You are currently browsing the tag archive for the ‘indonesia’ tag.
Malam itu gue melihat banyak hal di TV. Sekumpulan banyak orang cerdik pandai berkumpul menjadi satu. Mereka bukan hanya sekedar berkumpul ngopi bareng atau main remi bareng. Mereka berkumpul dengan tujuan dan maksud yang jelas. Mereka ingin berbuat sesuatu demi bangsa dan rakyat di negeri ini.
Acara yang gue tonton bertajuk sidang Paripurna MPR yang salah satu agendanya memutuskan hal penting berkaitan dengan kebijakan penyesuaian harga BBM. Acara yang berlangsung hampir seharian dan memuncak pada malamnya yang gue tonton lewat siaran langsung selama hampir lebih dari 4 jam itu ternyata menguras banyak energi gue.
Gue emang nggak ahli soal ilmu ketatanegaraan apalagi soal urusan teknis pemerintahan dan lembaga kenegaraan. Dan gue yakin, para dewan yang duduk dan bersidang pun juga bukan tipe manusia yang sembarangan. Mereka pintar, berkualitas, cerdik, dan berpikiran maju ke depan. So, dengan siaran langsung ini gue bisa berharap mendapatkan banyak hal positif atau pembelajaran yang jujur, apalagi buat gue yang masih awam soal hal-hal yang berbau politik. Tapi gue tetep nonton karena terdorong rasa penasaran, kalo boleh dibilang begitu….
Gue berusaha nggak ambil pusing soal stigma yang berkembang soal para dewan yang terhormat. Gue hanya ingin melihat, mengamati sekaligus belajar. Ternyata, 4 jam di depan TV yang gue habiskan sungguh memiliki kesan yang sangat mendalam. Ketegangan, keseriusan, dan senyum tawa sangat jauh melebihi dari yang gue dapatkan saat gue menonton film drama korea… Read the rest of this entry »
Saat ini gue berumur hampir 32 tahun. Terlahir dari keluarga biasa, anak pertama dari dua bersaudara, kuliah di jurusan desain grafis dan advertising, dan beberapa tahun ini aktif bekerja di departemen creative & marketing communication di salah satu perusahaan asuransi ternama di Jakarta. Gue juga aktif dalam berkarya di luar kantor, dalam dunia desain dan penulisan khususnya. (mimpinya sih pingin suatu saat bisa nulis buku, hehehe)
Gue menyukai banyak hal. Menulis, mendesain, berolahraga, membaca, dan menata interior rumah. Semua nggak bisa dibilang hobi. Tapi karena memang menyukai, maka dilakukan dengan sepenuh hati. Khusus olahraga, gue sangat menyukai sepakbola; sebagai penikmat tentunya, karena gue memang nggak hobi melakukan permainan sepakbola.
Sebagai penikmat, ada banyak cara yang udah gue lakuin. Walau kelihatan banyak yang sepele, tapi sungguh memberikan ‘warna’ dalam hidup yang gue jalanin. Gue nggak hanya sekedar suka menonton pertandingan sepakbola, dan mengikuti perkembangan pertandingan selama satu musim penuh. Lebih dari itu, gue juga suka mendesain tentang sepakbola, menulis tentang sepakbola, hingga mengumpulkan barang-barang yang berbau sepakbola; khususnya bagi kesebelasan dan tim sepakbola kesukaan gue. Read the rest of this entry »
Gue penikmat sepakbola. Penggila sepakbola malah. Bukan hanya Liga tertentu ataupun kompetisi antar negara tertentu. Tapi gue suka semua pertandingan sepakbola. Baik lokal, regional, maupun internasional. (kecuali pertandingan tarkam loh ya… hehehe)
Makanya, khusus setiap hari Sabtu dan Minggu, dimana banyak pertandingan sepakbola yang disiarkan langsung di TV, menjadi momen yang nyenengin banget. Gue bisa menghabiskan banyak waktu dan energi hanya untuk menikmati siaran langsung ataupun tunda dari pertandingan yang disiarkan, maupun acara sepakbola lain selain siaran pertandingan.
Secara pribadi gue memang punya tim favorit. Selain timnas Indonesia, gue juga suka banget sama Internazionale Milano, Liverpool, Kaiserlautern, Ajax Amsterdam, Marseille, Barcelona, Glasgow Celtics, dan Persikota Tangerang… Read the rest of this entry »
Malam ini gue beranjak dari ibukota, menuju satu kota: Jogja. Sebuah bentuk perjalanan yang pastinya akan indah. Kenapa indah? Karena selain gue emang cinta sama Jogja, perjalanan kali ini pun ditemani oleh 2 orang yang selalu setia memberi gue cinta. Bokap dan pacar gue Ririe.
Gue memutuskan untuk naik kereta Taksaka II jurusan Jogja yang berangkat dari stasiun Gambir pada jam 20.45 malem. Tau ndak, perjalanan di minggu sore itu sangat lancar menuju stasiun. Emang sih, karena hari itu kebetulan libur. Tapi, jarak antara dari rumah gue sampai stasiun Gambir yang hanya menghabiskan waktu 40 menit jelas membuat gue cukup terkesima. Yah, maklum lah, gue sebenarnya udah terbiasa ngadepin macet. Makanya, gue sangat bersyukur kalo perjalanan jadi begitu cepat dan gue bisa nyampe Gambir dengan selamat. Read the rest of this entry »
Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya.
Indonesia sejak dulu kala, selalu dipuja-puja bangsa.
Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda.
Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata….
Ketika gue duduk di salah satu sudut tribun stadion Gelora Bung Karno Jakarta, dan mendengarkan sekitar 95.ooo penonton menyanyikan bersama lagu ini sesaat sebelum dimulainya partai final AFF Suzuki Cup 2010, yang gue rasakan hanya satu: merinding!
Gue pernah menulis di catatan gue beberapa waktu lalu yang berjudul Ijinkan Gue bahagia Sedikit Lebih Lama! mengenai pengalaman gue nonton di Senayan yang selalu membawa atsmofer berbeda walau hasilnya nggak jauh beda: kalo nggak kalah ya seri! Dan sore itu gue juga datang dengan semangat yang sama sekaligus ‘mempersiapkan diri’ untuk menerima apapun hasil yang akan dicapai timnas Indonesia pada partai final kedua melawan Malaysia. Defisit 3 gol, sama sekali tidak membuat gue ragu bahwa timnas bisa membalikkan keadaan di Senayan. Tapi ketika melihat, merasakan dan mengalami langsung atsmofer senayan yang luar biasa, membuat gue nggak lagi memikirkan apapun hasil akhir di pertandingan nanti. Gue udah keburu jatuh cinta sama semua suasana ini. Dan ada yang bilang, ketika orang jatuh cinta, tai kucing pun berasa coklat! ^^ Read the rest of this entry »
Beberapa waktu yang lalu, gue pernah menulis catatan tentang kenangan lagu Indonesia tahun 90an (baca disini), gara-gara bos gue waktu itu protes pas gue nyetel di kantor lagu tahun 80an.
Dia protes karena menganggap kalo gue tuh angkatan 90an dan bukan 80an… Emang bener sih. Tapi nggak ada salahnya dong kalo gue juga suka dengerin lagu tahun 80an. Dan ternyata ada beberapa lagu yang gue masih inget kalo dulu emang pernah hits di jamannya.
Makanya gue iseng-iseng aja ngumpulin list lagu tahun 80an, dan gue juga iseng download beberapa diantaranya. Yang ada, bos gue makin seneng aja kalo gue setel di kantor, dan ujung-ujungnya dia minta copy ke CD! hehehe
Jadi untuk sekedar berbagi daftar lagu tahun 80an, gue cari dari beberapa sumber, dan semoga bisa bikin jadi kepingin nyari lagunya buat mengobati kerinduan… Read the rest of this entry »

Dago Inang Sarge, Lingkung Lembur, Sisindiran, Tokecang, Cincang Keling, Malam Baiko, Laruik Sanjo, Rang Talu, Bengawan Solo, Jali-jali, Mande-mande, Caca Marica, Angin Mamiri, O Ina Ni Keke, Jaranan, Lir-ilir, Suwe Ora Jamu, Gundul Pacul, Jengger.
20 Lagu, yang beberapa dinyanyikan secara medley oleh Elfa’s Singers yang diaransemen oleh Elfa Secioria membuat terkadang bulu kuduk gue merinding… (lebai!) Tapi beneran, lagu-lagu daerah di atas yang terangkum dalam album From Indonesia with Love disajikan dengan sangat sempurna, baik lewat keindahan aransemen lagu maupun kekuatan vokal yang dibawakan, sehingga penyajiaannya terasa sangat istimewa. Read the rest of this entry »
Sore itu gue bareng temen-temen udah bersiap jalan keluar kantor. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Gue langsung kabur ke lobi, di sana temen-temen gue udah nunggu. Kita berencana mau ke Senayan, nonton timnas Indonesia bertanding lawan Australia. Kaos sama syal udah ada di tas gue. Dan gak perlu waktu lama kitapun segera meluncur ke Senayan…
Gak sampe satu jam gue udah sampe. Rada telat, karena pertandingan tinggal setengah jam lagi, yang berarti kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno udah penuh sesak, gegap gempita, dan loket karcis udah lumayan ngantri. Tapi gapapa, gue justru menikmati saat-saat seperti ini. Puluhan ribu orang yang tumpah ruah, dengan atribut merah putih, dan dengan segala aksesoris menarik yang mereka kenakan, seakan ingin menumpahkan semangat dan nasionalisme yang selama ini tertahan. Read the rest of this entry »
Sekali lagi, menyambung posting gue yang kemarin, gue mau ngebahas yang berbau-bau tahun 90an. Siang itu gue nggak sengaja ‘menemukan’ sebuah kaset lama Nugie album pertama dengan single hitsnya Tertipu, yang membawa gue kembali ke kenangan tahun 90’an dimana band-band dan musisi Indonesia macam Humania, Bayou, Andi Liany, Protonema, Power Slaves, Sket, U Camp, Vodoo dan banyak lagi yang mewarnai dunia musik Indonesia termasuk mewarnai masa-masa gue sekolah dulu. Kadang lagu-lagu mereka membawa gue ke kenangan yang konyol, indah sekaligus gak terlupakan… Read the rest of this entry »




















Komentar Terbaru