Kadang malam hari menjadi sebuah waktu yang panjang buat gue. Malam menjadi sebuah titik dimana semua yang terjadi hari ini berkumpul jadi satu dan membebani pikiran. Hari yang berat, hari yang melelahkan, hari yang ingin segera dilewati adalah beberapa dari keluh kesah gue yang menemani malam panjang. Sekalipun sisa malam itu gue habiskan untuk bersenang-senang, tetap pada satu titik gue harus kembali pada sebuah ruang dimana segala sesuatunya kembali pada keheningan, dan dengan sebuah tarikan nafas panjang penuh beban akhirnya gue melarikan diri gue untuk masuk ke dalam ruang mimpi.

Tapi ternyata semuanya tidak berhenti di situ, ruang mimpi menjadi sebuah dunia lain yang kadang juga melelahkan buat gue. Mimpi bisa jadi hal menakutkan dan bisa menguras energi juga karena mimpi seakan hadir dalam bentuknya yang paling nyata. Tapi untunglah, semua nggak akan berlangsung selamanya. Selalu ada akhir. Dan akhir itulah yang bernama ‘pagi’. Dan gue bersyukur bahwa selalu ada pergantian hari, yang berarti selalu ada hal baru yang akan menggantikan hal yang tidak menyenangkan yang gue alamin di hari sebelumnya. Tapi apa memang sesederhana itu?

________________________________________

Gue akan menjawab dengan yakin, ya! Sesederhana dan semudah itu. Buat gue, pagi menjadi sebuah ruang baru yang masih kosong dan yang pastinya harus gue isi dengan banyak hal baru yang akan gue dapatkan hari ini. Pagi buat gue menjadi sebuah kesempatan baru untuk merasakan sensasi lainnya dari yang  namanya hidup. Kemarin boleh aja gue ngerasain banyak hal nggak enak, tapi hari ini belum tentu. Gue yakin semua yang terjadi di hidup gue akan selalu mengikuti hukum relativitas, yang berarti tidak akan ada sesuatu yang berjalan tetap tanpa adanya suatu perubahan.

Tapi kadang situasinya seakan terbalik. Bukan gue yang menjemput dan menyambut pagi, melainkan pagi yang membangunkan gue; istilah lainnya adalah: lagi-lagi gue kesiangan! Hehehe Energi terlalu banyak gue habiskan di malam sebelumnya, sehingga saat pagi mulai datang, proses asupan energi baru yang sedang berlangsung di metabolisme tubuh gue belum selesai… Dan biasanya gue akan ‘grasa grusu’ istilahnya; ketika pagi datang.

Gue sadar, kalo memang cara yang terbaik untuk menyambut pagi adalah bangun dengan keadaan yang segar, untuk kemudian mengucap syukur pagi itu, dan melakukan beberapa aktivitas ringan. Bikin kopi, beranjak ke teras dan ke taman di samping rumah gue sekedar untuk menghirup udara segar, dan mengambil koran Kompas gue yang udah tergeletak di lantai karena dilempar begitu saja oleh loper koran, lalu membacanya di teras rumah sambil melihat orang lalu lalang saat memulai aktivitas masing-masing…

Pagi harusnya bisa menjadi sebuah moment dimana gue membersihkan otak dan pikiran gue dalam arti yang sebenarnya. Gue nggak perlu memikirkan apapun dulu, karena memang gue harus menikmati pagi sebagai sebuah pagi, tanpa perlu banyak beban. Pikiran gue harus benar-benar fresh agar siap merasakan banyak hal baru hari ini. Dan itu sebebenarnya bisa dimulai dari hal yang sederhana, bangun lebih pagi, bikin kopi, dan menghirup dalam-dalam udara basah pagi… seger… (apalgi kalo semalam habis hujan, hm…)

Sayang kalo gue melewatkan banyak pagi sebenarnya hanya gara-gara gue kesiangan. Karena menurut gue pagi adalah waktu dimana segala sesuatu  yang gue lihat dan rasakan nisacaya akan berpengaruh sama apa yang akan gue jalani pada hari ini. Jika gue melewati pagi dengan mood yang nggak menyenangkan, gue yakin kalo hari itu pun akan dilalui dengan banyak hal yang tidak menyenangkan. Tapi sebaliknya jika gue bisa melewati pagi dengan rasa syukur, dengan senyum, dan gue sungguh bisa menikmatinya, gue yakin hari ini pun akan menjadi hari yang penuh dengan kejutan menyenangkan buat gue. Dan itu semua adalah pilihan yang bisa gue ambil. Mau melewati pagi dengan tergesa-gesa, atau menikmati pagi dengan santai, sambil merayakannya sebagai sebuah momentum awal yang menyenangkan; layaknya garis start dari sebuah rute panjang yang akan gue lalui hari ini… Hingga saatnya gue sampai ke garid finish, gue bisa melewatinya dengan hati yang tetap penuh dengan suka cita.

Seperti petikan lagu dari Bob Marley berjudul ‘hree Litle Birds’:

Rise up this mornin’; smiled with the risin’ sun.
Three little birds pitch by my doorstep
Singin’ sweet songs of melodies pure and true; saying,
“This is my message to you-ou-ou.”
pemanisbuatan_ant@yahoo.com

Singin’: “Don’t worry about a thing, ‘cause ev-ry little thing gonna be all right.”
Sayin’: “Don’t worry about a thing, ‘cause ev-ry little thing gonna be all right!”