Ada banyak hal yang gue suka dan gue benci dalam hidup ini. Dan sekali lagi ini soal selera, dan memang nggak ada yang bisa menyalahkan seseorang soal selera. Cuma memang jika seleranya bagus kadang orang memberikan ‘credit’ lebih untuk itu. Tapi seandainya selera gue ancur pun, gue tetap nggak peduli. Karena semua yang gue suka dan dan gue benci bener2 nggak ada hubungannya sama orang lain, walau kadang gue nggak memungkiri kalo ada juga pengaruh dari orang lain yang membuat gue suka atau benci sama beberapa hal. Tapi yang pasti, ini nggak sepenuhnya menjadi gambaran diri gue loh ya…🙂

Semua orang termasuk gue punya kebebasan untuk menentukan apa aja yang disuka dan dibensi. Dan itu hak preogratif, bahkan jadi hak asasi manusia yang nggak bisa diganggu gugat! Seandainya semua orang bisa menghargai apapun yang diyakini oleh orang lain, gue sih yakin aja kalo nggak bakal ada yang namanya perselihan hanya karena berbeda pandangan soal segala sesuatu yang disuka. Dan apapun alasannya gue bisa suka atau benci akan sesuatu, sebenarnya juga nggak perlu buat gue jelaskan. Karena mungkin aja alasa-alasan itu menjadi sesuatu yang nggak penting…

Iseng bikin list ah, ini hal yang gue suka dan yang gue benci dalam hidup ini:

Musik, gue suka sama musik yang agak inspirational, dan itu bisa musik instrumental, New Age, ataupun musik tradisional. Intinya adalah musik yang bisa menyentuh jiwa dan perasaan gue saat menikmatinya. Tapi jangan salah, inspirasi di sini bukan berarti konsep musiknya harus penuh dengan aransemen yang indah, komposisi nada yang mengalun dengan ritme yang syahdu, dsb… Inspirasi bisa juga datang dari berbagi jenis irama dan komposisi musik. Itu sebabnya gue sempat belasan tahun menyukai Slank karena karya-karya-nya yang menginspirasi gue pas jaman sekolah dulu, hehehe

Sedangkan gue paling benci sama musik yang kelewat ribet, yang malah akhirnya membuat gue berpikir terlalu banyak untuk sekedar menikmatinya. Misalnya aja Jazz yang kadang aransemennya kelewat canggih buat gue sehingga gue jadi nggak enjoy dengernya. Tapi kalo sekedar FourPlay atau band-band Jazz yang agak ‘sederhana’, masih ok lah buat telinga gue…🙂

Untuk Film alasannya hampir sama. Gue suka karena gue terinspirasi. Jadi bukan melulu karena alasan teknis. Bisa aja film-film kacangan atau film yang pernah ‘dilirik’ para kritikus film malah masuk ke dalam list film-film favorit gue. Genre bisa aja beda-beda, tapi buat gue selama film itu memiliki alur cerita yang kuat, dan ada sesuatu yang disampaikan baik secara langsung atau nggak langsung, itulah yang membuat gue jatuh cinta… Coba deh tengok beberapa diantaranya list film favorit gue sepanjang masa:

  • The Godfather
  • When Harry Met Sally
  • My Best Friend Wedding
  • The Sound of Music
  • 21 Gram
  • Braveheart
  • Natural Born Killer
  • Trainspotting
  • Schindler’s List
  • Little Miss Sunshine
  • Were No Angel
  • Missisipi Burning
  • Titanic
  • Back to the Future
  • And many more (gue akan susun 100 best movie versi gue nanti…)

Dilihat dari listnya, jelas kan kalo gue nggak fanatik sama genre tertentu. Memang alasan orang bisa suka akan film bisa apa saja. Dan sekali lagi itu adalah hak asasi. Jadi mau dia tahu film apa yang menang Oscar atau Golden Globe, itu nggak jadi soal… Kalo emang gak suka, biar menang di Award apapun tetep aja nggak ngaruh.

Nah, kalo film yang gue benci adalah film Indonesia yang sekedar ikutan tren seperti film yang mengumbar cerita hantu sama menjual sensualitas. Kesannya di negara kita ada banyak banget hantunya! Coba aja, hantu mana coba yang belum dibuat film? Dari Pocong, Jelangkung, Genderuwo, Hantu Casablanca, Jeruk Purut, sampe yang mengada-ada kayak suster ngesot dan hantu datang bulan!?? Sumpah! Biar kata alasannya hanya mengejar nilai komersial, masa sih senangnya menakut-nakuti dan memamerkan paha kemana-mana? Walau gue nggak pernah nonton, gue yakin banget kalo film bertema hantu atau sensualitas pasti ceritanya nol besar! Padahal kalo mereka mau buat film yang bagus seperti Laskar Pelangi, Arisan, Berbagi Suami, Perempuan Punya Cerita, atau Naga Bonar-kalau boleh menyebut beberapa diantaranya, pasti mereka juga akan mengeruk keuntungan yang jauh lebih banyak dari segi komersial. Gak perlu seperti Bulan Tertusuk Ilalang atau film-film sejenis yang berkelas festival,  gue yakin kalo mereka mau buat film yang bagus, film merekaakan dibicarakan orang dalam waktu yang lama!

Sekarang ke olahraga! Pasti semua tahu deh gue suka banget sama Internazionale! hehehe. Klub sepakbola asal Italia ini menjadi klub yang gue suka sejak tahun 1993. kalau mau tahu sebabnya gue suka klub ini, loe bisa baca catatan gue: di sini. Sebenarnya bukan hanya Inter klub sepakola yang gue suka, walau memang cinta gue yang paling besar sepertinya milik Inter. kalau klub lain sebatas ‘penggembira’ aja. Klub-klub lain itu yaitu Barcelona (Spanyol), Liverpool (Inggris), Marseille (Prancis), Ajax (Belanda), Kaiserslautern (Jerman), Persikota (Indonesia)…hehehe

Untuk timnas jelas gue suka sama timnas Indonesia dan Italia. Kenapa Italia, gue pernah menulis mengenai kenapa gue suka hal-hal yang berbau Italia (loe bisa baca di sini), dan ini juga pastinya kebawa sampai ke dunia sepakbola.

Lalu untuk urusan sepakbola gue paling benci sama klub Juventus, Milan, Manchester United, dan sama timnas Thailand. Untuk ketiga klub yang gue sebut pertama nggak ada alasan lain selain rivalitas. So bukan karena kenapa-kenapa atau ada alasan historis-nya… Tapi kalau timnas Thailand, gue sebel aja habis susah banget dikalahinnya sama timnas Indonesia! hehehe

Di dunia olahraga ada lagi klub-klub atau team olahraga yang gue suka selain sepakbola; yaitu Ferrari (F1), Yamaha (MotoGP), dan Boston Celtics (NBA)-dulu gue suka Seatle Supersonic, tapi sekarang bubar! Dan setiap menyaksikan tim-tim ini saat berlaga membuat hidup makin lebih hidup! Yah minimal bikin deg-degan dan membuat adrenalin naik lah… hehehe

Sekarang ke dunia literature… Gue suka baca semua jenis media yang ada tulisannya deh. Buku, koran, ataupun majalah. Untuk buku gue punya satu buku favorit sepanjang masa. Judulnya Burung Berkicau karangan Anthony de Mello. Kalau mau tahu tentang apa mengenai isi dari buku ini bisa baca di sini. Selain itu gue juga suka baca buku dari berbagi jenis. Dari sejarah, sastra, agama, seni, budaya, selain tentunya buku-buku tentang dunia yang saat ini gue gelutin yaitu desain grafis, advertising dan komunikasi. Beberapa judul buku lain yang menjadi favorit gue diantaranya: Saman karangan Ayu Utami, Perang Suci karangan Karen Armstrong, buku-buku karya Sindhunata, Cau Baukan dari Remy Sylado, dan beberapa buku-buku sejarah yang bisa memuaskan rasa ingin tahu gue…

Dan ntuk buku, gue ada pengecualian dikit. Gak ada buku yang gue ‘benci’ karena bagi gue setiap buku itu merupakan buah pikiran seseorang, yang berarti gue nggak akan peduli seandainya gue nggak setuju sama buah pikiran dari si penulis. Walau gue tetep aja agak males kalo ngeliat banyak judul buku yang hadir karena ‘ngikut’ aja. Alias karena ada judul yang lagi meledak, maka akan banyak hadir buku dengan tema sejenis… Contohnya waktu pertama kali Ayu Utami menulis Saman dan dianggap sebagai sebuah revolusi isi dari seorang penulis perempuan yang menggambarkan tema seks secara ‘berani’ namun kreatif, dan nggak lama hadir juga banyak karya penulis perempuan yang mengangkat tema yang sama.

Sekarang ke soal makanan. Makan yang paling suka adalah ayam rica-rica bikinan nyokap gue! Potongan yang kecil-kecil, bumbu yang menguning dan kental, plus nasi panas, itu yang bikin gue bisa makan berkali-kali dalam sehari! Enak banget dah… Selain itu, gue juga merasakan pengalaman yang menyenangkan saat gue manyantap:

  • Somay di daerah Sewan Tangerang
  • Nasi Campur Kenanga (yang di Supermal Karawaci)
  • Nasi Gila Zaenal (depan GKI perumnas tangerang)
  • Burger Blenger cabang BSD
  • Sop Iga Sapi buatan Bude gue
  • Angkringan Giman di daerah Wirobrajan
  • Sengsu di daerah Sleman
  • Sate ayam dan tongseng di pasar Muntilan
  • Ayam bakar dan iga bakar Bulungan
  • Nasi uduk di komplek gue
  • Udang Mayonaise di Red Bean
  • Bakmi di Pasar Lama Tangerang
  • Kepala ikan kakap di Uda Juo Harapan Kita,
  • dan banyak lagi hehehe

Trus gue paling benci sama masakan yang kebanyakan mecin atu penyedap masakan. Di tenggorokan rasanya nggak enak banget. Trus gue juga paling benci sama makanan yang cuma enak kalo di makan di tempat, alias kalo dibungkus rasanya udah beda. Padahal kan gue kadang pingin bawa juga buat orang rumah. Jadinya seheboh apapun gue cerita soal makanan enak, jadi agak kurang mantaf kalo kelezatannya udah agak sedikit berkurang pas sampe di rumah…

Masih banyak sih hal yang gue suka dan gue benci di hidup ini🙂 Tapi gue tetap mencoba menikmati aja semuanya tentunya dengan cara gue sendiri. Seperti gue tulis di awal catatan, emang semua ini soal selera dan nggak ada yang bisa menganggu gugat. Karena itu gak masalah jika tiap orang memiliki kesukaan dan kebencian akan segala sesuatu.

Asal nggak saling usik, ini justru menjadikan hidup ini makin berwarna… Bukan begitu?

Baca juga: Suka dan Benci akan Sesuatu = Citra Diri gue?