You are currently browsing the monthly archive for February 2012.
Gue selalu mencari ide dan inspirasi. Karena gue berkecimpung di dunia desain dan advertising, maka satu syarat utama adalah untuk berkreasi dengan hal-hal baru. Melahirkan ide, mengksplorasinya, melakukan reset dan survey, serta membuat beberapa pilihan eksekusi desain menjadi sebuah keharusan.
Ide memang nggak muncul dengan sendirinya. Apalagi ide yang masuk kategori ‘out of the box’. Ide visual yang dilahirkan harus memiliki muatan pesan yang komunikatif dan efektif dalam meraih tujuan komunikasi yang baik. Apalagi jika berhubungan dengan dunia komersial, maka efektivitas pesan menjadi syarat mutlak.
Saat ini gue masih bekerja di dept. Marketing Communication di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Gue juga memiliki kegiatan usaha freelance di bidang desain dan komunikasi pemasaran. Idealisme dan konsistensi berkarya akhirnya menjadi sebuah kewajiban, dan semua itu harus dilakukan dengan hati yang senang. Read the rest of this entry »
Bagi gue kesabaran adalah hal yang sederhana walau susah. Cara gampang gue dalam melatih kesabaran ada banyak, walau nggak semua asik dijalanin. Selama gue bisa menahan diri, nggak berpikiran sempit, dan melangkah dengan cara pandang baru, itu udah cukup.
Apapun bentuknya dan bagaimanapun caranya, ya hanya gue yang bisa memilih. Termasuk jika ada banyak hal berat yang harus gue jalanin karena keputusan gue melatih kesabaran. Ini beberapa cara gue diantaranya:
Akhir pekan ini gue dan keluarga menghabiskan libur 2 hari di Jogja dan Klaten. Bukan untuk liburan, karena waktu 2 hari cukup singkat jika tujuannya hanya untuk berlibur. Gue dan keluarga ke sana karena ingin berkunjung ke tempat bude Piah di daerah Ngaglik Salam karena 5 hari lalu pakde menghadap Yang Kuasa. Kita semua juga berkunjung ke daerah Bayat Klaten untuk menengok pakde yang sakit sekaligus mengunjungi mbah.
Perjalanan yang melelahkan selama hampir 17 jam karena macet, tidak menyurutkan niat tulus untuk berkumpul bersama keluarga besar. Bapak sudah hampir 4 hari berada di sana. Sedangkan gue, istri, ibu mertua dan adik beserta suami menyusul Jumat sore karena ingin memanfaatkan libur 2 hari. Kami menyewa mobil yand dikendarai langsung oleh pak Kliwon, sang ketua RT di perumahan gue di Griya Serpong Asri.
Sesampainya di Salam Magelang, kami sekeluarga disambut oleh kehangatan yang ditunjukkan oleh keluarga besar di Salam. Dari obrolan yang penuh canda tawa, sajian kopi susu dan teh hangat, serta kue pukis dan tahu goreng membuat suasana makin menyenangkan dan bikin betah. Read the rest of this entry »
Malam telah larut. Waktu menunjukan hampir pukul 12.00 malam. Di tengah hujan gerimis, gue akhirnya sampai rumah bersama istri sepulang menghadiri acara nonton bareng pertandingan sepabola bersama Inter Club Indonesia Regional Tangerang Raya.
Kelelahan, dan rasa dingin mendera dan hadir karena jarak dan cuaca yang malam itu kurang bersahabat. Namun gue bersyukur karena gue bisa melewati malam itu dengan baik dan membawa kesan yang selalu saja berbeda.
…………………
Pukul 7 malam sebelumnya, gue dan istri beranjak menuju sebuah kafe di bilangan Tangerang untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar). Acara ini sebenarnya acara rutin yang sering gue hadiri. Namun memang, cukup lama gue nggak menghadiri karena banyaknya kesibukan. Dan malam itu gue hadir karena gue ingin merasakan semangat dan berbagi kebahagiaan bersama istri dan pecinta Inter lainnya di Tangerang.
Walau pertandingan baru dimulai pukul 09.00 malam, gue sudah hadir sejak pukul 7 malam. Gue hadir lebih awal karena ingin menyempatkan diri untuk bertemu lebih awal dangan para sahabat Interisti lainnya dan gue ingin memiliki waktu yang cukup leluasa untuk ngobrol temu kangen. Read the rest of this entry »
Setelah ngomongin gaya anak muda di tahun 90an, catatan gue kali ini ingin juga membuka kembali kenangan mengenai hiburan khas anak muda yang digandrungi saat itu. Dari soal grup musik, film, artis, dan apapun yang berhubungan dengan dunia hiburan anak muda.
Saat muda, memang hiburan menjadi hal utama selain sekolah yang selalu kita ingin rasakan. Dan semua juga selalu identik dengan bentuk ekspresi dan kecintaan akan seni, hiburan dan kesenangan yang positif. Semua memang akan selalu memberi warna bahkan melahirkan banyak inspirasi untuk melakukan hal positif.
Catatan kali ini juga gue gue sadur dari artikel di sebuah majalah remaja Gadis yang terbit akhir tahun 2011 sebagai acuan. Terima kasih dan mohon ijin kepada penerbit untuk menulis kembali catatan ini agar semakin banyak anak muda yang terinspirasi. Yuk sama-sama kembali melihat… Read the rest of this entry »
Menyambung catatan yang gue tulis pada 20 januari 2010 lalu, yang judulnya Kenangan Seru tahun 90an, nggak bakalan lupa! , ada masih banyak lagi kenangan di tahun 90an yang identik dengan dunia hiburan remaja. Khususnya di bidang hiburan dan gaya hidup anak muda. Kenapa hanya kenangan anak muda? Ya karena gue emang masih muda jaman 90an. Jadi semua kenangan yang tercatat, hampir semuanya gue alami atau gue pernah tahu. Dan membuka kembali kenangan masa muda memang selalu aja indah dan menyenangkan.
Mulai dari dunia musik, film, artis, sampe ke tempat nongkrong, semua memiliki kenangan tersendiri. Nggak semua pilihan kenangan itu perlu biaya mahal. Kadang semua bisa dirasakan dengan biaya yang cukup murah. Yang penting bisa ngumpul bareng temen-teman dan menghabiskan waktu dengan bersenang-senang. Bagaimana bentuknya, jelas bisa beragam, yang penting, semua yang dilakukan nggak ada yang aneh-aneh apalagi melanggar hukum.
Semua sumber data yang ada di catatan gue ini gue sadur dari sebuah majalah remaja ibukota, dan ternyata hampir 90% pernah gue alamin. So gue minta ijin kepada penerbit untuk membagikan lagi isi majalah kepada banyak orang agar bisa membuka kenangan indah, dan membuat hidup makin berwarna. Terima kasih untuk media majalah GADIS yang mau mengumpulkan kembali beragam hal yang menarik di sepanjang tahun 90-an.
Ini rangkuman dari banyak hal menarik (sebagian besar hiburan) yang jadi kenangan di tahun 90an. Read the rest of this entry »
Sepakbola menimbulkan banyak kegembiraan. Saat menikmati sepakbola, selalu muncul antusiasme dan sukacita. Permainan yang melibatkan 22 orang di lapangan ini memang menjadi sebuah bentuk hiburan yang paling nyata. Entah menikmatinya lewat televisi ataupun menonton langsung di stadion. Sepakbola juga bisa menjadi alat pemersatu bagi banyak orang. Terlepas dari latar belakang budaya, sosial dan ekonomi yang berbeda bukan menjadi alasan untuk menikmati permainan ini dengan hati yang lapang dan bahagia. Ini tidak hanya berlaku di sebagian tempat, tapi juga berlaku di seluruh dunia.
Namun belakangan hari ini saya terhenyak. Beberapa hari yang lalu terjadi peristiwa yang membuat hati miris. Sepakbola kembali makan korban. Kali ini hampir 75 orang lebih meninggal dunia saat hadir di stadion di negara Mesir. Sudah banyak peristiwa semacam ini yang terjadi di dunia sepakbola, dan sebagian karena alasan yang sama, kerusuhan penonton atau standar keamanan dan bangunan stadion yang tidak memadai.
Banyak dari penonton sepakbola yang membawa kebencian saat menonton sepakbola. Terlebih jika yang dihadapi adalah tim rival utama. Niat utama mereka tidak lagi datang ke stadion untuk menikmati pertandingan, tapi untuk mencari keributan. Ini berlaku di Jakarta, Beijing, Roma, London hingga ke Afrika Selatan. Semua niat kekerasan sudah menjadi doktrin, dan tidak ada seorang pun yang sanggup mencegah apalagi menghalangi. Keributan antar penonton, penonton dengan pemain, antar pemain, pemain dengan wasit, serta pemain dan penonton dengan aparat keamanan menjadi kasus yang sangat biasa kita dengar. Read the rest of this entry »
Malam itu seperti biasa, gue naik KRL dari stasiun Palmerah menuju Serpong. Kebetulan gue kebagian jadwal KRL seharga 6.000 perak. Memang harga tiket cukup terjangkau, apalagi dengan fasilitas kereta yang full AC, nyaman, cepat dan tepat waktu. Gue pun beranjak naik ke gerbong, nggak lama ssetelah KRL datang. Sepintas, suasana terpapar seperti biasa. Penuh tapi nyaman, nggak ada yang jualan, dan hawa dingin terasa saat berada di dalam gerbong yang ber-AC. Gue pun mulai membaca koran yang gue beli tadi pagi, sambil sesekali baca BBM dari istri gue.
Gak lama, gue mulai sadar, kalo cukup banyak penumpang (khususnya wanita) yang mengenakan masker di dalam kereta. Mungkin di tiap gerbong ada sekitar 10 orang yang pakai masker. Hati kecil gue mulai usil. Sebenarnya apa niat mereka mengenakan masker di dalam gerbong yang sebenarnya cukup nyaman ini? Perasaan nggak ada aroma yang nggak sedap, nggak ada asap rokok, dan nggak ada barang-barang bawaan penumpangg lain yang menimbulkan bau nggak sedap.
Gue jadi ngerasa geli sendiri. Lalu gue mulai menganalisa walau ngawur. Mungkin saja para penumpang yang mengenakan masker memang sedang sakit dan berhati mulia karena nggak pingin orang lain di gerbong yang sama ikut tertular penyakitnya. Bisa aja kan kalo mereka mengidap flu berat, TBC atau apalah… Tapi masak yang sakit dan memerlukan masker mencapai hampir 10% dari seluruh jumlah penumpang? Read the rest of this entry »




















Komentar Terbaru