You are currently browsing the tag archive for the ‘Mencintai Ririe’ tag.
Cinta dan kehidupan. Cinta adalah sebuah perjalanan relasi hidup yang spesial. Cinta bisa hadir dalam banyak bentuk dan cara. Bisa hadir untuk siapa saja dan bisa diberikan kepada siapa saja. Namun cinta kepada belahan jiwa menjadi sebuah bentuk yang istimewa sekaligus penuh ‘rahasia’ indah. Kenapa ‘rahasia’ dan indah? ‘Rahasia’ karena kadang tidak terucapkan lewat kata, namun nilainya sungguh indah sekaligus tidak terlupakan dalam waktu yang tanpa batas…
Seperti apakah permintaan-permintaan Cinta yang sederhana itu? Read the rest of this entry »
Gue menjalani kehidupan dengan bahagia. Memang banyak hal yang kadang kurang, kadang butuh tantangan, dan kadang mengecewakan. Keletihan dan kesedihan kadang juga menjadi warna dalam hidup gue.
Tapi di balik itu semua gue tetap bersyukur. Karena usia pernikahan gue yang baru berjalan 4 bulan bisa gue lalui dengan baik dan penuh cinta. Walau tetap membutuhkan proses adaptasi pada kehidupan baru, tapi rasa syukur berusaha kita hadirkan setiap saat.
Kita berdua selalu berjalan bersama. Walau tempat kita beraktifitas berbeda, tapi kesatuan hati menyatukan setiap waktu yang kita lalui. Dari saat bangun tidur hingga saat berangkat tidur, kebersamaan di hati selalu berusaha diciptakan. Saat mulai sarapan bersama sambil menikmati acara TV pagi, obrolan akrab dan hangat dimulai. Semua hadir dengan kesederhanaan dan saling melengkapi. Kita berdua lalu berdoa pagi bersama untuk bersyukur atas hari ini dan untuk mohon berkat untuk banyak kegiatan yang akan dilalui. Hingga saat gue mengeluarkan motor untuk berangkat kerja, istri selalu setia mengantar hingga ke pintu depan halaman. Read the rest of this entry »
Dalam hidup, kadang gue dan banyak orang selalu memiliki semangat yang sama; antusias, do the best, and never give up. Semua pastinya gue lakuin dengan semangat tinggi. Karena tidak ada keinginan sedikitpun untuk membuat hidup tidak menjadi lebih baik bukan?
Dalam setiap tahapan hidup, setiap langkah, dan setiap perhentian, semua gue lakukan dengan baik dan cermat. Gak harus berjalan sempurna, tapi asal semua bisa gue lakukan dengan baik, itu sudah cukup membuat gue bersyukur. Dan bagi gue itu semua proses itu bukan ukuran kaku, meinkan sebuah keadaan dinamis yang harus gue nikmatin…
Gue memang tipe pekerja keras, bahkan cenderung agak perfeksionis. Namun, gue pun berusaha menjalani segala sesuatu dengan sikap yang terbuka, sabar, dan gak ‘kaku’ jika dalam kenyataannya banyak hal yang udah gue persiapkan dengan baik kadang muncul dengan hasil yang berbeda. Read the rest of this entry »
Setelah pada catatan gue terdahulu (chapter 1) ingin berbagi mengenai banyak rekaman gambar dari peristiwa pernikahan gue dan Ririe, catatan kali ini kembali berbagi mengenai rekaman gambar, namun khusus gambar-gambar cantik dari kita berdua, dari awal acara pemberkatan di gereja hingga ke tempat resepsi.
Semoga kumpulan gambar ini juga bisa memberikan inspirasi dan warna kehidupan bagi siapapun yang melihat. Semua gambar hadir sederhana, tanpa sentuhan atau editan khusus, namun diharapkan mampu bercerita dengan cara yang istimewa….
Mari rayakan selalu cinta setiap harinya…. Read the rest of this entry »
Puji Tuhan, pada 14 September lalu, gue dan Ririe menerima peneguhan Sakramen Pernikahan di gereja Maria Kusuma Karmel, Meruya Jakarta, dilanjutkan dengan resepsi yang diadakan di Cimanggis Depok. Ucapan syukur, kebahagiaan, dan sebuah awal dari perjalanan hidup pun dimulai.
Dan melalui catatan ini, gue ingin berbagi mengenai banyak rekaman gambar dari peristiwa yang sangat membahagiakan buat kami berdua maupun keluarga. Semoga kebahagiaan kami bisa juga menjadi berkat buat banyak orang termasuk kalian semua…
Terima kasih pada Tuhan Yesus, kedua orang tua kami, adik, keluarga besar, semua kerabat, teman-teman, dan semua insan yang berkenan hadir ataupun mendoakan bagi kebahagiaan kami berdua.
Ini beberapa dari rekaman gambar dari rangkaian momen pernikahah kami itu….
Masih soal kehidupan baru yang gue jalani bareng Ririe. Mungkin ini soal yang biasa, klise, ataupun sederhana bagi banyak orang. Tapi, gue sadar, kalo gue nggak selalu belajar untuk melihat, merasakan dan bersyukur atas hidup gue, lantas siapa lagi?
Ini bukan soal tuntutan untuk kelihatan bahagia di depan banyak orang, dan semua yang berkunjung di blog gue ini. Tapi ini sebatas ungkapan sharing, ungkapan syukur, dan niat tulus untuk berbagi, walau dengan susunan kata-kata sederhana…
Ketika gue mengenal Ririe, walau masih baru, tapi gue sudah berfikir positif. Seandainya ririe adalah seorang pribadi yang baik, maka tidak ada salahnya jika gue ingin lebih mengenal dan memahaminya secara pribadi.
Ketika kebersamaan mulai ada, ketika banyak waktu dijalani bersama, dan ketika selalu ada kesempatan untuk berbagi apapun, dari cerita, pengalaman, maupun kasih dan kebaikan, di situlah gue mulai merasa kalo gue mulai menaruh hati, walau masih dengan perasaan cinta yang sederhana dan belum bisa dianggap perasaan cinta yang sangat kuat untuk ukuran saat itu… Read the rest of this entry »
Sebuah catatan harian istriku – 16 Oktober 2011
Kadang, kegundahan yang melanda sangat sulit untuk diusir. Cemas datang, dan perut mulas. Ada baiknya untuk dicatat namun tidak dimasukkan ke dalam buku catatan harian. Karena dalam setiap buku harian, aku harus berusaha mencatat seuatu yang membahagiakan, agar setiap kata manis yang terbaca selalu menjadikan aku untuk mengulangi dan melakukannya lagi…
Sering terbaca kata pahit yang menjadikan duka dan tidak bisa ku lupa. Kata manis dan pahit berpadu menjadi satu di dalam hidupku. Ada baiknya setia hal dalam hidup menjadi sebuah bahan permenungan dan ini bisa kulakukan dimana saja termasuk saat berdiam diri di kloset. Read the rest of this entry »
Sebuah catatan harian istriku – 15 Oktober 2011
Buat aku yang akan merayakan usia 1 bulan pernikahan, manganggap bahwa pernikahan adalah sebuah persekutuan dimana 2 hati menjadi 1.
Pernikahan adalah sebuah KEBERSAMAAN dan PERSAHABATAN.
Hidup bersama, bekerja bersama, melakukan banyak hal bersama, dan tak menginginkan yang lain.
Pernikahan adalah PENGERTIAN.
Ia buta terhadap kesalahan pasangannya. Ia penuh pengertian atas setiap hal, atas setiap waktu, perasaan maupun keinginan pasangannya. Ia sangat peduli. Ia bersedia meninggalkan caranya sendiri demi memperdulikan kepentingan pasangannya. Read the rest of this entry »
Catatan harian istriku, 14 Oktober 2011
Hari ini adalah hari spesial-ku, karena pada hari ini usiaku genap 26 tahun. Terima kasih Tuhan, Kau tetap menyertaiku selama 26 tahun… Semoga aku bisa dan dapat menjadi istri yang baik, dan menjadi pribadi yang makin hangat, dan dewasa.
Terima kasih juga untuk suamiku tercinta Antonius Harmoko, karena hari ini genap 1 bulan usia pernikahan kita. Semoga kita bisa selalu menjadi pasangan yang selalu saling mencintai, saling menjaga, saling mendukung dan menguatkan… Read the rest of this entry »
Catatan harian istriku, 13 Oktober 2011
Ada kelompok orang yang pantas dikasihani karena kemiskinan den derita-deritanya. Sementara kelompok yang lain perlu dikasihani karena kesombongan, keangkuhan, kejahatan, kebohongan, dan dosa-dosa lain yang mereka lakukan.
Kelompok pertama ketika dikasihani akan sadar (semoga) dan berjuang untuk terbetas dari derita dan kemiskinan mereka, walau perubahan kadang memerlukan proses yang panjang dan melelahkan. Read the rest of this entry »
Sebuah catatan harian istriku, Oktober 2011
Energi semesta hanya ada satu dan bukan dua jenis. Komunitas negatif memakai energi itu secara negatif. Begitu pula yang positif memakainya untuk tujuan positif. Energi itudikendalikan oleh pikiran. Bila pikiran serba negatif, jadilah ia kekuatan negatif. Lewat ‘positive thinking’ jadilah ia kekuatan positif.
So, mengapa memilih negatif jika kita bisa berpikir positif?
Sebuah catatan harian istriku, 12 Oktober 2011
Hari ini aku mau menulis tentang “bicaralah dengan bahasa hati” karena hati adalah “pusat dari segalanya”…
Tiada musuh yang tidak dapat ditaklukan oleh cinta
Tiada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih
Tiada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan
Tiada kesulitan yang yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan
Semua itu haruslah berasal dari hati…
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan yang pernah kita raih bukan semata-mata betapa keras otot ini dan betapa tajam otak ini. Namun semuanya karena betapa lembut hati ini dalam menjalani segala sesuatunya.


























Komentar Terbaru