Seringkali gue berada dalam satu keadaan dimana gue mau berubah. Berubah karena gue merasa sudah lelah sama semua yang gue jalanin. Rutinitas yang ‘biasa’, aktivitas yang membosankan, hingga ke banyak kebiasaan jelek yang mungkin aja nggak merugikan orang lain, tapi justru sebenarnya bikin hidup gue makin nggak jelas arahnya.

Intinya sih gue ingin melakukan sebuah perubahan yang gue mulai dari hal-hal kecil yang akan gue lakukan. Dan itu jadi semacam ikrar. Gue mau kebiasaan lama dan hidup lama gue digantikan dengan kebiasaan dan cara hidup yang baru. Dan pada awalnya ini nggak menjadi kesulitan yang berarti, karena pada dasarnya niat udah terpupuk dengan mantap, jadi jalan seakan terbuka dengan sendirinya.

Tapi jeleknya gue, kadang gue juga pingin orang lain merasakan apa yang gue rasakan. Setiap gue mengalami sebuah perubahan yang positif, sadar atau nggak sadar gue juga pingin mereka merasakan kebahagiaan yang gue alamin. Gue jadi kayak tenaga pemasar yang sibuk ‘persentasi’ ke sana ke sini, terutama ke orang-orang terdekat dan teman-teman gue bahwa ada sesuatu yang seandainya mereka mau lakuin, niscaya mereka juga bisa ngerasain kebahagiaan seperti yang gue alamin.

_______________________________________

Emang niat gue baik, gue ingin berbagi kebahagiaan. Tapi kadang niat gue itu seringkali menjadi sebuah bentuk pemaksaan kehendak, walau secara nggak langsung. Kadang gue menggampangkan segala sesuatu, dan nggak mau melihat lebih jauh keadaan atau kondisi berbeda yang mungkin sedang dialamin oleh orang-orang di sekitar gue…

Gue kadang dengan PD yang kebanyakan seringkali terlalu antusias, dan sayangnya seringkali juga mungkin antusiasme gue berada pada ruang dan waktu yang nggak tepat. Dengan mudahnya gue berbicara banyak tanpa melihat apakah semua yang gue bicarakan memang sesuatu yang ingin mereka dengar. Di situlah mungkin letak kesalahan gue yang mendasar yang seringkali gue lakuin…

Memang bicara itu gampang. Bahkan saat sesuatu yang gue bicarakan panjang lebar itu seringkali belum total dan sepenuh hati gue lakukan. Gue kadang terlalu sombong untuk ‘memamerkan’ sesuatu yang baru itu untuk gue bagi. Ya jadinya gue seringkali juga melebih-lebihkan; walau nggak niat bohong, tapi hanya karena gue sendiri belum sampai ke tahap yang sebenarnya itu…

Kebahagiaan dan perubahan yang gue sering gembar-gemborkan seringkali dilihat banyak orang justru belum ada apa-apanya di diri gue. Belum banyak yang bisa dilihat dari diri gue. Tapi kok bisa ya gue udah bicara ke sana-ke sini??

Sekali lagi memang niat awal gue hanya ingin berbagi aja. Tapi harusnya gue bisa melihat lebih dalam akan segala sesuatu dan membiarkan setiap proses berjalan dengan sendirinya. Kadang, masing-masing cara yang dipilih oleh orang lain justru gue akuin punya banyak kelebihan ketimbang cara yang gue lakukan. Gue emang perlu belajar lagi soal kerendahan hati sepertinya…

Nggak ada sama sekali niat gue untuk merubah seseorang. Karena untuk merubah diri sendiri aja belum sepenuhnya dapat gue lakukan. Itu yang harusnya selalu gue pegang…

Berbagi kebahagiaan emang baik. Tapi ada baiknya semuanya itu gue lakukan dengan sikap dan tindakan gue yang nyata, dan tidak melulu hanya lewat omongan. Kadang setiap hal sederhana yang positif yang bisa gue ‘tularkan’ justru bisa menjadi sebuah pesan yang efektif yang bisa gue bagi ke banyak orang tanpa gue harus bicara banyak.

Dan tanpa sadar, aura positif akan bisa menyebar kemanapun gue melangkah, sekalipun semua gue lakukan dalam diam dan dalam keheningan. Berkontemplasi dalam karya dan tindakan memang sebuah cara yang harus gue coba mulai dari sekarang… Hmm… berat banget kayae hehehehe  Tapi, nggak lah ya… Make itu Fun!