Ungkapan ini seringkali hadir belakangan ini. Gue dengar dari banyak orang yang ditujukan buat gue sendiri ataupun buat orang lain yang kebetulan gue kenal. Ungkapan tiga kata yang sederhan tapi bermakna lumayan gede buat gue. Ungkapan yang membuat gue kembali bersemangat menjalani banyak hal baru dalam hidup gue.

Semangat. Kata ini yang seringkali gue berusaha untuk kumpulin dalam menjalani sebuah tahapan dalam hidup gue. Dan semangat ini yang seringkali juga susah bener muncul hanya karena satu hal: seringnya gue menoleh ke belakang. Hal ini memang jadi kebiasaan buruk gue. Seringkali gue selalu aja melihat hal yang nggak enak yang udah gue laluin, dan seringkali pula langkah hidup gue pun jadi agak tersendat karenanya…

_________________________________________

Pada awalnya sih niat gue bagus. Gue seringkali menoleh ke belakang sebagai bahan refleksi dan untuk melihat segala sesuatu yang gue jalanin dari banyak sudut pandang untuk kemudian gue bisa tarik sedikit banyak pelajaran. Dan memang gue cukup bisa ngelakuin itu sesuai dengan porsi yang pas. Nggak bikin enek dan nggak bikin kekeyangan…

Tapi memang sesuatu yang berlebihan apapun itu, memang nggak baik. Akhirnya seringkali belakangan gue malah terlalu banyak menoleh ke belakang, yang justru membuat pikiran gue makin nggak keruan. Perasaan kecewa, perasaan sedih, dan rasa bersalah atau sesuatu yang udah pernah gue lakukan justru jadi bumerang buat gue dan menghalangi niat dan tekad bulat gue yang sebenarnya ingin terus melangkah dengan hepi…

Proses refleksi dan permenungan gue seringkali kelamaan, dan ujung-ujungnya malah jadi beban sendiri buat gue. Proses yang harusnya bisa menjadi tahapan objektif yang positif malah sering jadi tahapan yang sangat subyektif dan mengganggu. Gue seringkali melihat faktor guenya yang pada akhirnya memegang peranan penting dan pantes buat disalahkan atas setiap kegagalan, kekecawaan ataupun hal nggak enak yang pernah gue alamin.

Hal ini jadi bermasalah kalo berlarut-larut, karena memang sebenarnya semuanya dah lewat. Dan gue sebenarnya pun menyadari hal itu. Gue sadar kalo ada hal yang nggak bisa gue balikin atau gue perbaiki. Tapi seringkali gue terlalu keras atau jahat banget kalo boleh dibilang sama diri gue sendiri… Orang lain aja kadang nggak memperlakukan gue kayak gini!

Perasaan bersalah kadang jadi beban yang seharusnya nggak boleh ada. Seandainya ada pun harusnya nggak boleh hadir terlalu lama kalo gue mau terus melangkah. Terlalu seringnya gue menoleh ke belakang bukan membuat gue semakin belajar, tapi malah semakin membuat gue keberatan beban…

Gue sih selalu berusaha untuk mengurangi kebiasaan gue ini. Gue harus mulai mengubah cara pandang atas semua hal yang pernah gue lewatin, sepahit dan seancur apapun itu… Dan ada satu sharing dari temen gue yang betul-betul bisa membuat gue belajar untuk melupakan segala sesuatu yang sudah lewat. Temen gue pernah bilang, kalo gue seringkali merasa bersalah berkepanjagan dan gak bisa maafin diri gue sendiri, ada kemungkinan gue akan melakukan hal yang sama jika ada orang lain yang kebetulan punya salah sama gue…

Dan Gosh! gue jadi tersadar. Mungkin juga benar. Karenanya gue mau berusaha untuk tidak terlalu banyak menoleh ke belakang dan terlalu ‘keras’ sama diri gue, karena sadar atau tidak sadar gue bisa aja melakukan hal yang sama ke orang lain, dan mungkin aja diantaranya adalah orang-orang terdekat gue…

Hpfh… mudah-mudahan enggak lah ya. Karenanya gue harus mulai belajar untuk terus melihat ke depan mulai dari sekarang. Apapun caranya, karena itu jauh lebih baik daripada gue berkutat terus sama hal yang sebenarnya udah lewat…

Easy come easy go… Selalu ada hal baru yang udah nunggu gue. Bukan begitu?