Beberapa saat lalu, ketika gue mengalami kecelakaan motor dan gue harus beristirahat selama hampir 3 minggu di rumah, gue merasa kalo gue sedang diingatkan. Bukan soal kehati-hatian, soal berharganya kehidupan, soal pentingnya bersyukur, atau soal pentingnya keselamatan berkendara. Semua memang ada benarnya. Tapi ada satu hal yang terbesit di benak gue, dan sungguh gue merasa kalo saat itu gue sedang diingatkan akan suatu hal…

Ini soal keluarga. Ya, keluarga. Emang ada hubungannya keluarga sama peristiwa kecelakaan yan gue alamin? Setelah gue merasakan dan memahami ternyata memang ada. Gue ternyata diingetin, kalo banyak waktu gue udah  terbuang, dan hanya sedikit diantaranya yang gue habiskan bareng keluarga gue. Okelah, gue sekarang memang tinggal di rumah gue yang terpisah dari rumah orang tua. Dan dari segi waktu, memang gue hanya punya kesempatan di hari Sabtu dan Minggu untuk mengunjungi dan berkumpul bersama mereka. Tapi sayang, waktu dua hari pun seringkali terlewat begitu saja, tanpa gue sempat menghabiskan waktu bareng keluarga gue.

________________________________________

Adik gue saat ini ada di Jogja, dan memang ini cukup membuat gue merasa kehilangan dan kangen sama dia. Terlebih lagi kedua orang tua gue. Udah adek gue di Jogja, gue di Cisauk, dan jarang pulang pula! Pastinya mereka kangen sama kami berdua.

Balik lagi ke saat gue mengalami kecelakaan; gue mengalami luka2 cukup parah di sekujur badan gue walau gue nggak mengalami cedera berarti di bagian tulang ataupun bagian dalam tubuh gue. Tapi gue tetap harus beristirahat total. Saat itu orang tua gue ingin gue istirahat di rumah bareng mereka, dan gue sih setuju aja. Karena secara gue emang nggak bisa ngapa-ngapain. Buat jalan aja susah…

Di balik itu, gue merasa, mungkin ini yang dimaksud kalo gue lagi diingetin. Gue sedang ‘membayar’ waktu gue yang banyak kebuang bersama keluarga, walau caranya yah mesti sambil menahan perih di sekujur tubuh setiap harinya, hehe. Tapi gue sih percaya, mungkin ini salah satu pelajaran yang bisa gue ambil dari sebuah peristiwa yang gue alamin, dan ternyata di tengah rasa sakit, gue sungguh menikmati saat-saat bersama keluarga gue!

Gue akuin selama ini gue terlalu sibuk. Gue kadang memang kangen saat-saat ketika gue ngobrol ngalor ngidul bareng bapak sama ibu di pinggir kolam di belakang rumah gue, atau saat kita cari makan di luar sekedar untuk menikmati wedang ronde kesukaan ibu. Dan gue nggak mau lagi deh, kehilangan saat-saat mengasyikan itu, karena bagi gue keluarga merupakan harta yang paling berharga…[Jadi inget song theme dari Keluarga Cemara’ :)]

Dan layaknya harta yang berharga, udah layak dan sepantasnya kalo gue sungguh bisa menjaganya agar nggak hilang. Sesibuk apapun gue, dimanapun gue berada, dan dengan siapapun gue menjalani kehidupan, gue tetap percaya kalo gue akan kembali kepada keluarga untuk sekedar mengulang saat-saat bersama, dan ketika hal sederhana menjadi sesuatu yang istimewa. Dan mungkin nggak lama lagi, setelah adek gue akan kembali dari Jogja, kebersamaan ini akan makin sempurna. Akan banyak lagi waktu yang bakal kita habiskan bersama, akan banyak warung makan yang mungkin akan kita sambangi, dan akan banyak cerita dan obrolan yang akan kita bagi.

Dan semuanya itu nggak bisa digantikan dengan apapun…