Salah seorang temen gue bilang, ‘loe eksis banget ya bro… gak di fb, gak di kantor, gak di komplek rumah…’ Tapi ada juga yang bilang… ‘lama banget nih loe nggak nunjukin eksistensi loe bro…’ Ada apa nih, bro?

Kadang seseorang dianggap eksis kalo sering ‘hadir’ baik secara nyata maupun sekedar lewat status fb dalam dunia maya. Hadir berarti sering dilihat, dan gampang dicari. Eksitensis dilihat sebagai sebuah ukuran tingkat pergaulan seseorang… karena ya itu tadi, pokoknya setiap di momen penting, acara ini itu, atau di setiap situs jejaring sosial loe selalu aktif nongol! Pokoknya loe selalu ada deh dimana-mana… Tapi apa iya cuma itu aja ukurannya?

Gue sih nggak merasa sebagai orang yang paling eksis, dalam artian ‘mudah’ dan gampang ditemukan di mana-mana… Eksistensi gue lumayan gampang dilihat dan dirasakan kok. Soale keseharian gue gak jauh dari rumah, kantor, fb, blog gue ini, beberapa komunitas yang mungkin nggak penting, dan sama di lapangan badminton sebelah rumah gue… hehehe Makanya seringkali alasan yang paling masuk akal buat gue kenapa gue eksis di sini atau di situ, ya karena memang gue menginginkannya! dan bisa di mana aja… nggak mesti di tempat atau kesempatan apapun yang banyak orang bilang kalo gak ‘absen’ nggak gaul, atau di tempat yang dianggap sebagai kawah candradimuka atau trend setter mengenai apapun, atau dalam bentuk apapun dimana terjadi sebuah interaksi antara dua, tiga, sampe ratusan orang atau lebih…

Dan layaknya sebuah proses interaksi yang oke (nggak mesti efektif dan efisien), gue hanya ingin eksis jika memang sungguh memungkinkan terjadinya sebuah interaksi yang hidup dan bikin seneng hati pastinya! Bukan hadir, eksis, hanya untuk melihat banyak orang saling berinteraksi… -walau sekali lagi alasan inipun juga nggak salah, alias sah-sah aja.

Eksistensi dan ‘kehadiran’ memang belakangan punya makna yang sedikit bergeser. Kalo jaman sekarang, sekedar hadir belum tentu dianggap eksis. Sekedar hadir, lalu absen, kadang belum dianggap eksis.Tapi kedengeran suaranya, kelihatan gerak-geriknya secara nyata, hingga bikin sensasi (kalo perlu) barulah kita bisa dianggap eksis. Kalo gitu sih gue nari piring aja dulu setiap gue dateng ke kantor ya… biar orang lain bisa liat, kenal, dan akhirnya menganggap eksistensi gue di kantor, hehehe

Tapi, buat gue, eksistensi nggak jadi kewajiban yang mesti gue lakuin. Gue eksis karena gue totally feel confortable, and safety! Safety karena gue merasa gue berada di sebuah lingkungan ‘aman’ dimana interaksi sosial berjalan dengan asik, sehat, dan yang pastinya bikin hidup gue makin hidup; nggak cuma sekedar penuh warna. ‘Aman’ juga karena gak bikin hidup gue malah jadi nggak asik. Ngerusak mood, perasaan, hati, yah, pokoe yang serba ngerusak mental dan semangat! Jadi mungkin lebih ke faktor kebutuhan kali ya… kebutuhan untuk bisa mendapatkan hak untuk menikmati hidup…

Gue bisa aja aktif di banyak komunitas, banyak tempat, dan banyak sistem sosial apapun bentuknya. Tapi jujur, pada akhirnya, nggak di semuanya itu gue sungguh merasa gue bisa dan harus eksis terus. Ya itu tadi, seperti yang udah gue tulis, eksis atau tidaknya gue maunya sih sebagai bentuk kesadaran akan sebuah kenyamanan, dan bukan sekedar kewajiban. Jadi bisa aja kalo ada temen gue nanya kenapa gue jarang nongol lagi, atau gue nggak aktif lagi… yang jawaban gue cuma satu, gue lagi nggak nyaman aja. Dan kenyamanan bukan sesuatu yang absolut. Suatu saat bisa aja gue berubah jadi nyaman lagi.

Banyak juga mungkin yang sering salah mengartikan bahwa ketidaknyaman identik dan berbanding lurus dengan ketidaksukaan. Padahal suka dan nyaman jelas beda. Nyaman lebih bersifat ‘temporary’, sedangkan ‘suka’ mungkin lebih permanen sifatnya. Bisa aja gue nggak eksis di fb karena memang gue lagi nggak nyaman; tapi bukan berarti gue udah nggak suka berinteraksi lewat fb kan? Mungkin aja saat ini gue lagi lebih nyaman nge-blog misalnya… atau lewat surat-suratan pake POS… siapa tahu?… Atau gue tiba-tiba ‘dianggap’ nggak eksis lagi di tempat tongkrongan, ya mungkin karena emang gue lagi nggak nyaman aja nongkrong. Sapa tahu gue lagi nyaman aja di rumah karena lagi suka ngurusin tanaman atau beternak entog… hehehe bisa aja kan….

Dan ujung-ujungnya, hal yang seringkali dikaitkan sama eksistensi seseorang adalah soal waktu. Keterbatasan waktu hingga ketiadaan waktu. Waktu sering jadi alasan sekaligus harapan. Alasan untuk tidak eksis dan harpan untuk punya kesempatan di lain hari. Tapi dibalik itu semua, bagi gue ya soal kenyamanan tadi. Sebuah kenyamanan pastinya akan selalu mendapat tempat bagi sang waktu. Dan tinggal bagaimana satu kenyamanan itu bisa menyatu dengan kenyamanan-kenyamanan lain yang kebetulan sudah mengisi sekat-sekat waktu yang gue dan mungkin juga loe punya.

Jadi hal eksistensi buat gue sih nggak perlu diusaha-usahain amat layaknya sebuah tahapan penting (kayak ujian UMPTN!). Eksistensi harusnya menjadi hal yang justru bisa ngejagain dan menjadi stimulus agar hidup gue nggak sekedar jalan biasa aja; tanpa adanya gairah. Citra diri tidak perlu lagi dilihat dan dipertahankan hanya lewat sebuah eksistensi semu… Terlihat, tapi kosong… Nongol, tapi nggak bisa nemuin asiknya dimana.

Kalo Rene Descartes pernah berujar, cogito ergo sum; ‘aku berpikir maka aku ada’, kalo bagi gue sih ‘gue nyaman maka gue ada’…. (walau rasa nyaman asalnya juga dari pikiran sih, hehehe…) Dan karenanya, dimanapun dan bagaimanapun caranya gue dan loe semua eksis, menjadi hak gue dan kita semua yang orang lain nggak boleh protes. Mau update status di FB sekali sebulan, atau mau 30 kali satu hari, bebas2 aja. Atau loe mau aktif di komunitas biker, bola, politik, budaya, sampe yang dilarang pemerintah, ya terserah aja! Asal loe merasa nyaman, lanjutin aja. Toh rasa nyaman kan datengnya dari hati.. Jadi pasti jujur…🙂

Eksis diamanapun dan bagaimanapun caranya adalah sebuah pilihan. Termasuk untuk tidak eksis sekalipun. Itu juga sebuah pilihan. Dan gue pun akan selalu berusaha membuatnya menjadi keputusan untuk memilih yang nyenengin, tanpa harus diribetkan sama pikiran yang malah membuat eksistensi gue jadi penuh beban.. So, yuk mareee!!! Ngumpul-ngumpul lagi…