Ini gak melulu soal cinta…

Seharusnya masalah-masalah ini sudah selesai, dan gak perlu diperpanjang lagi. Karena masalah ini udah lewat beberapa waktu yang lalu. Tapi karena gue yang seringkali terlalu jujur sama perasaan gue, malah bikin segala sesuatunya jadi gak enak lagi.

Kadang kita memang salah jika mengungkapkan semuanya. Kadang kita salah jika harus terlalu jujur. Karena tidak semua orang bisa menerima kejujuran itu. Kesalahpahaman bisa saja terjadi yang bisa berakibat dengan munculnya masalah baru.

Apa sih susahnya menjalankan segala sesuatu tanpa harus ‘berbicara’ lagi? Hanya jalani saja, tidak ada yang perlu dijelaskan, karena memang tidak butuh penjelasan. Kenapa juga gue seringkali ‘memaksakan diri’ untuk membuat segala sesuatunya menjadi enak untuk dijalani. Gue selalu berusaha untuk menjadikannya ‘baik adanya’. Padahal mungkin aja segala sesuatu memang harus gak enak dijalanin. Dengan berbagai upaya gue untuk ‘bikin mudah’ supaya gampang dilalui, malah jadinya masalah nggak pernah selesai-selesai dan terus berlanjut…

________________________________________

Masalah emang selalu ada. Setiap pribadi pasti punya kisah masa lalu. Ada yang bisa dilewati dengan enak, agak pahit, sampai yang berdarah-darah. Kadang bikin mules kalo inget hal yang gak enak itu. Dan pastinya gue juga gak pingin semua yang gak enak di masa lalu itu kembali lagi.

Semua udah bisa gue lewati, walau harus sedikit menguras energi dan waktu. Dan kemauan untuk sungguh-sungguh melanjutkan perjalanan-lah yang membuat akhirnya gue bisa berjalan mendahului masalah yang kita hadapi di masa lalu. Pelan-pelan tapi pasti gue bisa menyalipnya dan meninggalkan di belakang. Dan sebisa mungkin, gue berharap untuk gak pernah lagi melihat ke belakang.

Tapi kadang, mungkin aja gue merasa bahwa semuanya sudah berhasil gue atasi dan gue juga sudah melewati semua perasaan dan beban berat yang dulu gue rasakan, sehingga lalu kadang-kadang gue iseng ‘mengintip’ kisah lalu itu hanya sekedar untuk ingin tahu… Apa yang terjadi di sana sekarang?

Dan setelah mendapati semuanya kembali, gue ungkapkan semua hal yang dulu belum sempat terucap, hanya sekedar untuk memberi kelegaan dalam diri kita. Kata-kata dan kalimat seringkali gue ungkapkan untuk sekedar menyatakan bahwa segala sesuatunya udah lewat, dan gue mengungkapkan ini hanya untuk dimengerti bahwa semua ini bukan salah siapa-siapa.

Tapi kebanyakan yang terjadi adalah: luka kembali terbuka, ingatan kembali bergerak mundur teratur, dan masalah terdahulu kembali hadir dengan versinya yang berbeda.

Ternyata segala sesuatu berubah tanpa gue kira dan ‘kekacauan’ mungkin aja datang tanpa bisa gue cegah lagi hanya karena satu hal: gue berbicara mengenai segala sesuatu yang seharusnya kita simpan saja dalam hati! Ternyata gue udah berbicara terlalu banyak…

So, ada baiknya memang tidak semua hal kita ungkapkan, meskipun gue sendiri kadang merasa yakin bisa membuat segala sesuatunya bisa menjadi lebih baik. Soalnya gue juga tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian, kan…

Segala sesuatu bisa kita buat menjadi lebih sederhana, dengan menyimpan setiap perkara yang tidak perlu diungkapkan di dalam hati saja. Setidaknya jika harus diungkapkan, tunggu sampai waktunya benar-benar tepat. (Pikir 52 x! Tapi gue rekomendasikan untuk tidak mengungkapkannya sama sekali!)

Hal ini yang sebenarnya menjadi ujian sesungguhnya saat gue mau mulai melangkah mendahului dan meninggalkan masalah yang lalu jauh di belakang…

Seperti salah satu lirik lagu Plastik yang berjudul ‘rahasia’:                                   

Simpan saja di dalam hatimu, tak perlu semua diungkapkan…                        Segala apapun yang akan kau rasakan sendiri…                                                 hanya kau yang rasakan…

 pemanisbuatan_ant@yahoo.com

About these ads