Katanya Piala Dunia adalah pesta empat tahunan yang seringkali ditunggu sekian milyar penduduk dunia. Pesta yang bisa memberi banyak kebahagiaan bagi banyak penduduk bumi. Pesta yang bisa membuat banyak manusia ‘melupakan’ kesedihan dan berbagai kejadian yang tidak menyenangkan yang terjadi di seantero bumi, seperti peperangan, kelaparan, bencana alam, penyakit, dan sebagainya.

Pesta Piala Dunia ini harusnya memang menjadi pesta bagi semua orang, termasuk buat yang  suka bola sekedar karena ‘ikut-ikutan’. Pesta yang saat ini berlangsung, jelas juga nggak aka gue lewatkan begitu aja. Pesta selama sebulan, yang harusnya bisa membuat hari-hari gue juga ikutan bergairah. Tapi memang nggak akan ada artinya kalo gue nggak bisa menikmati pesta ini dengan tuntas! Apalagi kalo gue sampe sakit gara-gara kebanyakan begadang. Ini bukan lagi pesta namanya. So, jika pesta harus berlangsung sampe pagi apalagi dalam waktu tiga puluh hari ke depan, gue harus tau cara terbaik buat  menikmatinya!

__________________________________________________

Yang paling utama tentunya gue harus pinter-pinter jaga kondisi gue. Maklum deh, dengan intensitas pertandingan yang rata-rata 3 pertandingan tiap hari dengan interval waktu dari setengah tujuh malam hingga setengah empat pagi tentu membutuhkan stamina yang prima. Kalo boleh dibilang, pemain bola-nya aja kalah kali kalo soal menjaga stamina ini…

Semua pertandingan Piala Dunia memang layak tonton. Tapi cukup bijaksana juga kalo gue terpaksa harus memilah pertandingan-pertandingan yang akan gue tonton agar gue masih bisa menyisakan waktu tidur yang cukup. Penyesuaian waktu juga bisa gue lakukan dengan sistem subsidi waktu tidur; dalam artian sambil menunggu pertandingan dini hari, gue bisa tidur dahulu sekitar 2 jam, agar besok pagi nggak ngantuk-ngantuk bener. Tapi teknisnya sih emang rada susah… Buktinya sampe setengah satu ini aja gue yang tadinya niat mau tidur dulu tetap aja nggak bisa memejamkan mata. Yang ada, bablas nonton sampe pagi!

Minum vitamin! Buat nambah energi dan buat mencegah penyakit, yah minimal biar gak masuk angin. Karena jujur pada sebulan ini metabolisme badan gue bekerja cukup ‘tidak beraturan’. Makanya sedikit asupan tambahan agar badan gue bisa normal beraktivitas sepertinya perlu dan harus. Tapi mamang sih yang juga penting adalah gue harus tetep makan teratur! Jadi biar sering melek malem, perut gue keisi terus; dan nggak perlu takut gemuk soale kan besok malem badminton lagi ama temen-temen, hehehe

Menikmati pertandingan selama masih babak penyisihan mending di rumah aja deh. Soale kalo udah ikut acara nobar, pastinya energi gue akan lebih terkuras, dan stamina juga mesti full terus. Jadi saat-saat ini, nonton siaran Piala Dunia sambil bikin segelas Milo sama makan roti sobek sudah cukup lah. Yang penting mata nggak ngantuk, perut kenyang dan tim yang gue dukung menang! hehehe

Gue sih percaya kalo masing-masing orang pasti punya caranya sendiri untuk menikmati ‘pesta’ empat tahun sekali ini. Dan apapun itu, selama bisa bikin badan loe dan pikiran loe tetap fresh selama sebulan penuh, ya go ahead! Karena seperti yang gue ungkapkan di atas, Piala Duniayang seringkali jadi lambang ‘perayaan’ dan pesta semua orang di bumi dan dijadikan simbol sukacita, perdamaian, dsb, dsb, justru nggak akan memiliki makna apa-apa jika gue dan loe nggak beneran bisa ikutin pesta sampe tuntas dan tentunya dengan cara yang paling asik buat kita semua rayain.

Jadi selama pesta masih berlangsung, gue harus memastikan kalo gue siap untuk ikut serta dalam pesta ini selama sebualan penuh. Dan semoga, Piala Dunia pada akhirnya nanti sungguh bisa menjadi sebuah event sepakbola yang sungguh bisa dirayakan oleh kita semua. Gue dan loe, tanpa terkecuali.

O iya, buat ngeramein suasana, sengaja gue upload ketiga draft print ad yang gue buat dalam rangka tugas kuliah gue beberapa tahun lalu. Kali aja bisa bikin loe makin semangat buat menikmati Piala Dunia, hehehe

Forza Piala Dunia, Forza Gli Azzuri!