Hari ini sepulang kantor gue diundang untuk datang ke sebuah pagelaran konser dari Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia. Acara berlangsung dari sekitar pukul 19.30 wib sampai jam sepuluh malam, rencananya. 

Gue yang sehari-hari terbiasa menggunakan transportasi KRL alias Kereta Rel Listrik jurusan Serpong juga udah memperkirakan gue bakal naik kereta yang jam berapa. Gue sih rencananya mau naik KRL yang jam 9 malam. Jadi walaupun konser belum selesai, sepertinya gue nanti harus menyudahi acara nonton gue, karena gue mau ketinggalan naik kereta malam yang brangkat dari st. Kebayoran Baru itu. 

Jam setengah lima lewat sepuluh gue baru beranjak keluar dari gedung auditorium PLN, di kawasan Jakarta Selatan. Gue langsung aja buru-buru nyari ojek, mengingat waktu udah makin sempit. Dan walaupun gue sempat butuh waktu lama untuk menemukan ojek, untungnya gue bisa sampai di stasiun pukul 21.10, dan KRL yang gue tunggu juga belum datang. So sambil menunggu KRL datang, setelah beli tiket gue coba duduk sambil memejamkam mata sebentar, sekedar untuk menghilangkan lelah. Karena memang hari ini kerjaan di kantor memang juga cukup lumayan membuat gue ‘cape otak’… ________________________________________

Gak lama KRL datang, gue cukup kaaget karena ternyata kereta cukup penuh! Gak biasanya loh kereta malam penuh. Biasanya sih gue masih bisa dapat tempat duduk. Tapi ya sudahlah, mungkin hari ini juga menjadi hari yang sibuk juga buat ratusan orang lain, para penumpang kereta ini… pikir gue.

Gak lama setelah gue mencari posisi berdiri yang nyaman, gue mulai memasang earphone dan memilih playlist yang paling enak. Tadinya sih rencana mau ngabisin baca Kompas yang gue bawa tadi pagi dari rumah. Tapi males, ah. Berdiri pula… Jadinya gue mending dengerin musik aja.

Satu dua lagu lewat, pandangan gue terhenti pada seorang gadis yang lumayan manis yang kalo dilihat dari pakaiannya, dia juga baru aja pulang dari kerja. Gadis itu tertidur. Mungkin nggak terlalu pulas, tapi dari wajahnya tampak sekali aura kelelahan. Dia dan banyak penumpang lain di KRL memang memanfaatkan waktu sekitar setengah jam-an untuk memjamkan mata; bagi yang kebagian tempat duduk tentunya.

Melihat wajah gadis itu gue cuma senyum-senyum aja. Gak tau kenapa, lagi terlelap aja tetap manis! halah! Gue hanya memikirkan, pasti hari ini menjadi hari yang cape banget juga buat dia. Dan sungguh, waktu yang cuma sebentar sungguh dimanfaatkannya buat melepas lelah walau mungkin belum bisa maksimal.

Gue mengelilingi gerbong lewat pandangan gue. Dan gue temukan wajah-wajah lelah yang lain. Ada seorang ibu yang juga tertidur pulas. Ada seorang bapak yang cukup tua berusaha menahan kantuk, sehingga kepalanya kadang ‘terantuk’ tiba-tiba, karena kadang dia nggak sanggup menahan rasa kantuk itu. Bahkan penumpang yang berdiripun, sambil ‘bergelantungan’ coba memejamkan mata, walau jelas nggak mungin untuk bisa tertidur.

Dengan melihat wajah-wajah lelah di gerbong itu, tiba-tiba gue ngersa banyak teman seperjuangan aja. Maksud gue, banyak juga ternyata yang memang harus pulang larut. Dan mungkin karena memang pekerjaan mereka baru selesai, bukan seperti gue yang kebetulan saat itu pulang ‘main’.

Melihat wajah-wajah mereka sekan-akan membuat gue bercermin, dan jadi berpikir, gimana tampang gue kalo pas ketiduran pulas di kereta ya. Pasti juga persis seperti mereka yang kelihatan ‘lepas’ banget. Ya, minimal walau sesaat, meraka bisa ‘melupakan’ rasa lelah yang dirasakan. Kadang gue juga ngerasa, bahwa tiap malam akan menjadi perjalanan yang melelahkan bagi gue dan juga mereka. Tapi yah, emang segala sesuatu mesti dinikmati. Jadi saat perjalalan pulang di kereta, kalo lagi iseng ya baca buku, kalo ngantuk ya tidur… nyantai…

Gadis manis itu terbangun kaget, ketika kereta mulai berhenti di stasiun Sudimara. Rupanya dia mau turun di situ. Dengan energi yang masih separuh, dan tampang yang masih setengah kaget, dia lalu merapikan tas dan bawaannya dan bergegas berdiri untuk menuju pintu keluar. Gue tersenyum aja ngelihatnya. Persis banget sama gue yang kadang suka ketiduran hingga harus dibangunkan petugas KRL! untung gue turun di Stasiun Serpong yang letaknya ada di ujung. Jadi emang nggak bakal kelewatan. Tapi kalo gue naik kereta yang memang punya jadwal balik arah, bisa berabe juga gue! Gak lucu kan kalo gue kebawa lagi ke Tanah Abang!

Yah, malam itu, kelelahn gue sedikit terlupakan hanya dengan memparhatikan orang lain yang juga sama lelahnya seperti gue. Memperhatikan mereka membuat gue merasa memiliki teman seperjalanan yang sesungguhnya. ‘Fellow traveler’. Bukan cuma teman satu kereta atau satu gerbong, tapi ternyata kita punya kelelahan yang sama dan keinginan yang sama untuk segera sampai di rumah untuk kemudian menuntaskan tidur sementara kita di KRL yang serba nanggung….

Dan wajah-wajah itu mungkin aja gue temui lagi besok di kereta ini…

pemanisbuatan_ant@yahoo.com