Sabtu siang gue hadir dalam sebuah acara doa bersama kelompok Pelayanan Kasih dari Ibu yang Bahagia. Hari itu cukup istimewa karena gue mengajak serta kedua orang tua dan adik gue. Siang itu cukup panas, namun kerinduan untuk berkumpul dan berdoa bersama mengalahkan panasnya udara hari itu.

Hari itu bertambah istimewa karena sejak tiga tahun lalu, baru kali ini akhirnya kita sekeluarga bisa berkumpul secara lengkap. Ya, karena adek gue yang ada di Jogja udah pulang ke Tangerang. Dan sungguh gue merindukan sosoknya sekaligus saat-saat dimana kita bisa menghabiskan banyak waktu bersama keluarga, termasuk di dalam doa.

____________________________________

Keluarga gue memang boleh dibilang bukan tipe keluarga yang sangat religius. Tapi walau begitu, bapak ibu gue selalu mengajarkan prinsip keterbukaan dan kebersamaan dalam keluarga. Dan itu berlaku buat hal apapun. Baik saat kita bertukar pikiran, maupun saat melakukan berbagai aktivitas dari jalan bareng, olahraga, hingga doa bersama. Dan justru di saat-saat seperti ini gue merasa sungguh dikuatkan. Yah, maklum aja sebagai seorang anak gue ngerasa masih jauh banget dari sosok anak yang ideal. Gue masih seringkali sibuk sama dunia gue sendiri. Untung banget gue masih mempunyai keluarga yang begitu peduli satu sama lain.

Saat ke gereja bareng atau saat berdoa bersama di rumah, di situlah gue merasa kalo gue merasa beruntung karena gue masih memiliki keluarga yang penuh cinta. Walau kita hidup sederhana, dan mungkin aja bukan tipe keluarga yang ideal kalo dilihat dari bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari;- misalnya jika dikaitkan dengan teori kehidupan berkeluarga- tapi gue merasa keluarga gue tetaplah keluarga yang terbaik.

Kedua orang tua gue juga bukan berasal dari kalangan terpelajar, apalagi orang pinter yang suka minum tolak angin, hehehe. Tapi kebersamaan dan kasih memang bisa hadir dalam banyak cara. Dan jujur, baik kedua orang tua gue maupun adek gue paling jago soal yang satu ini, walau mungkin nggak pernah baca banyak buku atau mengeyam pendidikan di tingkat yang tinggi…

Dan ketika kita semua saling mendoakan bersama dalam satu kesempatan, memang nggak ada lagi yang perlu dibuktikan, kalo kasih dan cinta itu sungguh mengalir dengan sendirinya. Saat kedua orangtua gue berdoa buat kebaikan dan kesuksesan kita berdua atau saat gue dan adek gue menghaturkan permohonan buat kesehatan dan kehidupan yang damai selalu buat kedua orang tua gue, di saat itulah kami semua saling menguatkan satu sama lain.

Dan memang semua juga tidak perlu terlontar dengan kata-kata indah. Cukup kata-kata sederhana yang tersusun atas nama cinta, dan itu yang akan selalu ‘menemani’ setiap saat, bahkan disaat kita semua sedang sibuk menjalani aktivitas masing-masing.

Nggak ada lagi yang bisa gue gambarkan, selain hanya ucapan syukur buat keluarga yang penuh cinta… Semoga kita selalu bisa menemukan kekuatan dalam dalam doa dan dalam setiap kebersamaan yang kita jalanin bersama…

Love you full…

pemanisbuatan_ant@yahoo.com