Dalam setiap proses perjalanan yang gue lalui, selalu saja ada banyak hal-hal baru yang gue temui. Dan hal–hal itu seringkali menjadi sebuah kesempatan baru yang harus gue ambil kalo gue nggak mau menyesal nantinya. Tapi masalahnya, gue orangnya rada pemalas untuk memulai segala sesuatu yang baru, walau sebenarnya segala sesuatu bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana.

Ada banyak hal lain yang juga ‘menunggu’ untuk gue kerjakan. Banyak file-file di komputer gue yang harus di-backup, kamar gue yang belum juga gue rapiin, beberapa buku dan film baru yang gue beli dan belum sempat gue tonton, sampai keinginan gue untuk memulai sebuah usaha baru yang sebenarnya cukup memiliki peluang bagus jika mau gue jalankan.

______________________________________

Gue emang kadang susah untuk fokus saat gue harus mengerjakan banyak hal sekaligus. Saat ini, masih banyak PR yang harus gue kerjakan di kantor yang belum gue selesaikan. Beberapa proyek desain juga masih dalam tahap proses penyelesaian. Dan rasa-rasanya gue ingin menyelesaikan itu semua dulu sebelum gue memulai kerjaan yang baru. Atau emang gue aja yang gak niat ya?

Bener kata banyak orang, bahwa untuk memulai sesuatu adalah sebuah hal yang susah dijalankan. Tapi kalo sudah dimulai, biasanya segala sesuatunya akan ‘mengalir’ dengan sendirinya. Selalu saja ada jalan yang membuat semuanya menjadi mudah. Tinggal bagaimana gue harus mengumpulkan semangat dan tekad untuk melakukan sebuah tindakan awal dan menjadi ‘titik tolak’ dari banyak proses-proses selanjutnya.

Sebenarnya banyak hal bisa aja gue lakukan secara bersamaan. Tinggal tergantung bagaimana gue mengatur waktu dan tenaga tentunya (kayak kerja berat aja..) Dengan mengerjakan banyak hal secara sekaligus bukan berarti gue harus menjadi sosok yang ambisius atau gila kerja, tapi gue harus bisa menyadari aja kalo ada banyak hal yang memang perlu gue jalanin dengan menyenangkan.

Memang, seringkali alasan gue menolak untuk melakukan banyak hal sekaligus karena gue hanya ingin fokus aja menjalani segala sesuatu. Tapi seringakali alasan itu menjadi dalih yang seringkali gue buat untuk menutupi kemalasan, dan keengganan gue melakukan hal baru aja. Seringkali gue memang males ribet, dan kadang males utuk mengambil sebuah tanggung jawab baru, padahal bisa aja itu jadi sebuah peluang buat gue.

Gue memang rada perkesionis, maunya semua yang gue jalanin bisa berhasil dengan baik. Makanya seringkali gue males memulai sesuatu yang menurut gue nggak bakal bisa gue jalanin dengan maksimal. Padahal itu semua hanya di otak gue aja. Kenyataannya mungkin bisa aja berbeda. Ini gue sadari betul jadi ‘penyakit’ turunan gue yang membuat gue jadi seringkali ketinggalan dalam mengambil peluang-peluang baru.

Gue harusnya emang harus menjadi pribadi yang lebih ‘fleksibel’. Tidak melihat segala sesuatunya dengan berbagai analisa kepastian. Gue justru harus bisa memandangnya dari sisi lain, melihat segala sesuatunya sebagai bentuk ketidakpastian. Jadi gue bisa menjalani segala sesuatu dengan tetap fokus, tapi tanpa harus menghabiskan energi banyak karena takut segala sesuatunya tidak berjalan baik. Gue harus fokus, tapi bisa juga memiliki semangat ‘nothing to lose’ sehingga gue lebih punya banyak inisiatif untuk memulai banyak hal baru.

Nggak ada yang pasti emang di dunia ini selain ketidakpastian itu sendiri. Makanya gue harusnya bisa melihat semua sebagai sebuah keindahan misteri kehidupan; yang jika gue memiliki sedikit keberanian untuk menyelami, nisacaya gue mungkin akan melihat banyak keindahan yang belum pernah gue temukan sebelumnya. Dan sepertinya itu bukan hal yang susah… Berat saat memulai tapi akan indah jika sudah dijalani. Just do it. Lakukan saja.

pemanisbuatan_ant@yahoo.com