kalimat aslinya adalah “motor gue, gimana gue”.

Lucu juga. Karena walau simpel, ternyata kalimat itu lumayan dalem juga maknanya. Seperti ungkapan ‘like father like son’, kali ya. Seorang anak bisa jadi merupakan ‘gambaran’ dari si bokap…

Dan bisa aja, setiap barang yang kita miliki baik itu rumah, motor, atau apapun bisa aja jadi gambaran dari pribadi kita, walaupun tentu aja ini gak bisa dipukul rata buat semua barang yang kita miliki. Kalo alat masak kayak panci sih gak bisa jadi tolak ukur kali ya, hehehe

_____________________________

Yang gue maksud di sini, ya barang-barang seperti motor, mobil, rumah, atau barang-barang yang berhubungan sama hobi kita. Buku, mainan, peralatan olahraga, dll…

Maksud dari kalimat yang ada di sticker itu mungkin adalah sekedar ‘pamer’ karena kebetulan aja sticker itu tertempel di sebuah motor yang memang keren, dan kelihatan sangat terawat. Kalo seandainya sticker itu tertempel di motor yang butut, nggak terawat, kotor luar biasa, mungkin aja gue akan tersenyum geli. Karena sadar nggak sadar, gue juga akan menertawakan diri gue sendiri, soale ada banyak barang yang gue miliki gak sempet gue rawat baik-baik.

Sang pemiliki motor mungkin ingin menyampaikan pesan kepada pembaca sticker yang menempel di motornya bahwa ia adalah seorang pecinta otomotif sejati, orang yang memiliki selera tinggi, dan mungkin juga adalah orang yang ‘rapi’ dalam merawat barang-barangnya.Makanya dengan bangga ia menempelkan sticker itu agar sesama pengendara lain bisa ‘ngeh’…

Kadang memang ada orang yang ‘telaten’ banget ngerawat barang yang dimilikinya sehingga selalu kelihatan baik dan cenderung awet. Tapi banyak juga yang nggak selalu bisa ngerawat, sehinga akhirnya seringnya, barang yang dimiliki selalu aja nggak memiliki umur yang panjang alias cepet rusak. Malah bisa aja dia udah nggak sadar berapa banyak barang yang hilang entah kemana… Padahal banyak barang itu adalah yang barang yang termasuk penting dan mungkin harganya mahal.

Memang sih, ini mungkin ada hubungannya sama ‘kadar kesukaan’ gue dan mungkin banyak orang terhadap barang-barang yang dimiliki. Kalo gue menganggap buku adalah barang kesayangan gue, tentunya gue akan memberikan perhatian lebih sama koleksi buku gue. Ditaruh di rak yang bagus, dikasih kapur barus atau bahan pengawet yang bisa menjauhkan dari rayap, atau mungkin gue juga akan mengatur tata letaknya sedemikian rupa agar kelihatan cantik. Begitu juga kalo gue sayang banget sama motor gue, tentunya motor gue pun akan selalu kelihatan ‘keren’ dan mesinnya ‘prima’ karena gue akan merawatnya hingga ke hal-hal terkecil.

So, kalimat di sticker itu bisa aja jadi stimulus secara nggak langsung buat gue, minimaluntuk lebih menghargai setiap barang yang gue miliki. Jujur, kalo soal motor, gue memang nggak terlalu ‘care’. Karena pada dasarnya gue emang nggak ngerti banget soal mesin, jadinya yah, gue cenderung memilih perawatan standar aja. Rutin ke bengkel, dan ganti kampas rem atau oli jika memang diperlukan. Tapi mungkin untuk barang lain seperti koleksi buku, film, majalah, CD, semuanya sih masih lumayan terawat…🙂

Yah, memang sekali lagi kalimat di atas bisa bermakna luas. Tapi sedikit banyak ada benernya juga. Karena apapun yang gue punya dan bagaimanapun kondisi setiap barang yang gue punya tentunya sangat tergantung dari bagaimana gue memperlakukannya. Kalo gue orangnya ‘rapi’ tentu barang-barang gue pun akan banyak yang awet. Sedangkan kalo gue orangnya rada ‘cuek’ tentu biasanya barang-barang yang gue miliki pun akan memiliki umur yang nggak panjang…

Dan kalo menghubung-hubungkan, gue jadi senyum-senyum sendiri. Karena ada banyak barang yang memang bisa gue rawat dengan baik, tapi nggak sedikit juga barang yang akhirnya rusak begitu aja karena gue kurang telaten ngerawatnya…🙂

Jadi inget satu ungkapan lagi; ‘you don’t know what you got ’till it’s gone…” Setelah barang itu rusak baru deh gue nyadar betapa pentingnya buat gue… hehehehe

Jadi semoga aja sih gue bisa lebih ‘aware’ sama setiap barang yang gue punya. Jadi gue nggak perlu ngabisin banyak duit buat separasi, service, atau bahkan membeli lagi barang yang sama sampe berulang kali hanya karena selalu cepet rusak karena nggak terawat…

Semoga awet!