Nyaman berkendara, menjadi sebuah pilihan…

Menyambung catatan gue terdahulu dimana gue seringkali menemukan banyak hal yang membuat perjalanan gue nggak menyenangkan, sepertinya memang, hanya gue sendiri yang bisa membuat keadaan nyaman saat menjelajahi jalan-jalan kota dengan RX King kesayangan gue.

Gue berusaha nyantai dan mencoba menikmati perjalanan gue yang sebenarnya sangat menguras energi. Dan untuk itu,gue memang harus menemukan caranya, karena memang banyak hal yang terjadi di jalan yang memang bukan salah siapa-siapa dan emang gak bakalan gue bisa nyalahin siapa-siapa. Macet, semrawut, hujan, pengguna jalan yang sembarangan, pokoknya nggak bakal habis buat dibahas. Dan gue akhirnya berusaha pelan-pelan mencoba bersahabat sama suasana jalan. Dan anyak cara yang gue bisa lakukan untuk memulai petualangan di jalan dengan cara yang lebih menyenangkan.
_______________________________________

  • Motor pastinya harus selalu dalam kondisi prima, atau minimal kondisi yang baik lah. Jadi gue terhindar sama segala sesuatu yang berhubungan sama gangguan mesin di jalan. Apalagi gue modelnya orang yang nggak ngerti banget soal mesin, jadi kalo bisa sih nggak ada gangguan di jalan deh untuk urusan yang satu ini…
  • Macet emang nggak bisa dihindari. Tapi minimal dengan sedikit banyak menghapal jalan-jalan alternatif alias jalan tikus bisa memuat gue sedikit ‘lega’. Walau agak panjang jaraknya, tapi ini jauh membuat gue lebih nyantai ketimbang jarak deket tapi waktu tempuhnya lebih lama…
  • Dengerin musik. Bisa aja, asal tetap hati-hati. Caranya ya, pakai aja earphone, tapi cukup satu telinga aja yang gue ‘kasih’ musik. Jadinya gue masih tetep bisa nikmatin musik dan masih bisa mendengar klakson yang dibunyikan sesama pengguna jalan. Lumayan bikin nyantai juga loh. Tinggal pilih plasylist yang kita suka, dan biarkan musik menemani perjalanan kita. Mudah-mudahan sih walau macet masih bisa bikin otak ‘adem’…
  • Jangan terprovokasi. maksudnya sama pengguna jalan lain yang ngebut, ugal-ugalan , dan ngelanggar peraturan seenaknya. Main potong jalan, mendahului lampu merah, memaksakan untuk saling susul udah bukan hal asing lagi di jalan. Makanya kalo gue terprovokasi, dan secara gue naik motor yang bisa dibawa ngebut juga, urusannya nanti malah bisa panjang…
  • Nggak terburu-buru. Kalo berangkat kerja ya, harusnya gue bisa spare waktu 10 atau 15 menit lebih awal. Jadi nggak ‘kemrungsung’ di jalan yang pada akhirnya bikin gue jadi nggak ada bedanya sama pengendara motor lain yang ngebut dan ugal-ugalan. Ngejar waktu, tapi membahayakan pengguna jalan yang lain.
  • Perlengkapan keselamatan berkendara harus lengkap gue kenakan. Minimal helm yang pantas (gak asal nempel), jacket yang cukup bisa menahan angin tapi gak bikin gerah, dan sarung tangan. Ini baru gue rasakan penting banget setelah beberapa waktu lalu gue jatuh dari motor. Ternyata, hal-hal yang berhubungan sama keselamatan berkendara gak bisa dianggap sepele sama sekali.
  • Nikmati hujan! Maksudnya tidak perlu memaksakan diri berkendara di hujan lebat. Lebih baik, menepi dulu, mampir ke warung pinggir jalan, dan pesan segelas kopi susu hangat. Itung-itung kita juga bisa sambil beristirahat, atau sekedar meluruskan urat kaki dan tangan yang pegel.
  • Berusaha gak pusing sama keadaan di jalan. Masalah pungli, polisi cepek yang malah bikin semrawut arus lalu lintas, atau pengendara jalan yang norak. Tetap aja fokus, sambil terus mencoba menikmati hal-hal lain di jalan. Karena banyak banget hal yang bisa kita lihat di jalan. Suasana malam kota, keindahan tata ruang jalan yang kadang luput dari perhatian, sampai tempat-tempat makan yang enak dan bertebaran di sepanjang jalan yang kita lalui. Kali aja besok kita punya niat buat mampir…🙂
  • Kurangi keinginan untuk berteriak atau memaki ke sesama pengguna jalan. Kalu memang sudah nggak bisa ditahan, lebih baik misuh-misuh dengan kosakata yang nggak mengundang emosi, misalnya : Sambel! ,  atau; “Eh Burung Pelatuk, hati2 dong! ” atau bisa juga, ” dasar kurungan ayam!! Sembarangan aja ngambil jalan orang!” Dengan begitu gue jadi bisa mengurangi gesekan yang mungkin aja terjadi dengan sesama pengguna jalan yang lain.
  • Dan yang terakhir, gue gak boleh lupa buat berdoa saat memulai perjalanan. Bagaimanapun, segala seustu di jalan memang gak akan bisa diprediksi. Kadang gue udah hati-hati, masih aja kesenggol. Gue jalan pelan, eh ditabrak dari belakang. Jadi dengan mengawali dengan doa, minimal gue bisa mulai berkendara dengan hati yang lebih tenang. Segala sesuatu pun akan baik-baik saja…

Gue percaya kalo loe juga punya cara masing-masing untuk membuat perjalanan jadi menyenangkan. Dan itu memang harus dimulai dari diri kita. Dari gue sendiri. Jalan udah panas, mudah-mudahan sih hati gue nggak ikutan panas… Toh tiap hari gue juga bakal ngadepin hal seperti ini. makanya gue harus bisa ‘bersenang-senang; di jalan. Jadi ketika sampai di tujuan, masih ada sisa senyum yang bisa gue buat orang sekitar…🙂

pemanisbuatan_ant@yahoo.com