Pernyataan yang masih bisa dibantah. Pernyataan ini ditujukan untuk Andy Sachs, si Personal Assistant yang lugu’ dalam film ‘The Devil Wears Prada’. Ungkapan yang terdengar ‘biasa’ aja tapi bisa aja membuat kita tersenyum mendengarnya. Apakah bener perkerjaan dan kehidupan pribadi nggak bisa saling memberi kesempatan satu sama lain?

____________________________

Gue punya (banyak) temen yang gila kerja. Totalitas mereka terhadap pekerjaan begitu luar biasa. Gue gak tau alasannya apa; karena mereka memang mencintai pekerjaan itu, karena mereka memang sedang mengejar target tertentu, atau memang nggak ada pilihan lain… (misalnya loe emang harus sering kerja lembur karena mesti nabung buat kawin.. hehe)

Kalo gue masuk kategori yang mana ya? Gue sih sejauh ini enjoy aja saat melakukan kerjaan gue. Maksudnya, gue gak merasa kalo pekerjaan yang gue jalanin memberi tekanan tertentu sehingga bikin gue mules. Misalnya gue harus sering overload kerjaan sehingga untuk lunch aja gue gak sempat, beban kerjaan yang sampe kebawa mimpi, atau yang lebih parah; waktu gue buat nikmatin kehidupan pribadi benar-benar gak ada lagi karena waktu tersita buat ngurusin pekerjaan; senin sampe minggu bahkan ditambah harus bawa pulang kerjaan! Selama gue kerja, segala sesuatunya kayaknya berjalan cukup menyenangkan…

Apa berarti dengan begitu karier gue gak ada peningkatan ya? Kalo mengacu ke judul di atas, bisa aja betul kesimpulan itu. Gue nggak akan dipromosikan dalam waktu dekat, karena kehidupan pribadi gue masih asyik aja tuh…🙂

Tapi apa bener begitu? Apakah benar ada semacam hubungan sebab akibat antara dua hal ini?

Gue punya temen yang workaholic banget. Dia pintar, cerdas, dan manajemen waktunya juga baik. Tapi dia sering bawa pekerjaan ke rumah, karena kerjaan dia emang banyak banget… ! Sejauh ini gue melihat dia harus ‘jungkir balik’ dalam menyelesaikan semua deadline kerjaan. Sering sih dia mengeluh, “aduh ampun… kerjaan kok nggak kelar-kelar ya, gue dikasih kerjaan baru lagi nih, job desk gue nambah lagi nih, dsb…” Dan seringkali dia juga mengeluh, “pingin banget sih gue pulang kerja bisa lihat sunset, atau pingin banget gue ketemu anak gue sebelum dia tidur…”

Gue jadi mikir, apa bener ya, kalo kehidupan pribadi kita udah mulai hilang karena kerjaan, berarti ada sesuatu yang ‘besar’ yang akan kita terima… (Walau gue juga yakin sih, kadang kita juga gak kepikiran soal promosi atau penghargaan saat bekerja). Dan bagi gue, kerja ya kerja aja. Gue kerja ya buat diri gue, bukan buat bos gue, bukan buat kantor gue. Tapi lucu juga kali ya, kalo analisa itu memang terbukti… hehehe

Gue bukan ahli tentang human resources. Gue nggak tahu apakah ungkapan di atas ada hubungannya sama efektivitas dan efisiensi kerja. Gue juga bukan ahli ilmu psikologi. Jadi gue juga gak ngerti apakah dunia pekerjaan bisa mempengaruhi emosional seseorang sehingga berpengaruh di sisi kehidupannya yang lain. Gue cuma tertarik aja sama ungkapan judul di atas. Karena menurut gue ungkapan itu bisa saja benar, atau bisa juga hanya sebatas pemacu adrenalin kita untuk tetap berkarya.. (bahasanya kayak jaman orde baru!). Jadi memang kayaknya gue nggak perlu mencari tahu, mengenai latar belakang dan alasan teman-teman gue itu saat melihat mereka bekerja ‘like a hero’, super,  nggak ada capenya, bertotalitas dan berintegrasi tinggi, atau apalah istilahnya…

Kalo balik ke diri gue sih, yang penting gue tetap fokus sama keseimbangan antara kerjaan dan kehidupan pribadi gue… Minimal, yah gue nggak pingin ada salah satu yang lebih dominan. Gue sih maunya bisa seneng aja dimana gue berada. Di rumah enjoy, di kantor juga enjoy. Kalo di kantor gue  nggak sabar pingin pulang ke rumah, dan kalo di rumah, gue nggak sabar pingin ke kantor lagi… hehehe

Tapi sekali lagi, jika ada yang mau setuju sama judul di atas sih sah-sah aja. Dan gue juga gak akan membuat kesimpulan apapun berkaitan dengan judul catatan gue ini. Gue akan membiarkan segala sesuatunya berjalan apa adanya. Buat gue dan buat lingkungan di sekitar gue. Gue tetep hanya akan menikmati pekerjaan yang gue jalanin, mengerjakan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, berusaha juga untuk selalu bisa menikmati kehidupan pribadi gue, sambil tetep bersyukur atas semua yang udah gue raih selama ini.

Walau… memang… kadang gue suka punya pertanyaan sederhana aja, “masak iya sih mau dipromosikan aja, pengorbanannya mesti sebesar itu?”. (kecuali kita jadi kandidat presiden yang harus kampanye ke sana ke sini!) Tapi, seandainya ungkapan itu benar adanya, gue sih tetap ga masalah dan mencoba melihatnya dari perspektif berbeda. Apalagi kalo teman gue yang sering mengeluh itu  beneran dapet promosi kerja. Siapa tahu, setelah naik posisi atau jabatan, akhirnya dia bisa memiliki waktu lebih banyak untuk menikmati kehidupan pribadinya yang beberapa tahun belakangan ini menghilang, karena dia bisa mulai mendelegasikan kerjaannya ke para junior di bawah dia. Jadi gak semuanya dipegang sendiri. Yah, walau bagaimanapun, apa yang dialamin temen gue itu  setidaknya masih lebih baik. Daripada loe udah ga nikmatin kehidupan pribadi loe, kerjaan di kantor berantakan pula (boro-boro ngomongin promosi!)… hehehe

So, let’s Work Hard and Play Hard guys!…

pemanisbuatan_ant@yahoo.com