Rumah mungil gue dua minggu ini lagi berantakan. Soale gue lagi nutup bagian blakang rumah yang nantinya bisa gue fungsikan buat dapur sama ruang cuci. Maklum lah, rumah gue di Griya Serpong Asri cuma tipe 31 dengan bangunan asli yang tanpa dapur… Jadinya agak repot juga kalo mesti masak. Belum lagi kayaknya barang di rumah gue nambah melulu, makanya gue merasa perlu space lebih.

Budget yang ada sebenarnya pas-pasan, makanya gue rencana hanya ingin menutup bagian belakang rumah gue yaitu tanah berukuran 18 m persegi. Yang penting ketutup, tanpa ada penambahan lain… Karena kebutuhan utama gue memang supaya gue bisa ada ruangan yang bisa difungsikan buat dapur, buat nyimpan barang, dan minimal gak kehujanan deh. Tapi yah, pada akhirnya tetap aja hasilnya nggak sesuai perencanaan awal… Selalu saja ada yang ditambahin. Kalo nurutin keinginan, emang gak ada habisnya…

_________________________________

Selama hampir kurang lebih 10 hari, ruangan belakang rumah gue pun akhirnya selesai. Tapi kali ini plus pasang keramik, dan menambah tembok samping. Yang gue sebut belakangan nggak ada di rencana awal. Soalnya sekali lagi, budget-nya emang pas-pasan banget. Tapi yah berhubung gue dibantuin bokap, alhasil jadilah juga… hehehe (thanks, Dad!)

Memang membangun atau merenovasi rumah butuh perencanaan yang matang. Perencanaan di sini adalah yang menyangkut banyak hal, baik dari segi desain, pemilihan kebutuhan material, hingga perhitungan biaya baik untuk bahan maupun untuk ongkos tukang. Dan gue yakin hampir 90 orang yang merenovasi rumah biasa mengalami hal yang namanya ‘meleset’ alias diluar dari yang direncanakan. Bahkan sekalipun udah dibuat spare budget cadangan, seringkali tetap aja meleset.

Merenovasi rumah memang seperti belanja di pusat perbelanjaan atau hyper market. Kadang seringkali terjadi banyak ‘perdebatan’ seru di otak gue antara kebutuhan dan keinginan. Dan pastinya ini akan punya pengaruh ke satu hal: biaya alias pengeluaran. Ujung-ujungnya selalu duit. Saat belanja gue seringkali gue membeli barang yang sebenarnya nggak butuh-butuh amat. Dan biasanya cuma karena hal-hal seperti potongan harga, bonus, dan yang pasti: keinginan yang berlebihan. Ini yang biasanya jadi penyakit. Pengeluaran gue jadi bertambah tanpa ada perkiraan sebelumnya. Jaedinya ya gesek lagi, debit lagi… Argghhh…..

Saat merenovasi rumah harusnya gue emang konsisten dengan apa yang gue butuhkan dan  rencanakan, dan bukannya menuruti apa yang gue inginkan. Soal biaya, memang bisa jadi faktor utama yang bisa ‘mengerem’ berbagai keinginan. Tapi bahayanya, kadang biaya pun bisa aja dicari jalan keluar buat terus menuruti keinginan gue. Ngutang, gesek kartu kredit, make dari pos pengeluaran lain… Semua itu yang sebenarnya gue pingin hindari.

Tapi untungnya, rencana renovasi rumah kali ini tidak terlalu meleset jauh dari perkiraan semula. Seandainya ada kelebihan, semua dibantuin bokap🙂 Jadi yah gue sih bersyukur aja deh segala sesuatunya bisa selesai. Dan gue pun cukup tahan banting mendengar bujuk rayu dari tukang yang ngerjain rumah gue untuk nambah ini dan itu. Pokoknya gue bilang budget gue sekian. Kalo habis ya udah, selesai…

Jadi sekarang, gue cukup bersyukur deh dengan hasil renovasi ruah gue. Sederhana, tapi bagus..🙂 Yah, segala sesuatu yang belum bisa kesampaian karena budget terbatas, bisa gue akalin dengan sesuatu yang minimal tetapi bisa kelihatan bagus. Dan untungnya tukang gue lumayan pengertian juga. Jadi dengan bahan yang minimal, dia tetap mengusahakan yang terbaik, bahkan tidak jarang memberi masukan finishing yang inovatif. Sederhana tapi cantik…

Yah, memang gue harus rajin nabung lagi kalo pingin mewujudkan rumah impian gue yang sebenarnya. Karena makin lama harga-harga materi bangunan dan ongkos tukang bukan makin turun tapi makin naik. Jadinya, memang semuanya mesti diperhitungkan dengan matang. Tapi memang sih, dibalik itu semua adalah gue harus mampu untuk konsisten sama perhitungan yang gue buat, dan mengurangi keinginan-keinginan yang seringkali muncul belakangan. Itu sebenarnya faktor utama yang  membuat proses renovasi rumah gue gak meleset lagi. Tapi seandainya meleset lagi, mudah-mudahan sih nggak sampe nambahin utang kartu kredit gue lah, hehehe

pemanisbuatan_ant@yahoo.com