You are currently browsing the tag archive for the ‘kenangan’ tag.
Menjadi seorang ‘Kolektor Sampah’. Istilah ini gue dapet dari salah seorang seorang dosen gue di ADVY beberapa tahun lalu. Memang ini ada kaitannya sama bidang ilmu yang saat itu gue pelajari, yaitu desain grafis. Intinya, sebagai seorang desainer (grafis), kita harus menjadi kolektor sampah. Sampah di sini adalah banyak hal yang bisa menjadi sumber inspirasi dalam menggali ide-ide kreatif. Entah itu kliping contoh Print Ad, contoh desain brosur, buku, poster (dan apapun jenisnya), serta segala macam barang/media yang memang memiliki nilai estetis secara visual.
Jogja beberapa tahun lalu mungkin agak sedikit berbeda dengan Jakarta saat ini. Mungkin saat ini, hal yang berhubungan dengan mengumpulkan ‘sampah’ yang estetis itu bisa dengan mudah kita temui pada galeri, toko barang antik, atau melalui internet sekalipun. Tapi memang, kegiatan ’mengumpulkan’ yang gue lakukan dengan mencari ke sana-sini dimana beberapa diantaranya adalah hasil pemberian, merupakan sebuah bentuk keasikan tersendiri. Dan gue nggak peduli kalo yang gue kumpulin itu sebenarnya hanyalah sampah! Read the rest of this entry »
Memutar kembali kenangan di jaman gue SD, SMP dan mungkin sampai SMA. Keseharian yang gue lewatin di daerah kota Tangerang, sebuah kota yang selalu saja terlihat hiruk pikuk. ‘Digadang-gadang’ sebagai kota ‘penyangga’ bagi ibukota Jakarta, membuat denyut nadi kehidupan Tangerang cukup berasa. Layaknya Jakarta, Tangerang merupakan kota dengan penduduk yang sangat heterogen. Orang dari berbagai suku, agama dan latar belakang tumplek blek di sini. Tidak ada satu suku dan budaya yang mendominasi membuat Tangerang tumbuh menjadi kota yang kadang sering kehilangan ciri khas-nya.
Bahkan sampai jaman kuliah di Jogja, gue selalu aja bingung kalo temen-temen gue nitip oleh-oleh. Gue bingung mau beliin apa. Karena gue nggak bisa nemuin oleh-oleh khas dari Tangerang. Makanan, misalnya. Apa Tangerang punya makanan tradisional yang menjadi ciri khas? Begitu juga dengan tempat-tempat yang menjadi landmark kota. Susah banget buat nemuin atau sekedar ‘menentukan’ tempat-tempat istimewa yang memiliki ciri khas dan keunikan sehingga bisa dijual di brosur pariwisata, misalnya. Tangerang ya kayak gitu itu. Kota dengan masyarakat dan budaya yang berbaur jadi satu. Penilaian tentang kota Tangerang yang gue tahu sejak dulu ya, paling seputar kota Industri (karena banyak pabrik), kota penjara (karena banyak lapas), atau bisa juga dihubungkan dengan masyarakat Cina Benteng-nya. Selebihnya, beneran susah untuk mencari hal yang benar-benar istimewa di Tangerang.
Karena itu, mungkin jadi agak ‘aneh’ kalo di tulisan ini gue ingin menarik kenangan gue sekaligus untuk bercerita mengenai kisah yang dulu lewati tentang dua buah jalan yang bernama jalan Kisamaun dan jalan Ki Asnawi. Kedua jalan ini memang menjadi pusat perniagaan di Tangerang. Letak keduanya bersebelahan di pusat kota Tangerang. Read the rest of this entry »
Beberapa waktu yang lalu gue sengaja ingin menghabiskan waktu libur 4 hari gue (termasuk cuti sehari) untuk membereskan semua barang yang ada di rumah gue. Kebetulan momentumnya juga tepat lah. Dapur gue baru aja selesai dibangun. Yah walau nggak terlalu besar, tapi cukup untuk sedikit menjadi ruang tambahan sehingga gue bisa mengatur lagi peletakan barang yang ada di rumah gue.
Rumah gue emang gak besar. Dengan tambahan dapur berarti luasnya kurang lebih sekitar tipe 45-an lah. Ada 2 kamar tidur, 1 kamar tamu, 1 kamar mandi, plus satu dapur beserta ruang cuci. Tapi biar begitu, barang gue lumayan banyak. Dan yang membuatnya jadi begitu, nggak lain adalah kebiasaan jelek gue untuk selalu menyimpan barang-barang lama yang mungkin aja udah nggak dipakai lagi. Read the rest of this entry »
Hari minggu kemarin, gue datang ke sebuah acara reuni. Kali ini adalah acara temu kangen teman-teman dari SMP Strada Slamet Riyadi Karawaci Tangerang, Angkatan tahun 1992-1995. Siang itu kita akan bertemu di Bandar Jakarta, sebuah tempat makan seafood di bilangan perumahan Alam Sutera, Serpong Tangerang.
Siang itu udara cukup panas. Butuh sedikit tekad juga untuk datang, walau rumah gue juga gak terlalu jauh dari Alam Sutera. Tapi berkendara motor di siang yang cukup terik membuat gue memang harus sedikit mengumpulkan semangat. Dan salah satunya yang membuat semangat gue muncul adalah keinginan untuk bertemu teman-teman gue yang mungkin udah gak bertemu selama 15 tahun… Read the rest of this entry »
Sekali lagi, menyambung posting gue yang kemarin, gue mau ngebahas yang berbau-bau tahun 90an. Siang itu gue nggak sengaja ‘menemukan’ sebuah kaset lama Nugie album pertama dengan single hitsnya Tertipu, yang membawa gue kembali ke kenangan tahun 90’an dimana band-band dan musisi Indonesia macam Humania, Bayou, Andi Liany, Protonema, Power Slaves, Sket, U Camp, Vodoo dan banyak lagi yang mewarnai dunia musik Indonesia termasuk mewarnai masa-masa gue sekolah dulu. Kadang lagu-lagu mereka membawa gue ke kenangan yang konyol, indah sekaligus gak terlupakan… Read the rest of this entry »
Pernah di suatu siang di kantor, gue mendengarkan lagu-lagu tahun 80an seperti lagunya dari Keenan Nasution, Chaisero, Freddy Tamaela, hingga Januari Christie. Tiba-tiba bos gue komen, “loe bukannya angkatan 90an Ton? Itu mah lagu-lagu gue tau…” hahaha. Gue sih ketawa aja denger dia bilang begitu… Emang iya kali ya… Gue emang termasuk angkatan 90an boleh dibilang, soale tahun-tahun segitu gue emang lagi nikmatin masa-masa sekolah dan masa remaja (yang kata orang sih) paling gak terlupakan… Read the rest of this entry »
Kembali ke sekitar tahun 1986.
Komik Mimin pertama kali diterbitkan di Indonesia oleh Penerbit Sinar Harapan yang cerita aslinya berasal dari Meksiko. Kisah yang ditulis oleh Yolanda Vargas Dulche dan digambar oleh Sixto Valencia ini sangat melekat sampe sekarang di benak gue, sebagai sebuah bentuk gambaran nilai-nilai kehidupan dan persahabatan yang cukup lengkap. Read the rest of this entry »
Yogyakarta (Jogja) bukan sekedar nama kota buat gue. Walau hanya sesaat, tapi 3 tahun saat kuliah dulu di Jogja membawa banyak banget kenangan. Kisah ini berawal dari suatu siang, saat gue mampir ke Mirota Batik, sebuah toko 2 lantai di daerah Malioboro, yang terkenal sebagai salah satu pusat kerajinan dan batik di Jogja. Read the rest of this entry »
Sebenarnya ini hanya peristiwa kematian biasa.
Sebuah akhir dari sebuah siklus kehidupan.
Tapi pada 30 Desember 2009, saat sebuah siklus tahunan juga hampir berakhir, catatan kematian sebuah perjalanan dan perjuangan seorang pribadi istimewa harus tertulis.
Gus Dur berpulang. KH Abdurahman Wahid kembali ke pangkuan Allah Bapa. Perjalanan berakhir. Perjuangan pribadi selesai. Yang tertinggal hanya sebuah warisan. Goresan perjuangan yang belum selesai. Read the rest of this entry »






















Komentar Terbaru