Saya hadir di sini, saya bernafas dan saya menemukan cinta di sepanjang perjalanan yang saya lalui. Saya mencari, saya menemukan, dan saya menyusuri setiap langkah yang awalnya tampak belum tertata. Saat ini, saya masih menatap ke depan, dan tubuh masih terus bergerak menemani waktu yang terus berjalan.

Hmm, kelihata indah banget ya. Tapi ini adalah bukti cinta saya akan hidup, walau kadang setiap bagian sisinya tidak ada yang pasti, selalu berubah dan selalu bergerak dinamis, tapi saya membiarkan diri saya larut di dalam iramanya dan mencoba untuk selalu menikmati.

Ketika ada kesulitan, mungkin saya akan berhenti sejenak. Ketika ada yang harus dilakukan, saya akan mulai membangunkan semangat yang sempat terlelap. Ketika ada sepiring berkat yang diterima saya akan menikmatinya bersama hati yang melantunkan pujian syukur. Read the rest of this entry »

Advertisements

Tanggal 14 Januari kemarin menjadi saat yang sangat berkesan buat saya dan semua umat di Lingkungan Ratu Pecinta Damai, Gereja Katolik St. Monika Serpong. Kami bertempat tinggal di Cisauk, Kabupaten Tangerang yang berjarak hampir 8 km dari gereja kami di BSD. Perayaan Natal bersama kami adakan dalam kesederhanaan dan penuh kebersamaan. Umat di lingkungan kami yang berjumlah hampir 40 keluarga tampak antusias berpartisipasi pada kegiatan ini. Bukan hanya hadir sebagai undangan tapi kami semua sungguh terlibat dalam setiap detail persiapan dan pelaksanaan acara.

Pada satu bulan sebelum kegiatan berlangsung, kami sudah berbagi tugas mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan. Kegiatan kami nanti akan menghadirkan Ibadat syukur Natal dan Tahun Baru, makan siang bersama, pertunjukan seni, dan ramah tamah. Rencananya kegiatan akan diadakan di kediaman salah satu umat yang berkenan untuk menjadi tuan rumah. Read the rest of this entry »

Pagi ini saya kembali terbangun dari kisah malam, dan menyapa pagi yang hangatkan wajah. Istri sudah sibuk di dapur mempersiapkan sarapan; dan sayapun bergegas untuk mandi, lalu sarapan bersama. Keseharian ini memang tampak biasa, tapi sesungguhnya ini adalah kisah yang selalu saja tersaji baru. Tidak ada yang sama, walau kegiatan ini selalu kami lakukan setiap paginya.

Aku menelpon bapak siang hari saat makan siang di kantor. Sekedar untuk ngobrol santai dan menanyakan kabar. Kami saling berbagi kisah, walau tidak lama. Hanya sekita 10 menit saja. Pembicaraan kami di telepon menang hal yang biasa kami lakukan, tapi sesungguhnya setiap waktu yang kami habiskan untuk berbicara di telepon adalah kisah baru yang selalu berwarna walau kami melakukannya dengan media yang sama; handphone. Read the rest of this entry »

Minggu itu seperti biasa saya dan istri membelah jalan di pagi yang sedikit berawan menuju Gereja St. Monika BSD untuk mengikuti misa pagi. Cuaca agak sedikit mendung, karenanya kami berdua bergegas menuju gereja, agar jangan sampai turun hujan di jalan. Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi ketika kami sampai di parkiran Gereja. Ada yang tampak sedikit berbeda pagi itu. Gereja dihias oleh beberapa ornamen daerah, baik itu Jawa, Flores, Dayak dan daerah-daerah lainnya. Beberapa pintu masuk tampak dihias dengan ornamen yang kaya akan unsur budaya. Saat itu saya tidak berpikir panjang dan langsung masuk ke ruangan Gereja bersama istri.

Pada saat Misa Kudus berlangsung, barulah kami sadar. Hari itu adalah hari pencanangan Tahun Persatuan Keuskupan Agung Jakarta yang bertema ‘Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka – Kita Indonesia’. Gerakan ini sudah berjalan di tahun ketiga. Tahun 2018 ini, Gereja Katolik membawa semangat sila ke-3 dari Pancasila yaitu ‘Persatuan Indonesia’. Karena itulah, momen siang itu di Gereja menjadi simbol dimulainya gerakan di Keuskupan Agung Jakarta (termasuk di Tangerang, Depok dan Bekasi) dan dilakukan serentak di seluruh gereja Katolik yang ada di Jadetabek.

Selepas Misa, ternyata rangkaian kegiatan belum selesai. Saya dan istri beserta umat lainnya dikejutkan dengan adanya beberapa kegiatan lain yang menjadi bagian dari peluncuran Tahun Persatuan ini. Yang pertama adalah kehadiran satu grup Marawis yang berasal dari Masjid di sekitar Gereja untuk tampil membawakan beberapa lagu religi. Marawis sendiri merupakan jenis ‘band tepuk’ dengan perkusi sebagai alat musik utamanya dan merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi yang memiliki unsur kegamaan yang kental. Sekitar sepuluh orang remaja Masjid tampak antusias memainkan Hajir (gendang besar), Marawis (gendang kecil), Dumbuk/Jimbe, Tamborin dan Krecekdan. Umat gereja Katolik St. Monika tampak kagum menyaksikan mereka tampil. Read the rest of this entry »

Malam ini, di kamar, saya mencoba pejamkan mata. Tapi karena memang rasa kantuk belum hadir, saya lalu membuka laptop untuk mulai menulis. Bukan iseng atau sekedar menghabiskan waktu, tapi ingin rasanya pagi ini kembali bertutur lewat tulisan. Hari ini sebenarnya sangat melelahkan. Walau masih menikmati cuti Natal dan Tahun Baru, tapi hari ini saya sibuk di rumah mengatur tata letak barang di ruang tamu yang salah satunya adalah memindahkan akuarium di sudut ruang yang berbeda.

Selepas jam 3 sore pekerjaan baru selesai. Setelah menyiram tanaman, saya lalu membersiapkan tempat di ruang tamu, karena malam ini ada latihan koor di rumah. Teman-teman lingkungan memang belum banyak yang bisa hadir, karena sebagian besar masih berada di kampung halaman sehubungan dengan liburan akhir tahun. Tapi dengan jumlah yang cukup sedikit, kami masih bisa berlatih beberapa lagu yang akan kami bawakan saat tugas di Gereja bulan depan. Read the rest of this entry »

Tahun ini sudah berjalan beberapa hari. Tahun lalu menyisakan banyak kisah, kegembiraan juga kesedihan. Semua terangkum dan berhasil menghadirkan sukacita dan rasa syukur yang tiada pernah habis.

Tahun lalu saya merasa sungguh diberkati. Kehidupan rumah tangga yang makin hangat, orang tua dan keluarga yang selalu bahagia bersama, serta pekerjaan yang selalu menjadi kesempatan yang selalu tercipta. Ada kalanya saya gembira, bahagia, namun kadang ada saatnya saya sedih dan terluka. Tapi, saya terus melangkah dengan pasti menyusuri jalan setapak menuju titik akhir tahun.
Read the rest of this entry »

Natal kali ini adalah Natal yang kesekian yang saya rayakan bersama keluarga di rumah orang tua di kawasan Karawaci Tangerang. Bukan hanya bersama keluarga, para tetangga sekitar rumah orang tua juga ikut hadir memberikan ucapan selamat kepada saya dan keluarga. Hampir 100 orang yang berkunjung ke rumah kami malam itu. Kami sekeluarga memang sudah menempati rumah ini sejak tahun 1980 lalu. Tradisi berkunjung ke rumah kami dan beberapa tetangga yang juga merayakan Natal sudah terperlihara mungkin sejak sepuluh tahun lalu di lingkungan perumahan dimana kami tinggal. Kami semua berbagi kebahagiaan bersama, tanpa memandang latar belakang agama, suku maupun budaya. Sungguh indah! Read the rest of this entry »

Hari ini hari libur, tapi cuaca beberapa hari ini sering hujan. Jadi apa boleh buat, saya cenderung malas beranjak keluar dari rumah. Saya menikmati libur bersama istri di rumah. Kebetulan hari ini beberapa ikan di akuarium juga tampak sehat dan berenang kesana kemari, jadi kadang saya bisa menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk memberi makan dan memandang mereka sambil tersenyum ketika mereka berebutan makan. Read the rest of this entry »

Memaknai bulan ini merupakan sebuah momen untuk kembali melihat ke dalam hati. Menjalani setiap langkah bulan ini menjadi istimewa, karena kita dituntun lebih mantap saat mengayunkan langkah kaki, menata kata demi kata yang keluar, serta tetap melahirkan buah pikiran dan perasaan yang kadang tak terkendali. Bulan ini saya dan umat Kristiani lain di seluruh dunia sedang menjalani masa Pra Paskah, yang minggu ini akan mencapai puncaknya pada peringatan  sengsara, wafat,dan kebangitan Tuhan Yesus yang dikenal oleh umat Katolik sebagai Pekan Suci; yang diawali Peringatan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah setelah selama 40 hari menjalani masa puasa dan berpantang. Read the rest of this entry »

Dalam keseharian, kita banyak disesaki oleh banyak informasi, materi hiburan, informasi dan edukasi melalui beragam lini media yang semua itu ‘memaksa’ masuk ke semua indera kita, terutama mata dan telinga. Khususnya lagi kalo kita bicara di lini media yang cukup pupuler seperti televisi, internet, radio, hingga media cetak. Okelah memang ada banyak sekali ragam cara kita bisa mendapatkan semua hal baru lewat banyak media itu, dari yang memang kita butuhkan untuk menambah wawasan maupun saat kita membutuhkan hiburan. Read the rest of this entry »

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

January 2018
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031