Hari ini dari pagi load kerjaan agak banyak. Sampe gak sempet ngapa-ngapain lagi. Temen sebelah gue yang biasanya suka ngajakin gue sarapan pun keliatan pagi itu nggak berkutik. Jam sebelas siang gue baru sempat sarapan, dan gue pikir ya udah sekalian makan siang aja deh… Baru jam sebelas kepala udah cenut-cenut. Gue pikir sepertinya hari ini bakal panjang nih…

Tapi persis sebelas lewat lima, gue terima email dari temen gue. Dia waktu itu memperkenalkan gue sama temennya yang kebetulan sedang butuh bantuan membuat beberapa materi promosi untuk kantornya. Jadilah gue pegang proyek itu. Dan email saat itu lumayan bikin gue ‘melek’ lagi. Dia bilang kalo temennya ternyata suka banget sama desain yang gue buat. Dan nggak dinyana, sepuluh menit kemudian masuk lagi email dari bos gue yang ngomentarin kerjaan kantor. Isinya gak panjang, cuma ‘good job! i like it.’ 

_____________________________

Tuing! Gue jadi seger lagi. Otak yang hampir melemah, pelan-pelan mulai memperlihatkan tanda-tanda ‘kehidupan’ lagi. Ternyata se’dahsyat’ itu ya efek dari sebuah pujian…

Pujian berarti penghargaan, tapi bisa juga berarti pengakuan. Pujian bisa aja tulus. Tapi gak salah juga kalo kita menganggap pujian adalah bagian dari keluarga besar basabasi yang kadang diperlukan dalam setiap kesempatan. Terserah kita aja, mau mengartikannya seperti apa.

Tapi gue nggak peduli. Pujian yang datang dari klien gue bisa aja salah satu upaya untuk minta potongan harga, atau upaya buat memundurkan tempo pembayaran. Pujian dari atasan gue pun bisa aja karena kebetulan dia juga dapet pujian atas karya gue dari bos yang lebih atas. Tapi apapun motif mereka, gue gak akan berusaha menerka-nerka. Karena gue yakin kok, mata hati kita pasti bisa melihat, jika pujian datang dari sebuah ketulusan atau berasal dari keluarga besar basabasi seperti yang gue sebut diatas.

Gue hanya ingin terkesima dari efek yang gue rasain dari sebuah pujian. Dan gue hanya ingin menikmati itu. Bagi gue, ini sebuah proses pengisian kembali motivasi, semangat dan pikiran dalam waktu yang cukup singkat! Layaknya imunisasi, pujian mengalir dalam semua sel darah, dan disambut dengan sukacita oleh tiap-tiap bagian membran sel yang kelihatan banget lagi kekurangan asupan dan kekuarangan amunisi untuk mempertahankan metabolisme dari serbuan virus penyakit…

Bagi gue, pujian mungkin bisa bernilai dua kali atau tiga kali lipat dari sebuah ucapan terima kasih. Karena seandainya ucapan terima kasih alpa diucapkan, dengan hadirnya pujian bukan hanya sesuatu yang kita kerjakan saja yang mereka suka, tapi eksistensi diri kita pun diakui! Dashyat ya…

Tapi kembali lagi ke awal, gue hanya ingin memperlakukan sebuah pujian sebagi bahan bakar tambahan yang akan kembali memfungsikan kerja motor otak gue jadi stabil lagi. Jadi seandainya ada pengakuan yang tersirat dan tersurat melalui sebuah pujian yang diberikan, gue anggap itu bonus… Berarti kerja motor otak gue udah emang udah kembali normal.

Gue jadi suka inget, betapa gue udah mulai agak jarang memberikan pujian ke orang sekitar gue. Kapan terakhir kali gue memuji masakan bude gue yang tiap hari menghasilkan ratusan bahkan ribuan  kalori buat gue … Walau mungkin tiap memasak sayur asem, ya rasanya seperti itu (khas bude gue), tapi sedikit aja pujian, seperti, “wah, sayurnya anget jadi makin berasa enaknya nih…” pasti bisa bikin bude gue seneng, apalagi kalo gue makannya banyak🙂 Padahal gue kan nggak muji soal rasa, gue cuma ingin bude gue tahu, kalo gue menikmati banget masakan dia… Jadi gue bisa memberikan pujian tanpa harus berbasabasi… Yang penting tulus… seperti saat gue melihat seorang cewek yang begitu cantik saat rambutnya digulung dengan tambahan aksesories, gue nggak tahan untuk segera berujar… rambut kamu lucuuu!…

Gue akhirnya juga sadar kalo udah agak lama juga gue gak memuji pekerjaan rekan sekantor gue, walau jelas-jelas, kontribusinya membuat pekerjaan gue jadi lebih gampang. Gue seringnya sih komplain, tanpa mau ngerti kalo dia juga lagi banyak banget yang mesti dikerjain. Ucapan terima kasih yang akhirnya terlontar, gue sadar, seringkali hanya karena akhirnya gue bisa lebih cepet ngelarin kerjaan dan bisa pulang, tanpa melihat lagi kalo ternyata dia mengerjakan pekerjaan itu dengan sempurna!

Sob, gue akan belajar untuk melihat lebih dalam lagi. Gue akan belajar untuk berbagi kebahagiaan dengan memberi lebih banyak pujian. Dan gue akan selalu berusaha jujur untuk itu. Gue memuji loe karena loe emang nggak ada duanya kalo pegang kerjaan itu! Istilahnya superb, splendid! Gue memuji loe karena loe sungguh bekerja pake hati. Gue memuji loe karena loe pintar mengeksplorasi bakat yang loe punya. Dan gue memuji loe karena loe emang berhak ngedapetin itu, sob! Loe Luar biasa…!

Thanks banget sob! Loe emang gak ada matinya!!!

pemanisbuatan_ant@yahoo.com