Gue menikmati pekerjaan gue. Sebagai seorang graphic designer di brand and communication dept di sebuah perusahaan, sekaligus juga sebagai seorang freelancer atau side jobber tepatnyaūüôā

Gue menikmati tugas harian gue di kantor dalam merancang sebuah bentuk materi promosi dan iklan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis perusahaan gue. Setiap proses brief, pencarian ide, pematangan konsep hingga eksekusi terhadang harus gue kerjakan ‘end to end’, dan itu sangat mengasyikan. Ketika gue harus menghadapi keinginan banyak user, gue harus sungguh bisa melihat kebutuhan mereka akan sebuah bentuk komunikasi visual yang efektif sebagai sebuah tantangan. Sebagai seorang visual¬†& marketing communicator, gue harus bisa menjebatani kebutuhan user dengan sebuah strategi komunikasi yang pas, dalam artian bisa memberikan kebahagian buat gue, buat user, sekaligus berhasil secara pesan komunikasinya.

Begitu juga saat gue mengerjakan proyek desain di luar kantor. Ketika klien membutuhkan solusi komunikasi yang tepat, gue harus bisa menjadi rekan yang bisa diandalkan. Dan ini memang terkadang gak mudah. Keinginan klien, idealisme gue, dan faktor komersialisasi menjadi sebuah mata rantai yang saling berhubungan dan berpengaruh pada hasil yang gue kerjakan. Tapi, so far gue tetap bisa menjalani itu dengan seimbang. Dalam artian, gue masih bisa memuaskan klien dengan pekerjaan gue dan memperoleh nilai ekonomi, sekaligus juga gue bisa tetap mempertahankan kualitas dari setiap karya yang gue buat. Nggak harus idealis, tapi setidaknya, gue tetap bisa mengeksplorasi ilmu yang gue punya untuk membantu klien gue berkomunikasi bisnis secara maksimal.

_______________________________________

Baik di kantor, maupun saat freelance itungannya memang jelas. Gue dibayar untuk segala sesuatu yang gue lakukan. Walau dalam kasus proyek desain freelance, soal nilai sebuah pekerjaan menjadi sesuatu yang sangat relatif. Dari perspektif bisnis dan disiplin bidang desain grafis itu sendiri, memang nggak pernah ada patokan nilai yang jelas dalam pengerjaan sebuah desain. Bukan cuma gue yang merasa begitu, bahkan proyek-proyek desain dengan skala besar pun begitu. Tapi di sisi lain, kepuasaan dalam pekerjaan memang nggak bisa dinilai dalam satuan rupiah tertentu. Klise? Iya. Tapi ini sungguh gue alamin dan seringkali gue hadapi dalam setiap pekerjaan yang gue lakukan sehari-hari.

Dalam pekerjaan sehari-hari di kantor, memang sulit jika harus berpatokan pada job desk yang berlaku. Memang ini kelihatannya aneh, tapi maksud gue, seringkali gue juga harus fleksibel. Terkadang jika banyak hal lain yang seandainya bisa gue lakukan untuk kebutuhan user, ya akan gue lakukan. Mungkin aja secara job desk, gue hanya bertanggung jawab dari segi artistik visual. Tapi nggak jarang, gue juga harus memikirkan sisi copywriting yang memiliki sisi dan keahlian yang agak berbeda dari yang selama ini gue lakukan. Bukan berarti gue sok bisa, tapi gue sekalian belajar juga dengan begitu. Setiap hal baru menjadi sebuah tantangan sekaligus pembelajaran yang berarti buat gue. Memang terkadang hal ini menyita waktu dan energi. Terlebih jika deadline sedang memuncak, dan gue tidak lagi mempunyai pilihan selain harus menentukan skala prioritas kerjaan yang harus diselesaikan. Ini tantangan yang sebenarnya buat gue.

Begitu juga dalam dunia freelance, seringkali gue juga nggak tega jika harus menetapkan standar nilai yang ‘kaku’ pada setiap proyek¬†desain yang gue kerjakan. Bukan berarti gue nggak profesional atau setengah hati,¬†tapi ada banyak hal yang memang jadi pertimbangan gue¬†dalam menangani klien yang pastinya memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Gue bukan seorang idealis juga yang memiliki keinginan setiap saat untuk mengedukasi klien (istilahnya para praktisi)… Gue hanya ingin mengerjakan sesuatu dengan hati, tetap profesional, tapi juga kadang melihat faktor¬†lain yang mungkin aja nggak ada dalam sebuah rumusan bisnis yang berkutat di seputar itungan untung rugi. Bisnis emang nggak melulu soal itu, dan ketika menghadapi hal-hal semacam ini, sekali lagi gue akan tetap menjalaninya dengan hati, karena gue percaya setiap proses yang gue jalani secara benar akan berpengaruh positif pada hasil dan proses-proses kelanjutannya; dalam bentuk apapaun nantinya. Dan itu yang membuat gue secara sadar dan bahagia mengeyampingkan dulu faktor itung-itungan dalam sebuah pekerjaan. Bukan hanya soal nilai ekonomis, tapi juga dari segi waktu dan energi.

Memang seringkali terbesit keraguan, ataupun perasaan iri saat gue melihat banyak rekan-rekan gue di kuliah dulu yang mungkin dibayar berkali-kali lipat untuk sebuah pekerjaan yang sama di perusahaan lain. Atau kisah yang seringkali gue jumpai dari sesama freelancer akan nilai sebuah proyek desain yang ‘wah’,¬†meski bagi gue sebenarnya pekerjaan itu tidak terlampau berat dan menyita energi. Tapi semua pikiran itu gak mengganggu gue dalam waktu lama. Gue sadar kok dengan semua yang gue lakukan.¬†Dan karena kesadaran itu,¬†berarti setiap pilihan yang gue ambil sepenuhnya menjadi tanggung jawab gue. Soal apa yang akan gue dapatkan, honestly, gue percayain aja sama proses yang¬†sedang gue jalani. Ketika gue memutuskan untuk melakukan sesuatu tanpa banyak berhitung, gue akan tetap melakukan itu dengan konsisten dan dengan hati yang senang. Sekali lagi gue percaya proses. Mungkin hasilnya belum terlihat, tapi jalan-jalan ke arah sana tetap gue yakini akan selalu ada. Karena itu gue gak akan menganggap semua yang gue lakukan adalah percuma.

Terkadang, nggak semua¬†hal memang bisa diukur. Keberhasilan, kepuasan dan kebahagiaan saat bekerja pun menjadi sebuah¬†bentuk yang absurd, samar dan sangat fleksibel. Gue juga percaya kalo hal ini juga berlaku buat semua orang; di disiplin ilmu dan bidang pekerjaan apapun.¬†Dan faktor fleksibilitas¬†itu yang kadang membuat hidup gue bisa lebih punya warna. You don’t know what you got till it’s gone. Dalam konteks berbeda, bisa diartikan bahwa: hasil yang memuaskan akan bisa gue ketahui dan diraih jika gue sudah sungguh-sungguh menyelesaikan semuanya dengan baik. Dan¬†gue hanya butuh sedikit bersabar, karena¬†mungkin memang bukan sekarang waktunya…

pemanisbuatan_ant@yahoo.com