Aman berkendara, sebuah tantangan tersendiri…

Menghabiskan waktu selama perjalanan bukan waktu yang menyenangkan. Itu anggapan bagi kebanyakan orang yang harus mengendarai mobil atau motor saat mengarungi jalan-jalan di kota Jakarta. Segala macam hiruk pikuk, kemacetan, kesemrawutan, belum lagi faktor kelelahan menjadi alasan yang membuat perjalanan semakin berasa panjang.

Gue mengandalkan motor RX King kesayangan gue untuk pergi kemana-mana; walau ketika kerja, motor hanya gue pakai sampai stasiun, untuk kemudian gue melanjutkan perjalanan menggunakan KRL. Tapi saat hari libur atau Sabtu Minggu, motor gue ini yang setia menemani saat harus berpergian dari satu tempat ke tempat lain. Dan memang, terkadang gue juga merasa cape banget saat di jalan. Adrenalin dan emosi gampang naik, dan imbasnya badan juga cepet cape.

Banyak hal memang bisa dijadikan alasan buat marah-marah di jalan. Dari keadaan lalu lintas yang memang ‘gak beraturan’ sampai ke perilaku sesama pengguna jalan. Dan gue pun seringkali harus menahan napas sekedar untuk mengingatkan bahwa kesalahan dan keteledoran sedikit aja di jalan bisa mengundang bahaya. Ada beberapa hal yang seringkali bikin hati gue ‘panas’ di jalan,dan ini beberapa diantaranya…


_______________________________________

  • Macet. Hal ini udah nggak usah dijelasin panjang lebar lagi. Kemacetan membuat badan dan hati jadi cepet lelah. Terbayang jarak yang masih panjang yang harus ditempuh, sedangkan tidak ada tanda-tanda bahwa arus kendaraan mulai lancar. Benar-benar menguras energi, yah mininal jari tangan jadi pegel mainin kopling dan rem…ūüôā
  • Banyak jalur untuk mutar arah / ‘u turn’. Kalo yang satu ini paling banyak ada di daerah Cempaka Putih dan jalan raya Ciledug. Dan memang banyak putaran arah membuat arus kendaraan makin tersendat. Belum lagi tidak ada¬†keinginan mengalah dan¬†saling memberi jalan terlebih dahulu baik dari pengendara yang memutar maupun pengendara yang sedang ada¬†di jalur.
  • Perilaku pengendara lain baik motor maupun mobil yang serampangan. Ini yang paling sering membuat gue pingin marah-marah. memotong jalan seenaknya, mengambil jalur, sampai ugal-ugalan berkendara. Apalagi kalo melihat motor yang mereka kendarai adalah model yang ‘bodong’ dan berkendara tanpa helm, kebut pula! Rasanya pingin ngejitak! (Jadi inget kata lupus, kejarlah daku kau kujitak! hehehe)
  • Keadaan jalan yang rusak juga seringkali bikin gue stress. Arus terhambat, mesti ekstra hati-hati, dan yang pastinya bikin gue jadi cepet sering ke bengkel buat setel velg. Perut juga kadang jadi berasa mules kalo keseringan lewat jalan rusak. Dan yang bikin BT, ini gue¬†alami justru di jalan raya deket pintu masuk komplek rumah gue!
  • Hujan! Wah kalo udah begini, gue sih pasrah aja walau hati dongkol. Niat hati mau ngejar waktu, akhirnya malah harus menunggu sekian puluh menit menunggu hujan reda. Memang sih gue bisa pakai mantel. Tapi kadang, hujannya juga kadang gak mau kompromi. Deras banget! Dan ini membuat jalan jadi ekstra licin, dan pandangan pun jadi semakin terbatas. Jadi mendingan gue cari aman aja…
  • Banyak banget pungli di jalan! Ini juga yang membuat gue BT. Jalan udah rusak, arus tersendat, masih sempet-sempetnya mereka melakukan pungutan liar sembarangan. Gak lihat-lihat lokasi malah. Kadang pungli dilakukan di jalan yang kebetulan dekat tikungan, yang malah bisa bikin bahaya pada akhirnya.
  • Motor ngadat. Kalo ini, yah, gak ada yang bisa disalahkan selain dari gue sendiri. Ban yang bocor karena mungkin udah terlalu ‘gundul’, busi yang kotor karena jarang di cek, sampe yang kehabisan bensin atau oli samping gara-gara gue belum ganti spedometer lagi (karena rusak), yang pada akhirnya gue sering nggak ngeh kalo bensin atau oli samping udah habis… Tapi untungnya gue menyiasati ini dengan rutin mengisi bensin 3 hari sekali dan mengecek oli samping 2 minggu sekali. Jangan sampe deh kebagian juga dorong motor gara-gara bensin kering…
  • Berkendara buru-buru. Ini juga sebenarnya gue yang salah. Misalnya gara-gara kesiangan, gue terpaksa harus buru-buru naek motor ke stasiun. Dan akhirnya gue harus ngebut, walau sebenarnya gue paling nggak suka kalo terburu-buru di jalan. Bawaannya jadi gak tenang dan bikin deg-degan.

Mungkin banyak hal lain yang seringkali bikin waktu berkendara gue menjadi panjang dan melelahkan. Dan memang banyak faktor juga yang memang gue nggak bisa menyalahkan siapa-siapa karena memang keadaannya emang udah seperti itu. Tinggal bagaimana gue sekarang menyikapi itu semua…

baca juga: Safety and Fun Riding [Part2]