You are currently browsing the tag archive for the ‘rumah’ tag.
Pagi datang. Alarm yang gue setel di blackberry gue berbunyi nyaring. Agak males, tapi tetap beringsut menarik bed cover gue untuk segera beranjak dari spring bed. Gue melirik jam di dinding, dan sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Hm… jam segini istri gue sih udah berangkat kerja. Gue lantas matiin AC kamar, lalu melangkah ke kamar mandi buat cuci muka dan buang air kecil. Gue lalu mulai mengaca dan bergaya sendiri di depan cermin kamar mandi yang berukuran cukup besar. Wuih makin mantep aja bodi gue. Soale kan emang gue rajin fitness dan joging. Yah gaya hidup sehat oke juga…
Gue lalu menuju dapur. Gue duduk di meja makan sambil menyalakan TV menggunakan remote yang tergeletak di meja. Gue memilih-milih program TV bentar, lalu menuju kulkas buat minum susu yang bikin bentuk perut makin bagus. Celingak-celinguk bentar lihat isi kulkas, ada sayuran beku, daging, telur ayam, beberapa kotak minuman dingin; seperti jus dan susu, beberapa kotak makanan ringan seperti biskuit dan kue kering, serta sekotak sereal rasa coklat. Gue lalu meraih sekotak jus jeruk dan sebungkus kue kering isi coklat. Sambil menonton berita olahraga pagi, gue lalu mulai mengunyah dan minum jus. Rasanya lumayan, dan kenyangnya juga cukup. Gue emang nggak mau makan terlalu banyak. Soalnya takut bodi gue jadi makin melar.. hehehe Read the rest of this entry »
Sudah lebih dari 5 tahun gue menempati rumah yang gue beli di perumahan Griya Serpong Asri. Rumah gue ini terletak di daerah Suradita-Cisauk, sekitar 3 km dari rencana kampus Unika Atma Jaya yang dibangun di BSD Serpong.
Awal membeli rumah, memang didasari keinginan untuk memiliki tempat tinggal sendiri. Meskipun kecil, namun bisa menjadi kebanggaan dan bisa jadi pembangkit semangat buat gue untuk bekerja lebih keras.
Rumah gue ini bertipe awal 31, dengan luas tanah 111 m2. Saat ini, bangunan yang gue tambah adalah sebuah ruangan berukuran 3×6 meter yang gue fungsikan sebagai dapur, gudang kecil dan ruang cuci. Untuk keseluruhan tampilan bangunan rumah memang nggak terlalu banyak berubah dari desain asli. Gue hanya menambahkan cat yang cantik pada dinding, membangun pagar depan dan ruangan dapur tadi. Tapi secara tatanan interior, gue berusaha memolesnya agar tampil cantik dan membuat gue dan kini istri gue menjadi nyaman bertempat tinggal dan beraktivitas di rumah ini. Read the rest of this entry »
Judul di atas gue simpulkan setelah gue melihat salah satu sticker di bagian belakang sebuah motor di sebuah perempatan jalan ketika gue lagi menunggu lampu hijau menyala. Kalimat aslinya adalah “motor gue, gimana gue”.
Lucu juga. Karena walau simpel, ternyata kalimat itu lumayan dalem juga maknanya. Seperti ungkapan ‘like father like son’, kali ya. Seorang anak bisa jadi merupakan ‘gambaran’ dari si bokap…
Dan bisa aja, setiap barang yang kita miliki baik itu rumah, motor, atau apapun bisa aja jadi gambaran dari pribadi kita, walaupun tentu aja ini gak bisa dipukul rata buat semua barang yang kita miliki. Kalo alat masak kayak panci sih gak bisa jadi tolak ukur kali ya, hehehe Read the rest of this entry »
Minggu pagi gue udah terbangun karena kebetulan aja suara TV di sebelah kamar mengagetkan gue. Ada acara berita pagi di salah satu stasiun TV. Gue beranjak hanya untuk bergabung dengan bude gue yang kebetulan pagi itu kelihatan serius banget merhatiin layar kaca sambil sesekali geleng-geleng kepala.
Sambil mengambil koran hari itu yang tergeletak di atas kursi, gue pun bergabung. Tanpa bicara apapun gue pun larut dalam tayangan di TV. Serius merhatiin. Berita yang bertutur tentang kejadian yang terjadi di sekitar gue, sekitar kota, dalam seharian kemarin. Satu berita gue tonton, gue masih agak ngantuk. Dua berita, mulai serius. Tiga berita, gue mulai enek, dan pada berita yang keempat akhirnya gue beneran malah jadi BT. Sumpah, gak ada satupun berita yang enak dan bikin hati jadi ayem saat menontonnya. Semua tentang pembunuhan, kerusuhan saat demo, perampokan,…
Jadi bertanya-tanya aja, apa memang semua berita itu syaratnya harus yang bermuatan ‘kejahatan’ atau sesuatu yang ‘nggak menyenangkan’? Apakah berita identik dengan sebuah ‘masalah’. Mungkin ini ada hubungannya sama nilai jual suatu berita. Muatan yang bikin kontroversi (tapi faktual) niscaya akan lebih menarik perhatian. Makanya, asli, pagi itu gue merasa terjebak aja saat nonton berita pagi di TV. Gue merasa kalo gue nggak dikasih pilihan aja buat nemuin cara nikmatin pagi. Yang ada gue seakan-akan diwanti-wanti; ingat! hidup itu keras, hidup itu kejam, so hati-hati! Halah! Read the rest of this entry »
Padahal Piala Dunia udah selesai. Dan jam tidur gue udah kembali nambah. Gue juga selalu rutin olahraga yang secara otomatis bikin badan gue lelah, dan bisa bikin lebih cepet tidur. Tapi kenapa ya, selalu aja gue susah buat bangun pagi. Kesiangan lagi, kesiangan lagi! Padahal gue sempet terjaga jam 6 pagi, tapi kenapa gue nggak bisa gitu, langsung beranjak dari kasur empuk gue. Apa cuaca dingin yang selalu hadir di lingkungan tempat tinggal gue, atau ada sesuatu yang nggak bikin gue nggak bersemangat di kantor ya?
Setelah gue runut-runut, sebenarnya alasannya cuma satu. Gue udah mulai terbiasa! Terbiasa bangun telat, maksudnya! Hehehe Udah bebeberapa bulan terakhir, siklus tidur gue memang mulai berubah. Jam bangun gue pun akhirnya mulai ‘mundur teratur’. Dan ini mungkin yang menyebabkan metabolisme tubuh pun mulai ‘terbiasa’ dengan keadaan ini. Jadinya, ya, kalo gue biasa bangun agak siang, yah jam segitu juga akhirnya gue akan bangun setiap paginya. Padahal udah berbagai cara gue jalanin, dari minta dibangunin, pasang alarm, sampe minta di telpon! Tetep aja… Read the rest of this entry »
Semoga pengunjung setia blog gue nggak bosen ya kalo lagi-lagi catatan gue kali ini masih soal Internazionale, hehehe
Euforia kesuksesan Inter meraih Treble Winner masih belum juga selesai; minimal buat gue.
Hari Sabtu malam (29 Mei) kemarin, gue sengaja mengundang rekan-rekan satu RT gue di komplek perumahan Griya Serpong Asri, Suradita Cisauk Tangerang untuk kembali merayakan sekaligus mengadakan syukuran kecil-kecilan. Bukan apa-apa, sebelum partai Final Copa Italia beberapa waktu lalu, gue memang sempat mengungkapkan niat gue untuk merayakan dengan cara sederhana apabila Inter berhasil meraih Treble Winner. Janji gue waktu itu, gue akan potong tiga ekor entog (sebagai lambang dari 3 gelar Inter) buat kita santap bersama… hehehe Tapi memang bukan sekedar hanya menepati janji. Gue memang sungguh ingin berbagi kebahagiaan bareng teman-teman komplek gue karena rasa syukur gue atas keberhasilan Inter dan juga karena pada partai Final Champions kemarin gue’ kabur’ ke Summarecon untuk Nonton Bareng bareng rekan-rekan Inter Club Indonesia Regional Tangerang. Padahal setiap tahunnya gue selalu jadi ‘kompor’ acara nonton bareng di komplek gue, ![]()
Dan seperti pernah gue tulis di salah satu catatan gue terdahulu, bahwa di komplek gue kebiasaan makan malam bersama udah bukan jadi hobi lagi tapi juga udah jadi kebiasaan! Khususnya tentu aja di kalangan bapak-bapak yang biasa makan bersama kalo udah pada ngumpul. Makanya menurut gue, nggak ada salahnya kalo gue juga akhirnya memutuskan kalo bikin masakan dan disantap bersama akan menjadi sesuatu yang menyenangkan buat merayakan keberhasilan Inter meraih Treble Winner.
Read the rest of this entry »
Sebuah analisa kritis (mungkin juga ngawur) tentang kebiasaan makan malam bersama di komplek gue
Kaum pria di komplek gue termasuk pemakan segala. Selama kurang lebih 3 tahunan gue tinggal di Griya Serpong Asri yang terletak di Cisauk- pinggiran kota Tangerang ini, nggak terhitung ada berapa banyak kambing, ayam, bebek, ikan laut maupun air tawar sampai entog yang udah tercatat menjadi menu khas tengah malam…
Kebanyakan yang tinggal di komplek gue ini memang keluarga muda. Mungkin karena itu pula kita masih mamiliki semangat yang lumayan tinggi untuk berkumpul, berbagi dan untuk melakukan segala sesuatunya secara bersama-sama. Dan itu tanpa perlu paksaan atau himbauan dari pengurus RT. Segala sesuatu dijalankan secara bebarengan dan dengan semangat kebersamaan yang tinggi.
Kebiasaan makan tengah malam ini memang yang kelihatan sangat menonjol di komplek gue dibandingkan dengan kegiatan lain yang dilakukan bersama; khususnya di lingkungan RT dimana gue bertempat tinggal. Dan kalo mau dirunut dan dicari tahu, ada banyak alasan yang membuat kebiasaan ini setidaknya masih ‘lestari’ berjalan hingga hari ini sejak tiga tahun yang lalu… Read the rest of this entry »
Kadang malam hari menjadi sebuah waktu yang panjang buat gue. Malam menjadi sebuah titik dimana semua yang terjadi hari ini berkumpul jadi satu dan membebani pikiran. Hari yang berat, hari yang melelahkan, hari yang ingin segera dilewati adalah beberapa dari keluh kesah gue yang menemani malam panjang. Sekalipun sisa malam itu gue habiskan untuk bersenang-senang, tetap pada satu titik gue harus kembali pada sebuah ruang dimana segala sesuatunya kembali pada keheningan, dan dengan sebuah tarikan nafas panjang penuh beban akhirnya gue melarikan diri gue untuk masuk ke dalam ruang mimpi.
Tapi ternyata semuanya tidak berhenti di situ, ruang mimpi menjadi sebuah dunia lain yang kadang juga melelahkan buat gue. Mimpi bisa jadi hal menakutkan dan bisa menguras energi juga karena mimpi seakan hadir dalam bentuknya yang paling nyata. Tapi untunglah, semua nggak akan berlangsung selamanya. Selalu ada akhir. Dan akhir itulah yang bernama ‘pagi’. Dan gue bersyukur bahwa selalu ada pergantian hari, yang berarti selalu ada hal baru yang akan menggantikan hal yang tidak menyenangkan yang gue alamin di hari sebelumnya. Tapi apa memang sesederhana itu? Read the rest of this entry »
Beberapa waktu yang lalu gue sengaja ingin menghabiskan waktu libur 4 hari gue (termasuk cuti sehari) untuk membereskan semua barang yang ada di rumah gue. Kebetulan momentumnya juga tepat lah. Dapur gue baru aja selesai dibangun. Yah walau nggak terlalu besar, tapi cukup untuk sedikit menjadi ruang tambahan sehingga gue bisa mengatur lagi peletakan barang yang ada di rumah gue.
Rumah gue emang gak besar. Dengan tambahan dapur berarti luasnya kurang lebih sekitar tipe 45-an lah. Ada 2 kamar tidur, 1 kamar tamu, 1 kamar mandi, plus satu dapur beserta ruang cuci. Tapi biar begitu, barang gue lumayan banyak. Dan yang membuatnya jadi begitu, nggak lain adalah kebiasaan jelek gue untuk selalu menyimpan barang-barang lama yang mungkin aja udah nggak dipakai lagi. Read the rest of this entry »
Berhubung rumah gue baru aja selesai direnovasi, jadi kebetulan deh, saatnya ngerubah suasananya..! Biar nggak bosen.
Udah hampir 3 tahun gue melihat hal yang sama setiap hari di interior rumah gue. Walau sebenarnya tetap menyenangkan, tapi kayaknya bakal seru kalo gue bisa melihat sesuatu yang baru walau hanya letaknya aja yang baru… Barangnya sih masih barang lama..
Jadinya minggu lalu gue mendedikasikan 2 hari penuh buat beresin rumah sekaligus untuk merubah tata letak barang biar ada yang baru di tampilan interior rumah gue.
Barang gue sih emang nggak banyak. Lah wong rumahnya juga kecil, mana mungkin gue memenuhinya dengan banyak barang. Tapi emang kalo dilihat-lihat, untuk ukuran gue yang masih single, kayanya barang gue emang udah agak kebanyakan… Dari barang kebutuhan rumah (panci, dan keluarganya), furniture (lemari dan keluarganya), alat2 (kulkas dan keluarganya), sampe barang-bareng yang berhubungan sama hobi gue (buku, film, majalah…). Dan ini benar-benar jadi tantangan sendiri buat mengatur tata letaknya agar enak dilihat dan nggak berasa sempit di area yang terbatas…
Secara kontekstual sebanarnya memang nggak ada yang berubah di rumah gue. Begitu juga secara fundamental. Yang gue rubah sekali lagi hanya tata letaknya saja; hanya di bagian kulit, atau di bagian permukaan. Tapi jika perubahan yang terjadi di ‘permukaan’ bisa membuat hidup menjadi lebih indah buat dinikmatin, kenapa nggak? Buat apa kita repot merubah sesuatu sampe ke dasarnya, kalo kita sudah bisa nyaman dengan perubahan yang terjadi walau sebatas hal kecil dan yang seringkali terlihat sepele… Read the rest of this entry »
Rumah mungil gue dua minggu ini lagi berantakan. Soale gue lagi nutup bagian blakang rumah yang nantinya bisa gue fungsikan buat dapur sama ruang cuci. Maklum lah, rumah gue di Griya Serpong Asri cuma tipe 31 dengan bangunan asli yang tanpa dapur… Jadinya agak repot juga kalo mesti masak. Belum lagi kayaknya barang di rumah gue nambah melulu, makanya gue merasa perlu space lebih.
Budget yang ada sebenarnya pas-pasan, makanya gue rencana hanya ingin menutup bagian belakang rumah gue yaitu tanah berukuran 18 m persegi. Yang penting ketutup, tanpa ada penambahan lain… Karena kebutuhan utama gue memang supaya gue bisa ada ruangan yang bisa difungsikan buat dapur, buat nyimpan barang, dan minimal gak kehujanan deh. Tapi yah, pada akhirnya tetap aja hasilnya nggak sesuai perencanaan awal… Selalu saja ada yang ditambahin. Kalo nurutin keinginan, emang gak ada habisnya… Read the rest of this entry »
Gak mesti jauh-jauh untuk nunjukin kalo kita peduli sama lingkungan termasuk sama isu pemanasan global yang udah sering kita dengar belakangan ini. Gue juga nggak berusaha untuk aktif dalam lembaga penyelamatan lingkungan, misalnya, hanya untuk menunjukkan bahwa gue juga peduli.
Makanya gue coba mencari informasi mengenai berbagai upaya yang gue bisa lakukan, tanpa harus membutuhkan waktu dan biaya yang besar buat ikut menyelamatkan lingkungan. Gue sih pinginnya bisa memulainya dari rumah gue aja. Walau sedikit tapi gue tetep percaya ada pengaruhnya.
Untuk itulah gue menyusun daftar dan mencoba melakukan sesuatu mengenai apa aja yang bisa gue lakukan di rumah dan sekitarnya untuk menunjukan gue peduli akan lingkungan. Sebenarnya ini semua merupakan hal-hal yang sederhana dan jadi keseharian gue saat beraktivitas baik di rumah dan lingkungan sekitar. Jadi kalo gue harus merubah sedikit gaya hidup gue di rumah demi (kelestarian) lingkungan, gue pikir gak masalah kali ya… Read the rest of this entry »

























Komentar Terbaru