You are currently browsing the tag archive for the ‘relasi’ tag.

Dunia terdiri atas banyak bagian daerah, kalo mau melihat peta. Dan tidak langsung juga pasti akan terbagi menjadi banyak kelompok negara, masyarakat, agama dan kepercayaan, hingga ke ideologi yang diyakini oleh hampir lebih dari 5 milyar penduduk bumi.

Lebih dekatnya, di Indonesia juga begitu. Dari 200-an juta lebih penduduk, selalu ada keragaman budaya, pemikiran dan adat istiadat maupun kebiasaan yang terbentuk. Kalo mau melihat dari pembahasan audiens buat para praktisi periklanan dan marketing, kumpulan masyarakat yang ingin dituju dalam sebuah kampanye periklanan dibagi ke dalam banyak karakter. Baik dari segi geografis, psikografis, demografis, dan banyak lagi.

Pemetaan ini menjadi wajib, karena memang masyarakat sangat majemuk dan beragam. Jadi sasaran dari sebuah upaya komunikasi perlu ‘depersempit’ agar upaya penyampaian pesan komunikasi menjadi lebih efektif. Read the rest of this entry »

Hidup gue ya berarti apa yang gue punya. Baik, jelek, lucu, sedih, bangga, galau sampe nyungsep, ya semua milik gue. Itu semua kadang banyak yang bilang soal pilihan. Tapi nggak jarang, itu semua memang harus gue hadapin buat bikin hidup makin berwarna. Gue nggak mau nulis soal hal klise, tapi gue mau jujur aja memahami hidup, terutama hidup yang gue jalanin.

Gue pernah merasakan banyak berkat Tuhan. Dari memiliki keluarga yang harmonis, karier yang lumayan, punya banyak teman yang saling dukung, materi yang sedang saja tapi sangat mencukupi buat gue, kehidupan keluarga baru bareng istri, dan banyak kesempatan buat berkarya lewat banyak media. Ada banyak lagi berkat yang gue rasakan, tapi nggak bakalan bisa cukup halaman ini buat mencantumkan semua  list-nya.

Gue juga pernah mengalami banyak ujian. Dari sakit gue yang cukup parah, peristiwa kecelakaan yang pernah gue alamin, kerugian materi yang walau nggak banyak tapi berasa, konflik yang terjadi dengan individu lain, sampe kesulitan saat meniti karier. Ada banyak lagi, dan gue juga yakin halaman ini juga nggak akan cukup memuatnya satu demi satu. Read the rest of this entry »

Sebuah catatan harian istriku – 16 Oktober 2011

Kadang, kegundahan yang melanda sangat sulit untuk diusir. Cemas datang, dan perut mulas. Ada baiknya untuk dicatat namun tidak dimasukkan ke dalam buku catatan harian. Karena dalam setiap buku harian, aku harus berusaha mencatat seuatu yang membahagiakan, agar setiap kata manis yang terbaca selalu menjadikan aku untuk mengulangi dan melakukannya lagi…

Sering terbaca kata pahit yang menjadikan duka dan tidak bisa ku lupa. Kata manis dan pahit berpadu menjadi satu di dalam hidupku. Ada baiknya setia hal dalam hidup menjadi sebuah bahan permenungan dan ini bisa kulakukan dimana saja termasuk saat berdiam diri di kloset. Read the rest of this entry »

Catatan harian istriku, 13 Oktober 2011

Ada kelompok orang yang pantas dikasihani karena kemiskinan den derita-deritanya. Sementara kelompok yang lain perlu dikasihani karena kesombongan, keangkuhan, kejahatan, kebohongan, dan dosa-dosa lain yang mereka lakukan.

Kelompok pertama ketika dikasihani akan sadar (semoga) dan berjuang untuk terbetas dari derita dan kemiskinan mereka, walau perubahan kadang memerlukan proses yang panjang dan melelahkan. Read the rest of this entry »

Hari Rabu besok tanggal 31 Agustus 2011 umat muslim di Indonesia dan di seluruh dunia merayakan Idul Fitri. Peristiwa ini menjadi penting, karena saat Idul Fitri semua umat muslim merayakan kembalinya mereka ke fitrah, ke dalam kesucian. Dan salah satu ciri khas yang sudah menjadi tradisi dalam perayaan Idul Fitri adalah saling memafkan satu sama lain.

Soal memaafkan memang kelihatannya sederhana. Tapi jika dijalani, kadang seringkali menjadi sebuah perkara sulit walau tetap sederhana. Kita sering hidup bersama masa lalu yang kadang baik, tapi juga bisa pahit dan mengecewakan. Katika hal yang pahit itu disebabkan karena kesalahan orang lain dan kita yang menjadi korban, seringkali akan sangat sulit memaafkan orang yang bersangkutan. Terlepas besar kecil kesalah yang diperbuat orang lain terhadap kita. Lalu bagaimana cara yang paling mudah untuk memafkan? Read the rest of this entry »

Bukan pengagum salah satu merek sepatu olahraga, dan bukan mau gaya-gayaan dengan berslogan. Tapi ketika menulis, mengucapkan dan melakukan ‘Just Do It’ itu tadi, semua jalan yang terbentang di depan menjadi lebih mudah. Yah setidaknya gue nggak perlu takut untuk menjalani setiap langkah hidup gue di depan, sesederhana maupun seribet apapun.

Slogan Just Do It memang memiliki banyak arah konotasi maupun arti. Satu sisi, slogan ini bisa memicu keberanian, semangat, antusiasme, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan hal-hal baik, bersukur akan segala sesuatu, sambil tetap berpikir positif. Nggak ada salahnya sama sekali bukan? Kita hanya harus bisa menggerakkan aura positif dalam diri kita untuk membuat semuanya menjadi mungkin untuk dilalui. Dan jika berhasil, itu merupakan bonus dan jadi anugerah yang luar biasa.

Sekali lagi, ini nggak bicara soal ‘perjudian’ ya. Dalam arti kita berharap aja dengan keberuntungan semata. Jut Do It merupakan sebuah bentuk ‘positive attitude’ yang diharapkan bisa hadir dan merangsang semangat dan syaraf otak kita agar bisa melakukan sesuatu yang maksimal dan menghasilkan. Read the rest of this entry »

Awal yang baru dalam sebuah relasi terkadang memerlukan energi yang nggak sedikit. Saat harus memahami, saat harus menyelami sisi pribadi orang lain, adalah sebuah proses yang selalu saja menarik, walau nggak jarang menjadi begitu melelahkan; dalam konteks apapun itu.

Mengenali seseorang belum tentu memahami orang itu. Ingat nama, ingat rupa fisik, ataupun wajah dari orang lain juga bukan berarti gue lantas bisa beranggapan kalo gue juga mengerti pribadi seseorang. Memang, nggak semua orang perlu gue selami. Hanya orang-orang yang memang ingin gue selami. Keluarga, pacar, sahabat, rekan satu tim bekerja, tetangga dekat, adalah beberapa diantaranya.

Proses saling memahami antar pribadi memang gampang-gampang susah. Ada yang boleh mengaitkannya dengan teori komunikasi; dimana ada komunikator-pesan-komunikan termasuk ‘noise’ di dalamnya. Ada juga yang mengaitkannya dengan banyak teori tentang psikologi, etika, dan banyak teori yang lainnya. Tapi ada satu hal yang menjadi persamaan dari semua itu, yaitu saat-saat dimana kita melalui proses ‘ice breaking’; walau makna harfiahnya berarti: ‘memecahkan es’, dimana kita melalui tahapan dan sungguh mengalami saat-saat menyenangkan ketika melihat es itu (pecah menjadi bagian-bagian kecil) dan kemusian mencair. Kebekuan, suasana ‘dingin’ pada akhirnya hilang, sehingga proses menyelami pribadi seseorang pun bisa segera dimulai. Read the rest of this entry »

Semalem gue ngobrol banyak sama temen gue. Serunya, temen gue nih sama-sama tipe melankolis sama kayak gue… Intinya, dia punya sebuah masalah yang butuh sebuah upaya penyelesaian dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Dan tau sendiri, kalo bagi tipe orang melankolis kayak gue atau temen gue itu, pengambilan keputusan untuk sebuah masalah dalam waktu singkat seringkali menjadi sesuatu yang susah, dan nggak jarang malah menimbulkan masalah yang baru! Memang, nggak semua seperti itu, dan sejak lama gue juga udah belajar dan berlatih agar tidak memberi ruang terlalu banyak buat perasaan gue. Tapi kadang gue sering lupa juga, hehehe

Kalo emang sungguh mau keluar dari masalah, gue sadar kalo gue seringkali mesti melakukan hal yang kalo menurut gue ya, bukan gue banget. Gue harus mengambil tindakan yang kadang bertentangan sama kata hati gue; atau mungkin lebih tepatnya sama perasaan gue. Ini berdasarkan pengalaman gue loh, dan bukan asal ngomong. Karena kadang gue harus melakukan sesuatu yang agak ‘tegas’ dan seringkali bertentangan banget sama perasaan, ketika gue dihadapkan pada pencarian sebuah solusi yang tepat. Kalo istilah temen gue malem itu sih, “wah kali ini loe ngajarin gue buat jadi orang jahat!”. Gue sih cuma bilang, ” Itu loe yang ngomong ‘jahat’ ya, dan bukan gue… Tapi, sebenarnya, nggak ada lagi kok yang perlu loe tambahin lagi buat semua yang udah loe lakuin. Semua udah cukup. Loe emang mesti ‘tegas’ kali ini bro! Susah kan loe!? Tapi pasti bisa!…” Read the rest of this entry »

Salah seorang temen gue bilang, ‘loe eksis banget ya bro… gak di fb, gak di kantor, gak di komplek rumah…’ Tapi ada juga yang bilang… ‘lama banget nih loe nggak nunjukin eksistensi loe bro…’ Ada apa nih, bro?

Kadang seseorang dianggap eksis kalo sering ‘hadir’ baik secara nyata maupun sekedar lewat status fb dalam dunia maya. Hadir berarti sering dilihat, dan gampang dicari. Eksitensis dilihat sebagai sebuah ukuran tingkat pergaulan seseorang… karena ya itu tadi, pokoknya setiap di momen penting, acara ini itu, atau di setiap situs jejaring sosial loe selalu aktif nongol! Pokoknya loe selalu ada deh dimana-mana… Tapi apa iya cuma itu aja ukurannya? Read the rest of this entry »

Ucapan selamat, doa, dan harapan akan selalu menjadi sesuatu yang menguatkan dan membesarkan hati. Begitu juga yang gue rasakan dalam 2 hari ini setelah membaca semua ucapan ulang tahun beserta doa, dan harapan dari teman-teman facebook gue.

Makasih buat semuanya ya. Dan kenapa gue merasa perlu atau mungkin iseng banget mencantumkan semua ucapan dari teman-teman gue di blog ini, nggak lain hanya sekedar ucapan syukur bahwa gue masih punya banyak teman-teman yang baek, yang mau mendoakan, dan yang memiliki harapan yang terbaik buat gue. Seandainya ada yang nggak kebawa dalam catatan ini, bukan berarti loe semua bukan temen yang baek buat gue, karena ini sebatas kumpulan ucapan dari facebook; padahal media yang bisa digunakan untuk mengucapkan selamat kan bukan facebook aja… Ada yang sms, YM ke gue, ada yang telpon… Dan yakin deh, gue nggak akan lupa kok sama semua yang udah dikasih ke gue… disimpen rapi dalem hati deh pokoe :)

Yang pasti, gue akan selalu membuka kembali catatan ini jika gue butuh semangat, butuh penyegaran lagi, biar gue akan selalu tetap merasakan kalo hidup gue tuh sebenarnya sangat menyenangkan dan penuh warna. Dan pastinya ya, teman-teman gue semua ini dan teman-teman lain yang mungkin nggak tercantum namanya di catatan ini yang turut memberikan aneka warna di tiap goresan kanvas hidup gue… GBU all dearest friends!

Ini beberapa dari ucapan, doa dan harapan dari teman-teman semua.. maaciiiiiii yaaaaa…. :) :)

Read the rest of this entry »

Apakah sebuah rasa suka dan ‘anti’ terhadap segala sesuatu merupakan cerminan dari kepribadian dan citra diri gue?

Dalam banyak kesempatan gue seringkali dihadapkan pada satu pertanyaan dimana gue harus memaparkan hal-hal apa yang gue senangi atau yang menjadi hobi gue. Entah itu di berbagai kolom formulir pendaftaran hingga ke bentuk pertanyaan lisan saat interview melamar pekerjaan misalnya…

Gue sih punya banyak list untuk menjawab banyak pertanyaan akan hobi atau hal yang gue senangin. Dan itu mencakup semua hal, dari film sampai olahraga, dari musik hingga ideologi… Dan ini bukan hanya mengenai hal yang ‘sekedar’ suka, melainkan sudah menjadi sesuatu yang menginspirasi hidup gue. Tapi balik lagi ke pertanyaan awal, apakah sesuatu (apapun itu) yang kita suka mencerminkan kepribadian gue sebenarnya? Dan ini nggak gue sadari secara langsung atau atau tidak langsung. Apa iya?

Dan  seandainya hal-hal yang gue benci bisa juga jadi gambaran kepribadian gue, kenapa dalam banyak sesi wawancara atau kolom isian dalam formulir yang selalu ditanyakan adalah ‘Apa saja yang kamu suka?’ atau, ‘Apa hobi dan kesenangan kamu?’ dan bukan, ‘Apa aja hal yang paling kamu benci dalam hidup?’… Yah minimal gue jarang menemukan jenis pertanyaan seperti ini. Lalu apakah sebenarnya korelasi antara hal yang kita suka, benci dan ‘citra diri’ itu ada? Read the rest of this entry »

Usai sudah perjalanan Inter sepanjang musim ini. Dan semua harus diakhiri dengan air mata. Air mata kebahagiaan, air mata akhir penantian dan yang pasti adalah air mata sebagai buah dari rangkaian perjuangan yang mungkin saja belum selesai…

Sebuah malam panjang dilewati oleh Inter dan seluruh Interisti di Madrid dan di seluruh dunia. Malam yang sungguh-sungguh dilalui dengan tahapan yang sungguh nggak sederhana. Buat pemain, malam ini adalah milik mereka sepenuhnya. Raihan Piala Liga Champions menjadi hidangan penutup selama semusim yang bukan hanya mengenyangkan, tapi juga membuat tidur mereka malam itu diwarnai mimpi paling indah.

Dan bagi Interisti, tidak ada yang paling membahagiakan selain menjadi saksi dalam sebuah perjalanan panjang sebuah klub sepakbola dimana satu kekuatan hati yang sama menyatukan mereka dalam sebuah kebersamaan; dimana di dalamnya ada ketegangan, nyanyian, teriakan, emosi, doa, dan sukacita yang pada akhirnya berujung pada satu kalimat terindah: ya! akhirnya kamilah juaranya!!!

Dan air mata itu menyatakan semuanya.

Read the rest of this entry »

B U O N G I O R N O !

Antonius HarmokoPEMANIS BUATAN merupakan kumpulan catatan yang berupa celoteh, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak gue. Bebas, jujur, dan mungkin terkadang kurang ajar…

SEMOGA kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti juga dengan kejujuran dan hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; minimal buat gue sendiri...

NAMUN, karena gue percaya bahwa setiap kehidupan itu baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanyalah sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya...

Kategori Catatan (selengkapnya lihat di halaman: ARSIP CATATAN)

Tanggal Gue Menulis…

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

"Bersabdalah saja, maka aku akan sembuh…”

Home sweet home

Peta Wisata Yogyakarta

Gitu aja kok repot!

Mimin Pinguin!

Kisah dibalik nama Vito

Kenangan seru tahun 90an

Musik Indonesia tahun 90an

Musik Kenangan tahun 80an

Burung Berkicau

Garuda di Dadaku

Forza La'Beneamata!

Komunitas

INTER CLUB INDONESIA Regional TANGERANG ID:0510 0811 6470

Alumni SMP Strada Slamet Riyadi Angk.92

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.