Pagi-pagi di kantor, semuanya keliatan biasa aja. Nggak ada yang istimewa. Cuma memang, ada beberapa kejadian dalam hidup gue di hari-hari kemarin yang cukup memberi warna.  Ada yang datang dan pergi dari kehidupan gue. Beberapa kadang gue nggak menginginkan hal ini gue alamin, tapi beberapa emang udah jadi keinginan gue sejak lama.

_____________________

Setiap perubahan yang ada kelihatan mengalir begitu aja. Mungkin aja ini kompilasi dari semua yang gue pikirkan dan yang gue lakukan. Hingga pada saatnya, semesta melakukan sesuai apa yang ada di benak kita. Mestakung; semesta mendukung. What you think is what you get. Law of Attraction?

Atau semua perubahan yang terjadi itu memang merupakan rencana Tuhan buat hidup gue. Bagian-bagian hidup gue yang terbagi dalam ribuan potongan untuk kemudian harus gue satukan agar nantinya menjadi suatu gambar yang utuh. Layaknya puzzle yang harus secara benar gue tempatkan agar bener-bener pas sama master planNya. Walaupun untuk itu, Dia tetap memberikan kebebasan sama gue untuk meletakkan di tempat yang gue mau. Yang gue tahu ini yang biasa dibilang sebagai ‘kehendak bebas’, alias free will!

Dan gue sih menganggap kehendak bebas itu anugerah buat gue. Karena Tuhan ‘melibatkan’ gue untuk sama-sama menyusun puzzle hidup gue. Walaupun Dia yang ‘mencetak’ hasil akhir dan Dia sebenarnya sudah tahu gambar apa yang akan jadi nantinya, tapi Dia tetep sabar ‘memperhatikan’ cara gue menyusun puzzle-puzzle itu. Dia membiarkan gue mencari, dan berpikir untuk meletakkan di tempat gue inginkan, walaupun seringkali gue salah meletakkannya…

Gue jadi inget satu kisah tentang kehendak bebas dalam film Bruce Almighty yang dibintangi Jim Carrey dan Morgan Freeman. Kisah yang bercerita tentang pertukaran peran antara seorang pemuda yang kebetulan merasa puzzle hidupnya berantakan dengan sosok Tuhan yang rendah hati (ya iyalah.. Tuhan gitu loh!). Bruce merasa tidak cukup dengan kehendak bebas yang dimilikinya, dan ingin memiliki kendali sepenuhnya atas hidup dia. Bruce ingin menjadi Tuhan, dan ingin memiliki dan merasakan kekuatan yang Tuhan punya. Dan asiknya, Tuhan yang rendah hati ini hanya bilang… boleh-boleh aja!

Ternyata… jadi Tuhan itu memang gak gampang. Selain karena tugasnya lumayan banyak; diantaranya menjawab dan mendengarkan jutaan doa setiap hari, ternyata ada hal lain yang membuat pekerjaan Tuhan menjadi sulit…

Sosok Tuhan yang penuh kuasa itu ternyata ingin selalu berpegang pada peraturan dan janjinya untuk tidak akan ikut campur pada kehendak bebas manusia. Walau Dia bisa berkuasa penuh atas diri seseorang dan hidupnya, tapi itu nggak dilakukannya dengan semena-mena. Dia memberikan setiap orang hak untuk memiliki dan menjalankan keinginan. Jadi setiap orang punya kebebasan juga untuk menentukan mau diletakkan dimana bagian-bagian dari puzzle hidupnya. Jadi Tuhan emang mesti sabar…🙂

Gue pun merasakan juga hal itu. Gue merasa punya kebebasan untuk menjalani keinginan yang sesuai dengan apa yang gue mau. Gue bebas nentuin hidup gue mau seperti apa dan dibawa kemana. Tapi di sisi lain, from the deepest of my heart, sejujurnya gue juga nggak mau salah menempatkan kepingan puzzle hidup gue. Gue punya keinginan, tapi gue gak mau sok tahu. Seandainya gue salah meletakkan kepingan itu, gue sih percaya aja, Dia akan kasih kesempatan untuk kemudian meletakkannya di tempat yang benar. Toh bagian-bagian puzzle itu belum direkatkan menjadi satu secara permanen kan? Berarti masih ada kesempatan…

Jadi saat ini, saat gue berpikir mengenai semua yang gue alamin dan yang gue punya dalam hidup, gue akan selalu merasa kalo itu semua salah satunya adalah buah dari keinginan gue sendiri juga. Gue juga kan yang meletakkan kepingan-kepingan itu. Mungkin belum semuanya benar di posisinya, dan sewaktu-waktu bisa aja berubah lagi. Tergantung kehendak gue dan rencanaNya.

Mungkin kerjaan di kantor yang tiap hari gue hadepin belum sepenuhnya memuaskan gue, atau kehidupan yang sedang gue jalanin saat ini pun belum membawa gue menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi, semua itu pilihan yang gue ambil sendiri kan? Dengan begitu gue udah ngelakuin kehendak bebas buat hidup gue. Tapi apa semuanya udah sesuai sama yang Tuhan pengen buat gue? Pasti belum lah…

Gambaran utuh dari hidup gue memang belum keliatan jelas. Mungkin dari 15.000 keping puzzle yang harus gue selesaikan, baru 3000 yang udah berhasil gue susun dan gue letakkan di tempat yang benar, 750 keping masih salah, dan sisanya sama sekali belum gue letakkan di mana-mana. (note: angka-angkanya nggak akurat ya!, hehehe) Jadi emang segala sesuatunya masih akan terus berjalan, sampai semua kepingan puzzle itu jadi satu gambar utuh! Itu yang sebenarnya Tuhan mau buat hidup gue. Dan ternyata, setelah dilihat-lihat sebagian gambar yang mulai terbentuk, lucu juga hasilnya…🙂

So God, please jangan jauh-jauh dari gue ya…, masih banyak puzzle yang berserakan nih… gue akan selalu butuh bantuan untuk nyusun ini semua. Please kasih tau gue kalo gue salah meletakkan, karena gue nggak akan mungkin menyelesaikan ini sendirian. Terima kasih untuk kesabaranMu… Jangan tinggalin gue, ya!…