You are currently browsing the tag archive for the ‘KRL’ tag.

Malam itu seperti biasa, gue naik KRL dari stasiun Palmerah menuju Serpong. Kebetulan gue kebagian jadwal KRL seharga 6.000 perak. Memang harga tiket cukup terjangkau, apalagi dengan fasilitas kereta yang full AC, nyaman, cepat dan tepat waktu. Gue pun beranjak naik ke gerbong, nggak lama ssetelah KRL datang. Sepintas, suasana terpapar seperti biasa. Penuh tapi nyaman, nggak ada yang jualan, dan hawa dingin terasa saat berada di dalam gerbong yang ber-AC. Gue pun mulai membaca koran yang gue beli tadi pagi, sambil sesekali baca BBM dari istri gue.

Gak lama, gue mulai sadar, kalo cukup banyak penumpang (khususnya wanita) yang mengenakan masker di dalam kereta. Mungkin di tiap gerbong ada sekitar 10 orang yang pakai masker. Hati kecil gue mulai usil. Sebenarnya apa niat mereka mengenakan masker di dalam gerbong yang sebenarnya cukup nyaman ini? Perasaan nggak ada aroma yang nggak sedap, nggak ada asap rokok, dan nggak ada barang-barang bawaan penumpangg lain yang menimbulkan bau nggak sedap.

Gue jadi ngerasa geli sendiri. Lalu gue mulai menganalisa walau ngawur. Mungkin saja para penumpang yang mengenakan masker memang sedang sakit dan berhati mulia karena nggak pingin orang lain di gerbong yang sama ikut tertular penyakitnya. Bisa aja kan kalo mereka mengidap flu berat, TBC atau apalah… Tapi masak yang sakit dan memerlukan masker mencapai hampir 10% dari seluruh jumlah penumpang? Read the rest of this entry »

KRL ekonomi jurusan Jakarta-Depok-Bogor

Tiap hari gue menggunakan KRL atau komuter Line sebagai alat transportasi menuju kantor. KRL Jabodetabek melayani penumpang dari dan ke Jakarta, Tangerang, Serpong, Bekasi, Depok dan Bogor. Semua terbagi dalam 4 jalur utama. Jakarta-Tangerang, Jakarta-Serpong, Jakarta-Bekasi, dan Jakarta Bogor/Depok atau sebaliknya. Untuk jadwal lengkapnya silahkan lihat di Situs remi PT Kereta Api Indonesia.

Setiap hari gue berangkat dari stasiun Serpong menuju Tanah Abang dan turun di st.Palmerah, begitu juga pulangnya. Kalo dari Karawaci rumah orang tua, gue naik KRL dari st. Tangerang menuju Tanah Abang begitu sebaliknya. Gue mulai menggunakan KL semenjak 3 tahun lalu. Kenapa gue memilih transportasi menggunakan KRL? Banyak alasan. Diantaranya karena cepat, nggak macet, murah, nyaman dan aman. Tapi soal banyak alasan tadi juga tergantung dari kita. Bagaimana kita bisa memanfaatkan media transportasi KRL dengan baik, agar kita pun bisa merasa perjalanan menuju tujuan menjadi menyenangkan.

Di sini, gue punya beberapa tips penting kalau kita memutuskan menggunakan KRL saat berpergian menuju ke Jakarta, Depok, Tangerang, Serpong, Bekasi dan Bogor. Tips ini murni dari pengalaman gue, dan bukan yang tercantum di buku ataupun catatan resmi perkeretaapian. Ini murni sharing pengalaman pribadi aja. So, check this out: Read the rest of this entry »

Pagi datang. Alarm yang gue setel di blackberry gue berbunyi nyaring. Agak males, tapi tetap beringsut menarik bed cover gue untuk segera beranjak dari spring bed. Gue melirik jam di dinding, dan sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Hm… jam segini istri gue sih udah berangkat kerja. Gue lantas matiin AC kamar,  lalu melangkah ke kamar mandi buat cuci muka dan buang air kecil. Gue lalu mulai mengaca dan bergaya sendiri di depan cermin kamar mandi yang berukuran cukup besar. Wuih makin mantep aja bodi gue. Soale kan emang gue rajin fitness dan joging. Yah gaya hidup sehat oke juga…

Gue lalu menuju dapur. Gue duduk di meja makan sambil menyalakan TV menggunakan remote yang tergeletak di meja. Gue memilih-milih program TV bentar, lalu menuju kulkas buat minum susu yang bikin bentuk perut makin bagus. Celingak-celinguk bentar lihat isi kulkas, ada sayuran beku, daging, telur ayam, beberapa kotak minuman dingin; seperti jus dan susu, beberapa kotak makanan ringan seperti biskuit dan kue kering, serta sekotak sereal rasa coklat. Gue lalu meraih sekotak jus jeruk dan sebungkus kue kering isi coklat. Sambil menonton berita olahraga pagi, gue lalu mulai mengunyah dan minum jus. Rasanya lumayan, dan kenyangnya juga cukup. Gue emang nggak mau makan terlalu banyak. Soalnya takut bodi gue jadi makin melar.. hehehe Read the rest of this entry »

Malam tadi, seperti biasa gue naik Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek sepulang dari kantor. Gue biasa naik KRL Komuter dari stasiun Dukuh Atas Sudirman menuju stasiun Serpong. Tapi, hari ini gue menyempatkan diri menuju stasiun Tanah Abang karena jadwal paling dekat adalah KRL Ekonomi dan adanya hanya dari stasiun Tanah Abang.

Jadwal KRL ekonomi berangkat dari Tanah Abang pukul 18.15 sore. Makanya setelah gue sampe stasiun Sudirman jam 17.50, gue lantas nyambung ke Tanah Abang menggunakan KRL Komuter Cisadane yang menuju Tangerang, dan melewati stasiun Tanah Abang. Read the rest of this entry »

Malam ini gue beranjak dari ibukota, menuju satu kota: Jogja. Sebuah bentuk perjalanan yang pastinya akan indah. Kenapa indah? Karena selain gue emang cinta sama Jogja, perjalanan kali ini pun ditemani oleh 2 orang yang selalu setia memberi gue cinta. Bokap dan pacar gue Ririe.

Gue memutuskan untuk naik kereta Taksaka II jurusan Jogja yang berangkat dari stasiun Gambir pada jam 20.45 malem. Tau ndak, perjalanan di minggu sore itu sangat lancar menuju stasiun. Emang sih, karena hari itu kebetulan libur. Tapi, jarak antara dari rumah gue sampai stasiun Gambir yang hanya menghabiskan waktu 40 menit jelas membuat gue cukup terkesima. Yah, maklum lah, gue sebenarnya udah terbiasa ngadepin macet. Makanya, gue sangat bersyukur kalo perjalanan jadi begitu cepat dan gue bisa nyampe Gambir dengan selamat. Read the rest of this entry »

Memesan, berarti punya tujuan. Pesan makanan berarti karena ingin makan. Pesan tiket pastinya karena pingin nonton. Pesan barang di web on-line, karena emang ketemu yang dicari. Semua dengan tujuan: ingin mendapatkan apa yang kita inginkan.

Kenapa harus memesan? Ada dua alasan; 1. Karena memang begitu prosedurnya, 2.biar kebagian tempat/tidak kehabisan. Semua penjelasan di atas bukti bahwa perihal pesan-memesan merupakan sesuatu yang wajar, lumrah, lazim, bahkan prosedural. Tapi kenapa gue mesti sebel ya, kalo inget hal ini?
Read the rest of this entry »

Hari ini sepulang kantor gue diundang untuk datang ke sebuah pagelaran konser dari Paduan Suara Alumni Universitas Indonesia. Acara berlangsung dari sekitar pukul 19.30 wib sampai jam sepuluh malam, rencananya. 

Gue yang sehari-hari terbiasa menggunakan transportasi KRL alias Kereta Rel Listrik jurusan Serpong juga udah memperkirakan gue bakal naik kereta yang jam berapa. Gue sih rencananya mau naik KRL yang jam 9 malam. Jadi walaupun konser belum selesai, sepertinya gue nanti harus menyudahi acara nonton gue, karena gue mau ketinggalan naik kereta malam yang brangkat dari st. Kebayoran Baru itu. 

Jam setengah lima lewat sepuluh gue baru beranjak keluar dari gedung auditorium PLN, di kawasan Jakarta Selatan. Gue langsung aja buru-buru nyari ojek, mengingat waktu udah makin sempit. Dan walaupun gue sempat butuh waktu lama untuk menemukan ojek, untungnya gue bisa sampai di stasiun pukul 21.10, dan KRL yang gue tunggu juga belum datang. So sambil menunggu KRL datang, setelah beli tiket gue coba duduk sambil memejamkam mata sebentar, sekedar untuk menghilangkan lelah. Karena memang hari ini kerjaan di kantor memang juga cukup lumayan membuat gue ‘cape otak’… Read the rest of this entry »

Naik KRL (Kereta Rel Listrik) yuk!

Stasiun Serpong.

Buru-buru gue langsung markirin motor di penitipan motor deket pintu masuk stasiun. “Bro! jaket gue tolong beresin yak! Gak sempet gue…” sambil berlari gue ninggalin pesan yang nggak tau didenger apa enggak sama kang Udin, si penjaga penitipan motor.

Anjriiitttt!!! Gak sopan!! Baru aja dua langkah gue menaiki anak tangga untuk beli tiket di lantai atas, keretanya jalan! Dengan setengah hati, akhirnya gue tetap jalan menuju loket, dan gue akan beli kereta jadwal berikutnya. Hal ini udah sering gue alamin. Gue bersyukur, karena dengan begitu kita udah mulai belajar disiplin lah. Lagunya Iwan Fals yang pernah bilang kalo kereta selalu terlambat sampe sejam, kayaknya udah nggak berlaku, apalagi buat Kereta Rel Listrik (KRL). Read the rest of this entry »

B U O N G I O R N O !

Antonius HarmokoPEMANIS BUATAN merupakan kumpulan catatan yang berupa celoteh, ungkapan hati, hingga omong kosong akan segala sesuatu yang hadir di benak gue. Bebas, jujur, dan mungkin terkadang kurang ajar…

SEMOGA kumpulan catatan ini bisa dibaca dan dimengerti juga dengan kejujuran dan hati yang ‘bebas’ sehingga syukur-syukur bisa menjadi pemanis hidup; minimal buat gue sendiri...

NAMUN, karena gue percaya bahwa setiap kehidupan itu baik adanya, maka pemanis yang ada dalam kumpulan catatan ini hanyalah sebatas ‘pemanis yang sengaja dibuat’ alias bersifat sementara dalam setiap kandungannya...

Kategori Catatan (selengkapnya lihat di halaman: ARSIP CATATAN)

Tanggal Gue Menulis…

May 2012
M T W T F S S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

"Bersabdalah saja, maka aku akan sembuh…”

Home sweet home

Peta Wisata Yogyakarta

Gitu aja kok repot!

Mimin Pinguin!

Kisah dibalik nama Vito

Kenangan seru tahun 90an

Musik Indonesia tahun 90an

Musik Kenangan tahun 80an

Burung Berkicau

Garuda di Dadaku

Forza La'Beneamata!

Komunitas

INTER CLUB INDONESIA Regional TANGERANG ID:0510 0811 6470

Alumni SMP Strada Slamet Riyadi Angk.92

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.