Seafood udah jadi makanan favorit sejuta umat. Dan biasanya hidangan laut ini banyak banget ragamnya termasuk juga dari cara memasaknya. Mau ala Chinesse, ala Indonesia atau ala Barat. Pokoknya selama bahan makanan diambil dari binatang laut apapun, maka masuk kategori seafood-lah makanan itu…

Gue juga jadi salah satu penggemar seafood. Gue paling suka sama ikan bakar dan udang. Ikan jenis apapun gue suka, walau memang favorit gue adalah ikan kerapu. Kalo udah makan ikan kerapu bakar dan udang saus tiram, berasa nikmat banget!… Jadi lupa ama orang sebelah, hehehe

Hingga suatu hari gue membaca sebuah flyer kecil dari WWF (World Wildlife Fund) yang mengajak gue untuk lebih bijak saat memilih masakan seafood. Bijak? Iya. Ternyata WWF telah melakukan sebuah penelitian untuk kemudian membuat daftar jenis binatang laut yang ‘aman’ untuk dikosumsi.

____________________________________

List yang dikeluarkan pada November 2009 ini membagi berbagai jenis binatang laut yang sering diolah dalam masakan seafood kedalam tiga kategori, yaitu Hijau (AMAN) , Kuning (KURANGI), dan merah (HINDARI). List ini bertujuan untuk melindungi beragam spesies laut dari kepunahan atau setidaknya untuk melestarikan kehidupan laut beserta isinya. Gue memang sebelumnya nggak terlalu aware soal hal ini. Tapi dengan adanya informasi ini, yah setidaknya gue jadi bisa memilih-milih lagi saat menyantap hidangan seafood.

Kategori HIJAU (AMAN) merupakan kategori dimana kita bisa memilih makan seafood yang paling sehat dan bergizi. Yang termasuk kategori hijau adalah:

  • Teri
  • Barakuda
  • Mahi-mahi
  • Tongkol
  • Marine Catfish
  • Bandeng
  • Bawal
  • Tola Laut (Rainbow Runners)
  • Temul/Sarden
  • Layang]
  • Cakalang
  • Makerel Kecil
  • Tenggiri
  • Cumi-cumi
  • Bobara/Kue
  • Ubur-ubur

Sedangkan kategori KUNING (KURANGI) merupakan kategori dimana kita sebisa mungkin untuk mengurangi konsumsinya karena jenis-jenis ini seringkali ditangkap dengan cara yang tidak lestari atau tidak ramah lingkungan. Listnya adalah:

  • Gurita (kode: 2,3)
  • Lencam/Emperor (3)
  • Telur Ikan (3)
  • Ikan Sebelah (3)
  • Ekor Kuning (3)
  • Kepiting (3)
  • Baronang (3)
  • Teripang (3)
  • Gerot-Gerot (3)
  • Kambing-kambing (3)
  • Kakap (3)
  • Butana (3)
  • Kuda Laut (3)
  • Todak (3)
  • Udang (3)
  • Pari (3)
  • Layaran/Marlin (4)

Dan yang terakhir, kategori MERAH (HINDARI) merupakan kategori dimana kita harus bisa menghindari untuk mengkonsumsinya karena jenis-jenis ini mengalami penurunan populasi yang signifikan di alam, serta dalam proses penangkapannya sering terjadi proses tangkapan sampingan (by-catch) terhadap hewan /satwa laut yang dilindungi. Listnya adalah:

  • Kima Raksasa (1)
  • Penyu dan Telur Penyu (1)
  • Ketam Kelapa (2)
  • Lumba-lumba (2)
  • Lobster/Udang Karang (2)
  • Pari Manta (2)
  • Napoleon (2,3)
  • Mola-mola (2)
  • Hiu (semua jenis) (2)
  • Hiu Paus (2)
  • Tuna Sirip Biru (2)
  • Tuna Sirip Kuning (2)
  • Tuna Albakor (2)
  • Tuna Mata Besar (2)
  • Albalonies (3)
  • Dugong (1)
  • Triton  (2,3)
  • Kerapu  (2,3)
  • Trochus (3)

Kode di belakang nama binatang:

  1. Specises dilindungi secara hukum.
  2. Perkembangbiakannya lambat dan sedikit, dan rentan terhadap overfishing atau penangkapan berlebihan.
  3. Cara penangkapannya sangat merusak habitat.
  4. Berbahaya bagi kesehatan karena mengandung Ciguatera atau memiliki kandungan logam berat yang terakumulasi dalam tubuhnya.

Dengan membaca list ini, gue jadi sedikit banyak paham dan aware, kalo ternyata nggak semua jenis makanan seafood ‘aman’ untuk dikonsumsi. Memang ini nggak melulu soal kesehatan, melainkan soal kelestarian dan keseimbangan habitat alam. Mungkin juga ini gak akan berpengaruh banyak sama tubuh kita, tapi yang jelas pynya pengaruh yang nggak kecil buat lingkungan.

Jadi, mudah-mudahan besok-besok, gue bisa lebih bijak lagi untuk memilih jenis makanan seafood. Yah setidaknya gue udah berusaha walau kecil untuk ikut serta melestarikan kehidupan alam dan kehidupan laut pada khususnya.

Menikmati seafood, pilih yang aman, sehat dan nikmat!

Untuk info lebih lengkap bisa lihat di sini.

pemanisbuatan_ant@yahoo.com