259.200 jam! Itu waktu yang udah gue habiskan dalam hidup gue hingga saat ini. Waktu yang nggak sebentar, tapi waktu yang juga masih panjang tersisa (aminn). Anggaplah kalo 1/3nya gue habisin buat tidur -walau dalam kenyataannya setiap hari gue seringkali hanya tidur 4 jam-an-, berarti gue udah menghabiskan sekitar 86.400 jaman lebih! Angka-angka yang lumayan banyak dan pastinya juga memberi banyak.

Awareness! awareness! kata-kata itu mungkin sering hadir dalam benak gue. Bukan kesadaran untuk segala sesuatu yang belum sempat gue jalanin, tapi justru untuk segala sesuatu yang udah gue lewatin. Banyak, nggak terhitung, walau semua bisa aja disadari kehadirannya kalau sekedar mau memutar kembali semua yang udah gue laluin.

Pagi ini gue baru aja selesai nonton partai Paraguay versus Jepang di perdelapan final yang akhirnya dimenangi Paraguay lewat adu penalti. Pertandingan yang berlangsung hampir selama 2 jam, dan selama dua jam itu pula gue menikmati waktu gue di depan tv. Soal hasil akhir, udah ada, walau sebelumnya gue nggak pernah tahu. Dan setelah selesai kadang gue sering nggak sadar kalau 2 jam udah lewat. Tapi apa sunguh gue ngerasain dan menikmati waktu 2 jam yang udah gue lewatin, ini yang seringnya kelewat sama gue.

Kata orang, hidup emang bukan hanya untuk dilalui dan dilewati: just ‘let it flow’, tapi juga buat dinikmatin:’enjoy it!’ Jadi angka demi angka yang mengakumulasi jumlah waktu yang gue habiskan bukan sekedar menjadi ‘syarat’ yang mau nggak mau, suka nggak suka, ya harus gue lewatin. Tapi di balik itu, waktu yang gue punya sepenuhnya menjadi hak gue, dan gue bebas buat nikmatinnya. Jadi kenangan dalam angka-angka itu bukan sekedar tercatat, tapi juga akan selalu gue hapal di luar kepala gue.

Tigapuluh bukan sekedar menjadi catatan umur buat gue. Tiga puluh adalah sebuah akumulasi dari banyak angka-angka lain yang hadir dalam hidup gue, walau semua kadang seringkali nggak sempat terhitung. Angka yang menandakan banyak kejadian, banyak perhentian, dan yang pastinya semuanya udah gue lewatin semua dengan sukses, apapun hasilnya itu. Menghitung setiap angka dalam hidup bukan sekedar hitung-hitungan yang nggak perlu. Menghitung berarti mencoba menghargai, mencoba merasakan kalo dibalik angka-angka itu, gue bisa menjalani sepenuhnya hak gue sebagai seorang manusia yang bebas; yang sungguh menikmati hidup. Just make it count!

Tapi ngomong memang gampang. Dan mungkin aja malam ini mood gue lagi enak. Tapi bagaimanapun, lebih baik tersadar dari mimpi jelek di tengah malam saat tertidur untuk  kemudian melanjutkan tidur yang lebih nyenyak, daripada harus semaleman ditemani mimpi jelek sampe pagi! So, malam ini mungkin aja gue lagi tersadar, mungkin dengan mata yang masih mengantuk. Tapi malam ini gue sungguh sungguh tersadar kalo ribuan waktu yang sudah gue habiskan udah menjadi bagian dari hidup gue. Dan kesadaran ini sungguh membuat gue senyum-senyum sendiri malam ini!

Selamat Ulang tahun buat gue! hehehe. Gue pun siap untuk melanjutkan mimpi gue dengan yang lebih indah dari yang sebelumnya, karena gue sungguh ingin nggak sekedar menjalani hidup-hidup gue dalam sebuah akumulasi angka-angka tanpa makna, namun gue mau menikmatinya agar bisa selalu jadi bagian dalam setiap hitungan waktu. Jadi selalu ada alasan untuk kembali memesan menu baru buat hidup gue.

“Nambah satu lagi dong,…!”🙂🙂

Baca Juga: Tua di jalan (asal have fun)!