Sebenarnya ini hanya peristiwa kematian biasa.

Sebuah akhir dari sebuah siklus kehidupan.

Tapi pada 30 Desember 2009, saat sebuah siklus tahunan juga hampir berakhir, catatan kematian sebuah perjalanan dan perjuangan seorang pribadi istimewa harus tertulis.

Gus Dur berpulang. KH Abdurahman Wahid kembali ke pangkuan Allah Bapa. Perjalanan berakhir. Perjuangan pribadi selesai. Yang tertinggal hanya sebuah warisan. Goresan perjuangan yang belum selesai.

Beliau membuktikan, Iman yang diyakininya mampu membawa rahmat bagi seluruh semesta…

Beliau membuktikan, keberagaman akan selalu memberikan kekuatan bagi bangsa ini…

Beliau membuktikan, bahwa kasih itu tanpa batas…

Beliau membuktikan, perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling mengasihi…

Beliau membuktikan, kalo perjuangan belum selesai…

Warisan yang ditinggalkan…

kalau boleh gue ambil satu Gus!

dan warisan yang lain biarlah dibagikan ke semua pribadi yang punya keinginan sama: terwujudnya perdamaian dalam keberagaman.

Bagian kecil warisan ini, Gus…

semoga bisa gue jaga. Kasih tanpa batas dan penghargaan yang jujur pada sesama, gue percaya akan menghadirkan sebuah kekuatan.

Kekuatan CINTA yang sebenarnya.

Selamat Jalan, Gus!