Minggu pagi gue udah terbangun karena kebetulan aja suara TV di sebelah kamar mengagetkan gue. Ada acara berita pagi di salah satu stasiun TV. Gue beranjak hanya untuk bergabung dengan bude gue yang kebetulan pagi itu kelihatan serius banget merhatiin layar kaca sambil sesekali geleng-geleng kepala.

Sambil mengambil koran hari itu yang tergeletak di atas kursi, gue pun bergabung. Tanpa bicara apapun gue pun larut dalam tayangan di TV. Serius merhatiin. Berita yang bertutur tentang kejadian yang terjadi di sekitar gue, sekitar kota, dalam seharian kemarin. Satu berita gue tonton, gue masih agak ngantuk. Dua berita, mulai serius. Tiga berita, gue mulai enek, dan pada berita yang keempat akhirnya gue beneran malah jadi BT. Sumpah, gak ada satupun berita yang enak dan bikin hati jadi ayem saat menontonnya. Semua tentang pembunuhan, kerusuhan saat demo, perampokan,…

Jadi bertanya-tanya aja, apa memang semua berita itu syaratnya harus yang bermuatan ‘kejahatan’ atau sesuatu yang ‘nggak menyenangkan’? Apakah berita identik dengan sebuah ‘masalah’. Mungkin ini ada hubungannya sama nilai jual suatu berita. Muatan yang bikin kontroversi (tapi faktual) niscaya akan lebih menarik perhatian. Makanya, asli, pagi itu gue merasa terjebak aja saat nonton berita pagi di TV. Gue merasa kalo gue nggak dikasih pilihan aja buat nemuin cara nikmatin pagi. Yang ada gue seakan-akan diwanti-wanti; ingat! hidup itu keras, hidup itu kejam, so hati-hati! Halah!

___________________________________________________

Gue coba iseng aja mencari beberapa teori jurnalistik tentang sebuah berita. Diantaranya:

  • Paul De Maessenner (penulis buku “Here’s The News”) mengartikan, BERITA adalah sebuah informasi baru tentang sesuatu peristiwa yang penting dan menarik perhatian serta minat khalayak pembaca.
  • Mitchel V Charnley (penulis buku “Reporting”) mengartikan, BERITA adalah laporan tentang fakta atau opini yang menarik perhatian dan penting, yang dibutuhkan sekelompok masyarakat.
  • Charnley bersama pakar jurnalisme James M Neal menambahkan, BERITA adalah laporan tentang sesuatu peristiwa, opini, kecenderungan, situasi, kondisi, interpretasi yang penting, menarik, masih baru dan harus secepatnya disampaiakan pada khalayak.
  • Dari beberapa devinisi tadi Errol Jonathan, wartawan dan pakar jurnalisme radio, menarik hakekat berita harus memenuhi kriteria: AKTUAL, FAKTUAL, PENTING dan BERDAMPAK.

Nah, kalo melihat dari beberapa para pakar di atas, berarti nilai sebuah berita yang utama kan Aktual, Faktual, Penting, Menarik dan Berdampak. Dan gue nggak secara pasti bisa nemuin kalo syarat dari sebuah berita yang memenuhi kriteria diatas harus identik dengan informasi tentang hal-hal yang nggak enak yang terjadi di sekitar gue, kan?

Okelah, mungkin gue bisa belajar sesuatu dengan melihat berita tentang perampokan, pencurian, pembunuhan, dsb, dsb. Yah minimal gue bisa belajar ati-ati, atau belajar nahan kesabaran, misalnya…

Tapi jujur, gue nggak terlalu dapet banyak pelajaran tuh! Yang ada gue malah makin mengernyitkan dahi, mengelus dada, atau apapun istilah-nya deh… Nggak jarang dengan melihat banyak informasi yang nggak enak itu bisa bikin gue kebawa emosi; damn akhirnya malah misuh-misuh sendiri… dasar koruptor nggak punya malu! dasar copet nggak punya uang! dasar aparat maunya menang sendiri,dan banyak lagi! Kalo ini sih, berita sungguh menjadi kabar buruk yang sama sekali nggak bawa pengaruh yang asik!

Belum lagi kalo udah nyinggung soal berita terkini soal artis… Ampun… gue sih memutuskan untuk nggak lihat sama sekali deh daripada mood gue jadi rusak!

Makanya di pagi hari, kadang memang nggak ada gunanya kalo nongkrongin TV buat nonton berita. Karena berita yang nyenengin dapet porsi yang kecil banget buat dimunculin. Masih untung ada berita olahraga yang minimal membuat gue rada betah nontonnya. Tapi berita yang menyenangkan, berita yang menghibur, selalu aja jarang. Yang ada hanya soal kejelekan di sana-sini, yang membuat seakan-akan hidup jadi suram..

Untungnya, ada salah satu stasiun TV yang punya format berita yang berani beda, karena hampir 90% mengenai banyak hal yang nyenengin dan nggak jarang menginspirasi… Gue nggak promosi, tapi DAAI TV sungguh kadang bisa membawa banyak penyegaran buat otak gue lewat program-program acaranya, termasuk program beritanya. Saat gue melihat berita tentang banyak orang bisa melakukan banyak hal berguna buat orang lain, kadang itu jadi semangat juga agar gue bisa melakukan hal yang sama. Itu hanya salah satu contohnya aja, loh!

So, pagi hari (dan mungkin juga sepanjang hari) memang harusnya gue isi dengan melihat, membaca, dan mendengarkan yang nyenengin. TV, koran, radio, CD, pokoknya harus bisa menstimulus otak gue untuk menjalani hari ini dengan cara yang paling menyenangkan. Berita yang nggak penting buat gue harus bisa gue ‘lewatin’. Saatnya gue harus mulai mengaktifkan lagi sensor ‘filterisasi’ di otak gue. Biar makin banyak hal baik yang masuk ke otak gue dan bukan sebaliknya…

Life is good!