Hari ini saya sempat melirik sebuah artikel menarik mengenai 10 desa di Indonesia yang bebas dari asap rokok. Saya mendekatkan wajah saya di layar laptop untuk sekedar memastikan bahwa artikel ini bukan hoax. Tidak lama, saya terdiam dan kepala saya dipenuhi oleh berbagai perasaan yang campur aduk; heran, kagum, tidak percaya, senang dan terinspirasi. Nah, yang terakhir ini yang agak penting; terinspirasi. Karena saya adalah seorang perokok. Sudah lama saya berniat berhenti, tapi belum berhasil juga.

Memang, bagi saya rokok tak ubahnya seperti makanan atau minuman yang mungkin sangat digemari oleh orang kebanyakan dan seakan tidak bisa lepas begitu saja dengan mudah. Misalnya permen karet, kopi, coklat, ice cream, burger dan lainnya. Memang semua ini sifatnya mulai bergeser lebih ke gaya hidup dan bukan melulu kebutuhan seperti makan nasi dan tidur, misalnya. Jadi saat kita hobi makan coklat, seandainya tidak makan pun tidak akan membuat kita pingsan. Atau mengenai burger yang menjadi kegemaran, tidak akan membuat kita jatuh sakit juga jika tidak menikmatinya. Nah, sama halnya dengan rokok. Ketika sehabis makan tidak merokok, tidak akan membuat perasaan kita menjadi hancur berkeping-keping bukan? 🙂 Read the rest of this entry »

Advertisements

Saya hadir lagi hari ini. Dalam setiap putaran waktu, saya tetap ada. Walau pagi ini basah, dan temaram melingkupi pandangan, saya tetap sempatkan hadir, berlindung dalam atap trotoar yang mulai usang.

Dahaga dan asa berlompatan memanggil. Tapi saya masih terpaku menunggu hujan yang tak kunjung terangkat. Turun, bergantian, memenuhi  ruang dan melahirkan irama yang selalu sama; ketidateraturan ketukan nada.

Saya menyentuh pinggir jaket yang mulai lembab, memeluk jari-jemari yang kedinginan dan bersembunyi meringkuk bersebelahan dengan sebatang rokok yang mungkin tanpa rasa saat ini; hanya tawarkan ilusi yang perlahan terbang meninggi. Read the rest of this entry »

Adalah sebuah keadaaan dimana kita menjadi terdiam, terpaku dan tidak kuat lagi melangkah.

Kejujuran, adalah ketika tiada lagi jalan yang membuatku tersadar, sehingga harus menghempaskan langkah.

Kejujuran ketika bibir mulai basah dengan air mata, kelu menatap menunduk menghindari cakrawala.

Kejujuran yang tersaji, hadirkan banyak kekurangan impian, harapan dan khayal. Tertusuk oleh rasa sakit kisah yang tersaji panas di lembar buku kehidupan.

Kejujuran bukan keterpaksaan, jujur adalah pilihan untuk membuka ruang yang gelap dan tiada yang tahu apa yang berada di dalamnya.

Kejujuran adalah nyanyian sunyi, yang melantunkan nada-nada ironi yang diterangi lampu redup di langkah malam.

Kejujuran adalah saya. Dan mulai saat ini akan tetap menjadi bagian dari diri saya. Tidak ingin melepaskannya pergi, walau luka hadir dan perih selimutiku.

Malam ini saya teringat akan sebuah sudut perempatan jalan dimana saya pernah berdiri menunggu seseorang yang tak kunjung datang. Tak lama tiba-tiba hujan turun dan dalam waktu singkat membuat saya basah kuyup sebelum pertemuan itu hadir.

Saya lalu kembali menatap jam dinding saat kembali terusik kenangan ketika saya harus berhadapan dengan wajah yang begitu memesona dan seringkali bermain dalam pikiran. Senyum itu dan langkah kakinya seakan membekas walau kami belum sempat menyusuri jalan bersama. Read the rest of this entry »

Saya hadir di sini, saya bernafas dan saya menemukan cinta di sepanjang perjalanan yang saya lalui. Saya mencari, saya menemukan, dan saya menyusuri setiap langkah yang awalnya tampak belum tertata. Saat ini, saya masih menatap ke depan, dan tubuh masih terus bergerak menemani waktu yang terus berjalan.

Hmm, kelihata indah banget ya. Tapi ini adalah bukti cinta saya akan hidup, walau kadang setiap bagian sisinya tidak ada yang pasti, selalu berubah dan selalu bergerak dinamis, tapi saya membiarkan diri saya larut di dalam iramanya dan mencoba untuk selalu menikmati.

Ketika ada kesulitan, mungkin saya akan berhenti sejenak. Ketika ada yang harus dilakukan, saya akan mulai membangunkan semangat yang sempat terlelap. Ketika ada sepiring berkat yang diterima saya akan menikmatinya bersama hati yang melantunkan pujian syukur. Read the rest of this entry »

Advertisements

BUONGIORNO…

Pemanis Buatan merupakan kumpulan catatan yang berupa celotehan, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak saya. Bebas, jujur, dan mungkin agak kurang ajar…

Semoga kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti dengan kejujuran & hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; kalo nggak buat kamu, ya minimal buat saya sendiri… :)

Namun, karena saya percaya bahwa kehidupan itu pada dasarnya memang baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanya sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya…

Back to the future…

February 2018
M T W T F S S
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728