Peta Wisata Jogja (Klik utk perbesar)

Yogyakarta (Jogja) bukan sekedar nama kota buat gue. Walau hanya sesaat, tapi 3 tahun saat kuliah dulu di Jogja membawa banyak banget kenangan. Kisah ini berawal dari suatu siang, saat gue mampir ke Mirota Batik, sebuah toko 2 lantai di daerah Malioboro, yang terkenal sebagai salah satu pusat kerajinan dan batik di Jogja.

______________________

Siang itu gue diberikan secarik kertas dengan ukuran A3. Setelah diamati, ternyata menarik juga. Peta Wisata Jogja! Walau dicetak hitam putih, tapi mampu menggambarkan secara cukup lengkap mengenai tempat-tempat wisata di Yogyakarta; termasuk informasi yang dibutuhkan seperti bank, hotel, restoran, money changer dsb.

Nah beberapa tahun ke depan, setelah gue dah kerja di Jakarta, di suatu siang tanpa sengaja gue temukan lagi selembar peta itu di tumpukan file-file lama gue. Tiba-tiba muncul keisengan gue… Gue scan ah, trus gue gambar ulang, trus ntar bakal gue cetak dengan ukuran yang lebih besar, trus gue jadiin poster! Ide yang sebenarnya cukup kurang kerjaan, mengingat petanya kan ribet banget…

Tapi gak tau kenapa ya, saat gue mulai menggambar ulang, satu demi satu kenangan gue di Jogja dulu kembali muncul, dan kadang bikin gue seneng maupun sedih… (melo mode: on) Jadi kayak napak tilas gitu deh… (bahasanya!). Kurang lebihnya seperti itu lah… Saat gue mulai menggambar kawasan Tejokusuman, misalnya. Ingatan gue teringat ketika gue pertama kali datang ke Jogja buat nyari ilmu…🙂 atau saat menggerakan curve pen di software freehand ke kawasan Pajeksan, memori gue melayang ke secangkir minuman warna merah jambu yang cukup memabukkan. Susu macan!🙂

So, biar seru kenapa nggak gue beri tanda aja sekalian yah, beberapa dari tempat yang sering gue datengin dan terkadang punya cerita dan kenangan sendiri… Tempat-tempat yang gue tandaiin emang sengaja bukan ‘tempat wisata para turis’. Tapi ini tempat yang punya kenangan tersendiri buat gue. Jadi sambil menggambar ulang peta ini, gue bernostalgia deh… Gue bakal ceritain kisah gue berdasarkan ‘nama tempatnya untuk setiap tanda dot merah ya!! Yuuukk sebentar kita ”pulang’ ke Jogja!…Kita mulai dari bagian atas peta (utara) dari arah barat (kiri)….

  • X-base camp: deket jalan magelang, di situ ada kontrakan yang sering dijadiin tempat kita ngumpul… rame siang malem, pertama kali di situ gue makan nasi goreng ‘magelangan’, yang berarti nasi goreng dicampur sama mie goreng…
  • Tongseng ‘jamu’ : di jalan deket jembatan arah jalan kolombo, ada tongseng (maaf) asu. Sekali lagi maaf buat yang enggak boleh makan, karena ini memang tongseng khas Jogja yang dagingnya adalah daging asu…
  • Sate kuda: kalo ini tempatnya di jl. Jend Sudirman depan Bank Mandiri. Satenya mantaf man,tapi sumpah bikin deg degan jantung kalo yang gak biasa…. obat kuat juga cuy! hehehe
  • LIP (Lembaga Indonesia Perancis): gue pernah jalan pulang pergi dari Wirobrajan bo! cuma karena pingin nonton Landung Simatupang ngebacain Serat Centhini…
  • Minuman cassanova: kedai minuman di Gejayan, deket kampus Sanata Dharma. Aromanya khas, kaya jamu, tapi enak cuy… minumlah dengan bijaksana… bikin mabuk soale…🙂
  • Social agency bookstore: ini tempat gue nyari buku2 dengan harga miring.
  • Century Hotel, my graduation ceremony: agak ke pinggir kota,di tempat ini gue diwisuda.
  • Bentara Budaya Yogyakarta: kembali ke arah barat, gue sering ke sini buat ngeliat pameran. Kadang untuk ke sana cukup ber-ontel ria🙂
  • Kotabaru church: gereja st.Antonius di kotabaru ini jadi gereja paling ngetop di Jogja loh. Selain karena tata cara misa yang kadang unik, kotabaru juga jadi gerejanya anak muda!
  • Perkampungan kali code: warisan tata ruang kota karya Rm.Mangun yang masih tetap cantik. Makanya gue betah berjam-jam di sini hanya untuk hunting foto…
  • Music store: kalo gak salah namanya Popeye. Di sini dulu gue sering beli kaset cuy. Sekarang masih buka gak ya? Tapi yang pasti kayaknya kaset udah gak dijual lagi di sini…
  • Minuman susu macan: jalan yang bisa dituju melalui  jalan malioboro ini terkenal karena minuman daerahnya. Ada semacam kedai kecil, dan kita bisa nikmatin dengan berlesehan sepanjang jalan itu. Minuman daerah (lapen) yang memabukkan dan dicampur susu. Warna minumannya pun unik, pink! Orang-orang biasa menyebutnya ‘susu macan.’
  • Nasi goreng b2: warung nasi goreng ini letaknya di tengah pasar. Menyediakan campuran dari berbagi daging dari ayam, kambing sampai babi. Ciri khas yang unik adalah, saat memasak menggunakan penggorengan raksasa yang bisa membuat 20 porsi sekaligus!
  • Pasar buku: biasa disebut ‘shopping’, letaknya persis di deket pasar Beringhardjo. Sekarang sudah ditata lebih modern, jadi makin nyaman cari buku. Seperti Pasar Senen-nya Jakarta lah…
  • Gereja Kidul Loji: gereja di pusat kota yang cukup besar, biasa juga jadi tempat ngumpul anak-anak, karena di sekitar gereja ada juga bangunan Pos Indonesia dan BI yang cukup megah dan antik arsitekturnya.
  • Gudeg: di pojokan alun-alun utara ada gudeg yang enak banget cuy… jualannya gak di warung, tapi di pikulan. Biasanya jualan pagi, dan menjelang siang udah gak ada… Kalo pas abis lari pagi, mantaf banget bro makan di situ…
  • Agen majalah: tempat biasa gue nyari koran dan majalah… tempatnya kecil tapi barang dagangannya cukup lengkap.
  • Susu sapi murni: kedai susu, biasanya kalo malem gue suntuk, gue akan lari ke sini. Susunya bener-bener bisa bikin otak jadi seger lagi. Gelasnya besar pula!
  • Pecel mba Tul: warung ini yang selalu jadi langganan gue. menunya enak-enak, tapi yang paling favorit adalah burung puyuh bakar… walau doku lagi tipis, gue sering ke sini karena boleh ngutang dulu… hehehe soale mbak tul itu  rumahnya tetanggaan sama kost gue di kampung Mancasan… hihihi nepotisme tetangga!
  • KOST ANTON: ini dia kost2an tercinta gue, dimana gue tinggal di Jogja hampir 3 tahun… alamatnya di Wirobrajan WB II No.108. Tempatnya ibu Kaspan, penjual tanaman hias… gak pernah lupa deh semua kenangan yang ada di kost2an ini. FYI, pertama kali masuk, tarifnya cuma 55.000 perbulan! wuih…
  • Akademi Desain Visi Yogyakarta (ADVY): ini tempat gue kuliah, tapi sekarang kampusnya udah pindah ke Taman Siswa. 3 tahun yang menyenangkan kuliah di sini, karena gue bisa punya temen banyak dari Sabang sampai Merauke! Bener-bener multikultural…
  • Angkringan Giman: angkringan terkenal di Jogja sebagai tempat makan ‘wong cilik’ yang menjual makanannya di gerobak. Menu khasnya adalah ‘nasi kucing’, nasi yang beasrnya hanya sekepalan tangan (kayak makanan buat kucing) dan kadang dicampur teri disambelin atau tempe orek. Angkringan Giman di deket Patangpuluhan ini jadi tempat ngumpul gak resmi buat anak-anak ADVY. Gue masih inget betul sapan khas kang Giman, “Beee gendeng, rek!!!” Kadang bisa sampai dini hari gue ngobrol, makan, atau sekedar berkumpul di angkringan ini. Ditemani segelas teh hangat dan beberapa batang rokok dan gorengan…
  • Base Camp A: kontrakan beberapa orang teman yang juga menjadi tempat kumpul rekan sekampus. Ngerjain tugas bareng, tidur bareng, makan bareng, semuanya menyisakan banyak kisah dan cerita…
  • Base Camp B: kalo ini adalah rumah kakek dari salah seorang temen gue yang pertama kali mengantarkan gue cari kuliah di Jogja, yaitu Joko. Kakeknya dan seluruh keluarga besar Joko banget banget dah… Gue nggak akan lupa!
  • Kampung pengrajin batik: letaknya di pemukiman kraton dalem, yang letaknya di lingkungan kraton dan dikelilingi tembok besar. Gue punya seorang teman baik berasal dari Bali. Orang tuanya membuka galeri batik. Di perkampungan bergang sempit ini, puluhan orang berkarya membuat batik, yang membuat Jogja semakin lekat dengan sebutan kota budaya.
  • Agen Dagadu Palsu: di sepanjang jalan perkampungan Kauman (daerah komunitas arab) berjajar toko yang menjajakan kaos dagadu dan dijual secara eceran maupun grosiran. Tapi semua merupakan produk ‘palsu’,  karena Dagadu, kaos khas Jogja ini hanya memiliki 3 tempat resmi jualan di Jogja. Tapi, ketika sang pemilik Dagadu diwawancarai salah satu media, ia berujar, “gapapa produk kami dipalsukan, dan dijual bebas. selama itu bisa meghasilkan lahan pekerjaan bagi masyarakat setempat…” Luar biasa…
  • Wedang ronde: kalo malem, di alun-alun selatan kita bisa menikmati wedang ronde di seputaran tepi jalan. Jumlah penjualnya puluhan. Sambil duduk lesehan, menikmati suasana malam, bersama orang yang dekat di hati, bikin suasana hati makin hangat…
  • Base camp C: di daerah wijilan, ada sebuah rumah yang juga menjadi tempat kumpul bersama teman-teman. Tempatnya cukup strategis karena dekat dengan pusat kota.
  • Galeri ADVY: tempat dimana kita sering berpameran. Yah, kadang-kadang perlu juga untuk aktualisasi diri…🙂
  • Gereja Pugeran: merupakan gereja peninggalan Belanda. Di sini gue biasa pergi kalo males jalan jauh. Dan di sini pula gue pernah ngerasain Paskah yang ‘mengharu biru’, karena gue sendirian misa, nggak berkumpul bareng keluarga…
  • X base camp: agak ke pinggir kota, tempat melarikan diri dari segala kepenatan urusan tugas kampus. Di sinilah mengalir berbagai cerita dan kisah perjalanan untuk kemudian saling dibagi sampai pagi menjelang…

Sebenarnya masih banyak tempat istimewa di Jogja, dan setiap punya kesempatan kembali di Jogja, ingatan gue pun kembali ke masa beberapa tahun lalu, ketika gue menghabiskan hari-hari menyusuri jalan kota Jogja. Tetap bahagia, walaupun tanggal tua dan kiriman orang tua tak kunjung tiba…

Peta yang gue gambar ulang itu kini udah jadi poster yang menghias ruang kerja gue. Gue kasih bingkai kayu biar tahan lama, dan setiap melihat itu, rasanya gue ingin selalu kembali ke Jogja…