Resolusi, retret, adalah sebuah tahapan saat gue beranjak dari sebuah keadaan lama menuju keadaan baru. Tahapan dimana menjadi saat titik tolak dalam sebuah perjalanan hidup.

Kedengarannya emang ‘berat’ banget, tapi bagi gue nggak juga ah. Proses ini harusnya bisa menjadi sebuah proses yang sederhana, walau membutuhkan sedikit kesabaran.

Memang segala sesuatunya pasti memiliki alasan. Begitu juga dengan proses ‘pengumpulan kembali’ yang saat ini sedang coba gue lakukan.

Gue berusaha mengumpulkan kembali semangat dan niat untuk berbagi lebih banyak kasih buat orang-orang terdekat yang ada di sekitar gue. Dan alasan yang paling utama adalah kembalinya adik gue tercinta dari Jogja untuk berkumpul kembali bersama keluarga di sini.

________________________________________

Alasan ini memang bukan satu-satunya, tapi cukup besar sehingga membuat gue memberanikan diri untuk menjadi pribadi yang baru di tengah-tengah keluarga. Pribadi yang lebih sabar, pribadi yang punya waktu lebih banyak buat keluarga, dan pastinya bisa menjadi kakak sekaligus sahabat yang terbaik buat adik gue.

Mungkin selama ini gue nggak bisa menjadi seorang sahabat yang baik buat adik gue. Sebagai teman bicara yang ena, sekaligus sebagai penghibur di kala susah. Dan ini memang seringkali yang membuat gue sedih kalo inget. Untungnya adik gue seorang yang sabar dan pemaaf. Segala sesuatunya seringkali disimpannya dalam hati, dan nggak ingin gue ngerasa kesedihan yang dialami.

Dan karena itulah gue ingin mengumpulkan kembali banyak kenangan indah yang gue sama adek gue pernah lewati, sekedar untuk mengingatkan bahwa gue memiliki seseorang yang begitu penuh cinta dan perhatian, dan seringkali gue nggak menyadarinya. Banyak waktu yang mungkin kebuang begitu aja, dan memang terasa sangat ingin gue gantikan semuanya itu dalam semalam. Tapi gue percaya, segala sesuatu memang harus dimulai, dan yang paling utama adalah bagaimana gue bisa menjalaninya tanpa pernah lagi membuatnya kembali hilang.

Kadang gue merasa aneh aja. Gue selalu bisa menjadi sahabat dan teman ngobrol terbaik (kata orang sih..:P) buat teman-teman di sekitar gue. Gue seringkali menjadi pendengar yang baik sekaligus sebagai penyemangat di saat teman-teman gue menghadapi suatu masalah. Tapi kenapa gue nggak bisa melakukan hal yang sama buat adek gue? Itu yang seringkali membuat gue merasa bersalah banget. Mungkin gue ama adek gue sering menghabiskan waktu buat senang-senang bareng. Jalan, nonton, makan, yah pokoknya apaun yang menyenangkan. Tapi ternyata semua itu nggak lantas bisa membuat gue jadi sahabat terbaik. Justru saat adek gue lagi susah, gue susah banget buat dicari sama adek gue… Tapi walau begitu,  tetap aja dia nggak pernah komplain. Semua disimpannya dalam hati.

Ya, banyaknya waktu yang hilang itu membuat gue memiliki keinginan kuat untuk menggantinya, walau mungkin nggak sempurna. Tapi gue sih percaya kalo adek gue bisa ngelihat niat baek mas-nya ini🙂 jadi setidaknya gue bisa mulai belajar untuk menjadi rekan, sahabat dan orang terdekat buat adek gue baik di saat seneng maupun susah. Karena bagaimanapun, gue tetap mas-nya yang mungkin aja seringkali dibutuhkan saat adek gue ingin berbagi cerita yang mungkin nggak bisa didapatkan bersama teman-temannya.

Mungkin sekarang memang saat yang tepat untuk mengumpulkan kembali semuanya. Waktu berharga, semangat dan keinginan baik untuk menghabiskan banyak waktu yang berharga bareng adek gue dan keluarga gue juga tentunya. Ibaratnya gue dapet kesempatan kedua nih! Dan gue nggak bakal menyia-nyiakannya.

Dear sister, you are still the best sister in the world!🙂 Makasih buat semua cinta yang udah pernah mengalir selama ini buat gue. Gue juga selalu akan mencoba melakukan hal yang sama. Gue akan berusaha, dan ini adalah janji gue. Love you full, dear sister!

pemanisbuatan_ant@yahoo.com