“Sudahkah menyambut tubuhKU sore ini?”
Ya, saat terdiam di perempatan jalan
dalam deru yang saling mendahului satu lainnya
aku menatap rasa laparku
dan diamdiam terucap kata “Amin…”
Sore saat jam menyisir, dalam langkah diamdiam
di ujung matanya di kampung sebelah ku terdampar
dan dia tersenyum mengulitiku,
“Terlambat lagi di Minggu sore?”
Aku tersenyum saat dari kejauhan
Lagu Antar Bacaan mulai terdengar sayup.
“Sudah 15 menit pesta berjalan.
Mungkin nanti aku akan kembali saat jamuan.”
Kau ganti tersenyum, menatapku yang sudah telanjang.
Lalu bertanya,
“Jadi membawaku pergi?”
Cukup lama diam.
Saat itu hanya kembali sayup terdengar dari jauh,
“…Ya Tuhan aku tidak pantas Tuhan datang pada saya.
Tetapi bersabdalah saja, maka aku akan sembuh…”
Aku meliriknya disampingku,
“Ayolah, masih ada waktu 5 menit lagi.”